Author

Dony Setyawan - page 13

Dony Setyawan has 2887 articles published.

Tumbuh, Berdaya, Berbudaya: Komitmen Pembangunan Ngawi di Usia ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 324 views

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 menjadi momentum memperkuat komitmen pembangunan daerah. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi mewujudkan Ngawi yang tumbuh, berdaya, dan berbudaya saat memimpin Upacara Hari Jadi Kabupaten Ngawi di halaman Pendopo Wedya Graha, Selasa (7/7/2026).

Upacara bertema “Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya” tersebut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, TNI/Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Dalam rangkaian upacara, sejarah Hari Jadi Kabupaten Ngawi dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko sebagai refleksi perjalanan panjang daerah hingga memasuki usia ke-668.

Dalam amanatnya, Ony menjelaskan tema Hari Jadi tahun ini menjadi arah pembangunan Kabupaten Ngawi. Ngawi Tumbuh dimaknai sebagai komitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan kualitas sumber daya manusia. Ngawi Berdaya mencerminkan masyarakat yang mandiri dan inovatif, sedangkan Ngawi Berbudaya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur, budaya, serta semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga kondusivitas daerah serta dedikasi aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik. Menurutnya, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari meningkatnya investasi, pemerataan infrastruktur, hingga kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Meski demikian, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan karakter generasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Pembangunan infrastruktur akan selesai, investasi terus meningkat, pelayanan kesehatan semakin baik. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun karakter generasi penerus agar memiliki daya saing, berakhlak, dan tetap menjunjung nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Dengan semangat “Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya”, peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi, kualitas sumber daya manusia, dan pelestarian budaya sebagai fondasi mewujudkan Ngawi yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Malam Tirakatan Hari Jadi ke-668, Refleksi dan Penguat Semangat Membangun Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 300 views

Komitmen memperkuat pelayanan publik dan inovasi birokrasi menjadi pesan utama dalam Malam Tirakatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 yang digelar di Pendopo Wedya Graha, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko beserta istri, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

Acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur. Dalam sambutannya, Bupati Ony mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk terus membangun birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kita harus menjadi birokrasi yang terus bisa melayani, serta mampu membuat terobosan-terobosan strategi yang solutif untuk mengurai berbagai permasalahan demi kesejahteraan masyarakat Ngawi secara menyeluruh,” tegas Ony.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan bagi kemajuan daerah. Sebagai tradisi tahunan, Malam Tirakatan menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan menuju Ngawi yang semakin maju, inovatif, dan sejahtera.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Perkuat Digitalisasi Pengelolaan Bantuan Keuangan Desa melalui New Siban-Keudes

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 324 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat digitalisasi pengelolaan bantuan keuangan desa melalui implementasi New Siban-Keudes. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Bantuan Keuangan kepada Desa yang dibuka Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko di Hall Notosuman Ngawi, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efektif.

Wakil Bupati mengapresiasi aparatur desa sebagai motor penggerak pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, peningkatan kapasitas harus diimbangi dengan pemanfaatan sistem digital. “Siskeudes maupun Siban-Keudes merupakan instrumen penting dalam pengelolaan APBDes. Sistem ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan tata kelola keuangan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menjawab kebutuhan pembangunan serta pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan realisasi Dana Desa hingga semester pertama Tahun 2026 telah mencapai 99,22 persen, sedangkan realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 51,6 persen. Meski demikian, pemerintah desa diminta meningkatkan sinkronisasi pelaporan realisasi anggaran secara bulanan sebagai bagian dari penguatan pengawasan berbasis digital oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Selain itu, percepatan transaksi non-tunai dan pembaruan aplikasi juga terus didorong.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngawi Indah Kusuma Wardhani menjelaskan bahwa New Siban-Keudes menghadirkan pembaruan berupa mekanisme pencairan bantuan keuangan setiap bulan, pembaruan aplikasi, serta fitur rekonsiliasi realisasi bulanan untuk mendukung verifikasi pajak daerah. “Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa, memberikan penyegaran bagi operator, khususnya operator baru, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap regulasi agar dapat meminimalkan kesalahan administrasi,” jelasnya.

Melalui penguatan kapasitas aparatur dan optimalisasi New Siban-Keudes, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap pengelolaan bantuan keuangan desa semakin tepat waktu, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel sehingga mampu mendukung tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Jamasan dan Kirab Pusaka, Ikhtiar Merawat Warisan Leluhur di Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 312 views

Prosesi jamasan dan kirab pusaka berlangsung khidmat di Pendopo Wedya Graha, Sabtu (4/7/2026) malam, sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Tradisi sakral tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap warisan budaya leluhur sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Kegiatan ini diikuti Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, serta tamu undangan.

Pada peringatan tahun ini, jamasan pusaka memiliki makna istimewa dengan hadirnya Kanjeng Kyai Parikesit sebagai piandel agung Kabupaten Ngawi. Terinspirasi dari tokoh Parikesit dalam kisah pewayangan yang dimaknai sebagai sang pencari atau inovator, pusaka tersebut dihadirkan sebagai simbol semangat kebersamaan, inovasi, dan ikhtiar dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, filosofi Kanjeng Kyai Parikesit diharapkan menjadi pengingat bagi setiap pemimpin untuk terus menghadirkan solusi dan pembaruan dalam membangun daerah.

“Parikesit memiliki makna sang pencari atau inovator. Harapannya, di era yang membutuhkan kebersamaan, gotong royong, inovasi, dan strategi, Kabupaten Ngawi mampu terus melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Memasuki usia ke-668, Ony menambahkan, Kabupaten Ngawi melalui Semesta Berencana Jilid II terus diarahkan menuju kemandirian masyarakat dengan mengedepankan inovasi, daya saing, dan etos kerja.

“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Ngawi memiliki etos kerja dan daya saing yang tinggi sehingga mampu mandiri dan pada akhirnya berdaulat,” katanya.

Kirab pusaka yang mengelilingi kawasan Pendopo Wedya Graha dan Alun-Alun Merdeka Ngawi turut menjadi sarana memperkenalkan pusaka daerah beserta nilai filosofis yang dikandungnya kepada masyarakat. Menurut Ony, pelaksanaan kirab yang lebih sederhana merupakan bentuk efisiensi tanpa mengurangi makna pelestarian budaya. “Intinya memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Ngawi memiliki pusaka, termasuk adanya tambahan pusaka Kanjeng Kyai Parikesit beserta filosofi yang menyertainya,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, jamasan dan kirab pusaka menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur diharapkan terus menjadi pijakan dalam membangun Kabupaten Ngawi, sehingga kemajuan yang dicapai tetap selaras dengan sejarah dan kearifan lokal.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top