Monthly archive

June 2019 - page 2

Peringatan HAN 2019, Bupati Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Anak

di %s Pendidikan 60 views

Sekitar seribu lebih anak bawakan tari Jaranan untuk meriahkan peringatan Hari Anak Nasional 2019, Kamis (13/6) di Alun – Alun Merdeka Ngawi.

Acara yang bertajuk Melalui HAN Kita Wujudkan Indonesia Cerdas Berkarakter Di Era Revolusi 4.0 dihadiri Bupati Ngawi, Budi Sulistyono bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ngawi, Antiek Budi Sulistyono, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ngawi, Abimanyu, jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, Camat se Kabupaten Ngawi, Anggota Himpaudi dan Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI) Ngawi.

Dikesempatan ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan pentingnya pendidikan karakter pada anak, selain itu juga menjadi ajang kenalkan anak pada kesenian serta budaya tradisional,“Kita harapkan dengan peringatan HAN kali ini, kita semakin memahami betapa pentingnya pendidikan karakter pada anak,” katanya. 

Bupati, juga berikan apresiasinya untuk ide kreatif gelaran acara kali ini, sebab anak dikenalkan pada permainan dan kesenian tradisional. “Saya suka karena anak menjadi tahu, terhadap seni budaya tradisional, serta permainan jaman dulu yang sebagain besar tentunya belum banyak mengenalnya, seperti egrang bathok, atau jaranan pakai pelepah pisang ini. Dan, ini adalah pendidikan karakter yang hebat, ” ujarnya.

Bupati berharap IGTKI mampu mendidik anak – anak untuk memiliki basic Indonesia banget. Menurutnya, hal ini sangat penting  untuk membendung pengaruh budaya luar yang saat ini mulai menggerus budaya Indonesia.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Abimanyu mengungkapkan bahwa peringatan HAN tahun ini memang dikemas dengan konsep tradisional karena ingin memberikan tontonan mendidik bagi masyarakat. “Kita sengaja buat konsep seperti ini, dengan menampilkan tari Jaranan massal yang dibawakan anak – anak usia dini dengan pelepah pisang. Dengan begitu, anak bisa berkreatifitas dengan mainan buatan sendiri dan sederhana,” jelasnya.  

Abimanyu juga tekankan petingnya pendidikan karakter untuk anak di usia dini untuk mempersiapkan Indonesia di usia emasnya, tahun 2045 mendatang. “Saat ini kita konsentrasi pada anak di usia dini sebaik – baiknya, kita ciptakan generasi sehat, cerdas dan kreatif. Dan, nanti saat Indonesia di usia emas tahun 2045, mereka berusia sekitar 30 tahun, artinya mereka sangat diharapkan menjadi generasi emas Indonesia,” ungkapnya.

Selain tari Jaranan ada lima permainan tradisional yang dilombakan dalam kegiatan yang melibatkan ribuan anak diantaranya egrang batok, memindahkan kursi, finger painting dan menyanyi tunggal  (nf/kominfo)

Pemkab Ngawi, Gelar Halal Bihalal Warga Perantauan

di %s Agama 97 views

Sudah menjadi agenda tahunan, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H bersama warga perantauan di taman belakang Pendopo Wedya Graha, Kamis (6/6) malam.

Selain untuk meningkatkan silaturahmi, acara ini menjadi ajang promosi produk unggulan serta kearifan lokal Kabupaten Ngawi kepada warga perantauan. Nampak disekeliling tempat acara berjajar stand pameran seperti batik Ngawi, beras organik merah putih, selain itu, juga disajikan makanan olahan khas Ngawi diantaranya Cemue, Lethok, dan beberapa makanan tradisional lainnya.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan acara ini rutin dilakukan setiap tahunnya bersama warga perantauan asal Ngawi, “Ini rutin dilakukan setiap lebaran di hari kedua Idul Fitri,” katanya. Bupati berharap event tahunan ini Ngawi semakin dicintai dan selalu ngangeni. “Dan, semoga tahun depan kita bisa mengulang lagi dengan kondisi yang jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Halal bihalal ini juga dimeriahkan dengan penampilan salah satu artis ibu kota asal Ngawi, Didi Kempot dan sejumlah band local Ngawi.

Nampak hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi selain itu juga, Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo. (nf/kominfo)

Bupati Ngawi Hadiri Sholat Id Bersama Masyarakat

di %s Tekno Sains 62 views

Ratusan masyarakat penuhi alun – Alun Merdeka Ngawi, Rabu (5/6) untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1440 Hijriah. Nampak hadir ditengah masyarakat, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar beserta istri serta jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dikesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ngawi, Halil Thahrir bertindak sebagai khatib sedangkan Supandi Hasan sebagai imam.

Usai sholat Id Bupati Ngawi Budi gelar open house di Pendodo Wedya Graha selain masyarakat juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat se Kabupaten Ngawi, tokoh masyarakat.

Disela acara Bupati Ngawi menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ngawi, “Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Ngawi, mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Masih menurut Bupati, acara ini digelar tiap tahun sebagai ajang silaturahmi masyarakat sekitar, “Saya berharap, digelarnya acara bisa menjadi momentum masyarakat dalam menjaga kerukunan antar warga,” katanya.

Nampak tamu berdatangan silih berganti, menjadikan suasana halal bihalal ini semakin semarak dan harmonis. (nf/kominfo)

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Pancasila sebagai Leitstars Dinamis

di %s Peristiwa 70 views

1 Juni, hari lahir Pancasila menjadi momentum bangsa Indonesia untuk mengingat kembali adanya perjanjian luhur lahirnya sebuah ideologi atau filosofi dasar pandangan hidup Negara ini. Sebab, tanpa adanya dasar yang kuat dan pandangan hidup yang jelas sebuah tujuan akan sulit diraih. Selain itu, Pancasila juga berfungsi untuk mengatur sendi kehidupan suatu bangsa.

Di Hari Lahir Pancasila  ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi, gelar upacara peringatan di halaman Pendopo Wedya Graha, Sabtu (1/6) dengan inspektur upacara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono.

“Pancasila sebagai dasar negara, ideologi Negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia,” ujar Budi Sulistyono saat menyampaikan sambutan Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Hariyono.

Hariyono seperti yang disampaikan Bupati Ngawi berharap jangan ada lagi perdebatan tentang kelahiran Pancasila, “Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus,” ujarnya.

Plt. Kepala BPIP dalam amanatnya mengajak semua pihak membangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik lagi, “Pancasila sebagai leitstars dinamis, bintang penuntun mengandung visi misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan dimasa depan,” lanjutnya.

Selain itu, juga disampaikan Indonesia merupakan bangsa yang inklusif dan chauvinis yang memerlukan pengelolaan unit cultural serta unit politik secara dialektis, “Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan cultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun taman sari kebudayaan yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat,” jelas Hariyono seperti yang disampaikan Budi Sulistyono.

Diakhir sambutannya, Plt. Kepala BPIP meminta Pancasila dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “Kita harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia,”kata Bupati mengakhiri sambutan dari Kepala BPIP.

Hadir dalam upacara ini, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, Aparatur Sipil Negara (ASN),anggota Kodim 0805 Ngawi, pelajar dan Mahasiswa. (red/kominfo)

Go to Top