Author

Dony Setyawan - page 12

Dony Setyawan has 2887 articles published.

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Perdesaan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemdes/Pemerintahan 393 views

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat pembangunan masyarakat yang harmonis, religius, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui rangkaian kegiatan di Kecamatan Sine, Sabtu (11/7/2026), Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mendorong penguatan kehidupan sosial-keagamaan, peningkatan literasi digital, serta pengembangan potensi lokal sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan silaturahmi di Masjid Baitul Taqwa, Dusun Garit, Desa Tulakan, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi dan evaluasi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) di Lapangan Kecamatan Sine.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi Setyoningsih, serta pengurus BUMDes dan BUMDesma se-Kabupaten Ngawi.

Dalam arahannya, Ony menyampaikan bahwa pembangunan daerah tetap berpedoman pada prinsip Berdikari yang dicetuskan Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurutnya, kemandirian merupakan syarat utama untuk mewujudkan kedaulatan daerah. Semakin kecil ketergantungan terhadap pihak lain, semakin besar pula kemampuan daerah dalam menentukan arah pembangunan dan menjalankan idealisme kemajuan.

“Kemandirian adalah syarat mutlak untuk mencapai kedaulatan. Semakin kecil ketergantungan kita kepada pihak ketiga, maka kita akan semakin berdaulat dalam menentukan arah pembangunan dan menjalankan idealisme kemajuan daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ony juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi peran BUMDes dan BUMDesma yang berbasis pada potensi lokal. Ia meminta setiap wilayah mampu mengidentifikasi dan mengembangkan keunggulan yang dimiliki agar menghasilkan nilai tambah serta manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan usaha desa tidak boleh dilakukan tanpa dasar potensi yang jelas. Setiap program harus dibangun berdasarkan kondisi riil wilayah, didukung perencanaan yang matang, serta memperhatikan keberlanjutan rantai pasok agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.

“Setiap wilayah harus jeli melihat potensi lokalnya. Lakukan optimalisasi, tingkatkan nilai tambahnya (value-added), dan yang paling penting adalah menjaga keberlanjutan (sustainability) rantai pasoknya. Jangan sampai ketika permintaan pasar sedang tinggi, kita justru meleset karena barang tidak siap atau belum masa panen, yang akhirnya membuat konsumen kecewa,” tegasnya.

Sebagai motivasi bagi pelaku usaha desa, Ony mencontohkan keberhasilan komoditas dadung atau daun tebu kering asal Ngawi yang berhasil diekspor ke Jepang sebagai pengganti mulsa plastik pada sektor hortikultura. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional apabila memiliki kualitas yang baik dan dikelola secara profesional.

Ia menambahkan, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada pemasaran produk, tetapi juga peningkatan kapasitas pengetahuan dan inovasi. Karena itu, BUMDesma DAPM diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang mendorong lahirnya produk-produk unggulan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

“Tantangan kita ke depan adalah peningkatan kapasitas keilmuan (knowledge). Kita tidak boleh cepat berpuas diri hanya karena produk sudah laku atau sudah bisa dijual secara online. BUMDesma DAPM harus menjadi motor penggerak yang membawa produk-produk unggulan Ngawi naik kelas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja dan pengurus usaha desa sebagai bagian dari penguatan aspek sosial-ekonomi masyarakat. Melalui sinergi pengembangan usaha desa dan perlindungan tenaga kerja, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Balapan Bandangan Mangunharjo Cup Seri 4 Semarakkan Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 246 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka Kepala Desa Mangunharjo Cup Balapan Bandangan Seri 4 di Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi, Sabtu (11/7/2026). Ajang otomotif ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Antok mengapresiasi Pemerintah Desa Mangunharjo beserta panitia yang konsisten menggelar kompetisi balapan bandangan hingga memasuki seri keempat. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pegiat otomotif untuk menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi, menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus menjadi ruang bagi para pembalap untuk mengembangkan kemampuan dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.

Sebanyak 12 kelas dipertandingkan dalam Kepala Desa Mangunharjo Cup Balapan Bandangan Seri 4, mulai dari Kelas Bebek STD Lokal A dan B, Bandangan Gabah Lokal Mangunharjo, Mini Trail usia 4–7 tahun dan 8–12 tahun, FFA Lokal A dan B, FFA Open, Bandangan Gabah Open, Bebek STD Open, hingga kelas Adventure kategori 35+ dan U-40+.

Keikutsertaan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga peserta senior, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga otomotif di Kabupaten Ngawi. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembinaan bagi para pembalap untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun semangat sportivitas.

Antok turut mengajak seluruh peserta menjadikan ajang tersebut sebagai kompetisi yang sehat dengan tetap mengedepankan disiplin, keselamatan, dan rasa persaudaraan selama perlombaan berlangsung.

Kepala Desa Mangunharjo Cup Balapan Bandangan Seri 4 tidak hanya menjadi ajang pencarian bibit pembalap potensial, tetapi juga mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal serta menjadi salah satu agenda promosi daerah yang memperkenalkan Kabupaten Ngawi melalui sektor olahraga dan kreativitas masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Gelar Gowes Festival dan Resmikan Gedung SPKT

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 201 views

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Ngawi berlangsung semarak melalui Gowes Festival yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang digelar Polres Ngawi ini turut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, dan tamu undangan, sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan olahraga bersama yang mengambil titik start dan finish di Mapolres Ngawi. Partisipasi berbagai kalangan menjadi wujud kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Dalam kesempatan itu, Ony mengapresiasi atas dedikasi dan inovasi Polres Ngawi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai, peresmian Gedung SPKT menjadi langkah positif dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin efektif dan mudah diakses.

“Gedung SPKT ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Ony turut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan daerah. “Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Ia menyampaikan, kerja sama yang terjalin selama ini turut mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta percepatan pembangunan daerah.

Sejalan dengan periode kepemimpinan keduanya dan momentum Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat pelayanan dasar di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Penguatan karakter masyarakat melalui nilai budi pekerti dan akhlak mulia juga menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Ngawi juga diisi dengan lomba yel-yel antar pelajar serta peresmian Gedung SPKT. Puncak perayaan ditutup melalui panggung hiburan dan konser di Alun-Alun Ngawi dengan menghadirkan musisi asal Ngawi, Denny Caknan.

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum memperkuat hubungan Polri bersama masyarakat. Melalui kolaborasi yang terus terjaga, pemerintah daerah berharap tercipta suasana yang aman dan kondusif untuk mendukung kemajuan Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Harlah ke-20 PPDI, Pelayanan Desa Jadi Kunci Kemajuan Daerah

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 258 views

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ngawi menjadi momentum memperkuat sinergi perangkat desa dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PPDI di Pendopo Wedya Graha, Kamis (9/7/2026), turut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, serta Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko.

Dalam sambutannya, Ony menegaskan perangkat desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penentu kualitas pembangunan daerah.

“Prestasi Kabupaten Ngawi merupakan agregasi dari desa-desa yang baik. Karena itu, perangkat desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter, budi pekerti, serta etos kerja masyarakat. Karena itu, perangkat desa diminta menjaga integritas dan mengedepankan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah.

“Jaga niat pengabdian. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat karena setiap kebaikan yang dilakukan akan menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya,” katanya.

Ony juga mengajak jajaran pemerintah, mulai camat, kepala desa hingga perangkat desa, untuk aktif hadir di tengah masyarakat melalui gerakan “Subuh Bergerak”. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kelompok rentan, seperti warga dengan rumah tidak layak huni, lansia sebatang kara, dan masyarakat marginal, mendapatkan perhatian yang diperlukan.

Ia berharap momentum Harlah ke-20 PPDI dapat memperkuat semangat pengabdian dan kolaborasi dalam mendukung terwujudnya Ngawi yang tumbuh, berdaya, dan berbudaya.

Momentum Harlah ke-20 PPDI menegaskan bahwa kemajuan daerah berawal dari desa yang dikelola secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top