Ratusan Koleksi Tosan Aji Dipamerkan, Ngawi Kukuhkan Identitas Daerah Berbudaya

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 462 views
Banner

Semangat pelestarian warisan budaya mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 melalui Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Kamis (16/7/2026). Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut menampilkan ratusan koleksi tosan aji sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi tahun 2026, yakni “Tumbuh, Berjaya, dan Berbudaya”. Melalui pagelaran ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya menggali kembali berbagai peninggalan sejarah dan mahakarya tosan aji yang tersebar di seluruh wilayah Ngawi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut memamerkan koleksi tosan aji.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Warisan budaya tosan aji ini memberikan tanggung jawab besar kepada kita semua. Tugas kita tidak hanya berhenti pada merawat, tetapi juga melestarikan dan mengenalkan nilai-nilainya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bursa tosan aji, tetapi juga ruang konsultasi dan edukasi bagi masyarakat untuk memahami nilai sejarah, filosofi, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Antusiasme peserta pada pagelaran tahun ini terbilang tinggi. Sebanyak 255 bilah keris dipamerkan, sementara 100 meja bursa yang disediakan panitia seluruhnya terisi penuh oleh para kolektor, pengusaha, dan perajin tosan aji.

Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia harus melakukan seleksi terhadap koleksi yang akan dipamerkan karena keterbatasan ruang di Pendopo Wedya Graha. Kondisi ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya, khususnya tosan aji.

Melihat respons positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang untuk menjadikan Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi sebagai agenda rutin tahunan. Langkah ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat posisi Ngawi sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya.

Secara nasional, Kabupaten Ngawi termasuk dalam kelompok daerah yang dikenal memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat. Melihat tingginya antusiasme peserta, pagelaran ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat upaya pelestariannya secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares