Tag archive

Ngawi

Jamda 2019 Jatim, Wabup Ngawi Lepas 40 Kontingen Kwarcab Ngawi

di %s Pendidikan 154 views

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar lepas 40 kontingen dari Kwartir Cabang Ngawi untuk ikuti Jambore Daerah Jawa Timur 2019 bertempat di Pendopo Wedya Graha, Rabu (09/10).

Jamda Jatim 2019 digelar di bumi perkemahan Wisata Hutan Pinus Songgon Banyuwangi.

Kontingen Kwarcab Ngawi  berasal dari pelajar SMP/Mts se Kabupaten Ngawi. Dalam sambutannya Wabup Ngawi memberikan apresiasinya untuk  Ketua Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ngawi yang konsisten mengikuti event kegiatan Pramuka tingkat regional maupun nasional.

“Komitmen ini akan terus kita perkuat, termasuk mengkader generasi penerus supaya memiliki budi pekerti yang luhur kecakapan kesehatan jasmani dan rohani , sehingga gerakan Pramuka di Kabupaten Ngawi kedepan bisa menjadi pioneer dan contoh khususnya Jawa Timur,” ungkapnya.

Ony Anwar menambahkan Pramuka  juga bisa sebagai gerakan yang mempunyai peran strategis pada pembangunan karakter anak, dan sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dikesempatan ini Wabup berpesan untuk kontingen Ngawi selalu menjaga kesehatannya dan juga nama baik, selama mengikuti Jambore ini,  “Dan saya berharap adik – adik semua juga bisa menjaga marwah dari gerakan Pramuka Kabupaten Ngawi,” imbuhnya. Selain itu juga disampaikan peserta untuk tidak lupa mengenalkan potensi Kabupaten Ngawi, baik disektor pertanian, pariwisata maupun organisasi kepemudaan nya, “Jadi adik – adik ini juga selain menampilkan kecapakan prestasi dibidang kepramukaan, juga harus mampu membawa diri, bersosialisasi dengan teman- teman se Jatim dengan baik, sekaligus bisa mengenalkan Kabupaten Ngawi ditingkat regional dengan sebaik – baiknya,” pesannya.

Jambore ini akan berlangsung selama satu minggu (12 – 18/10)  dengan berbagai kegiatan diantaranya wawasan kebangsaan, seni budaya, teknologi dan ketrampilan-ketrampilan kepramukaan, tantangan, wirausaha dan penanggulangan bencana. (Nf/Kominfo)

Kultum Ramadhan, Bupati Minta Jaga Kondusifitas Pasca Pemilu 2019

di %s Agama 183 views

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono awali rangkaian Safari Ramadhan tahun ini, dengan shalat Isya’ dan Tarawih berjamaah di Masjid Baiturrahman Ngawi, Selasa (7/5). Didampingi sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi berikan Kultum Ramadhan.

Bupati berikan kultum Safari Ramadhan

Budi Sulistyono mengharapkan ibadah di Ramadhan kali ini, dapat meningkatkan iman dan taqwa untuk seluruh umat Islam, “Semoga ibadah puasa kita di terima Alloh Subhanahuwata’ala,” ucapnya.

Di kesempatan ini, Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas pasca pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 lalu, terutama di bulan suci ini untuk tidak terprovokasi dengan pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, ditengah penghitungan suara Pemilu ini ditemukan beberapa perbedaan penghitungan “Maka bagaimana kita tetap bisa menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati juga menegaskan peran penting para ulama untuk membantu menjaga kondusifitas terutama di tahun politik ini, “Tugas ulama adalah bisa meredam sekaligus menyejukkan dan mendinginkan suasana yang aman bagi umat Islam yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Usai memberikan ceramah, Nampak Bupati Ngawi menyapa jamaah yang hadir termasuk anak- anak yang meminta tanda tangan buku kegiatan selama ramadhan. (Dn/Kominfo)

Simposium Internasional Reformasi Birokrasi, Jusuf Kalla : Tingkatkan Kapasitas Dan Kerjasama

di %s Berita/Teknologi Informasi 209 views

Pembukaan acara Simposium Internasional Reformasi Birokrasi Tahun 2019 di Nusa Dua Bali

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bekerja sama dengan Korean Research Institute at The University of New South Wales (KRI@UNSW) Australia menyelenggarakan International Reform Policy Symposium & Regional Workshop dengan tema “State Capacity for Public Sector Reform and National Development in Indonesia, Korea and Southeast Asia”. Simposium yang dilangsungkan pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret dan berskala International ini mengambil tempat di Bali Nusa Dua Convention Center 1 Kawasan Terpadu ITDC NW/1 Nusa Dua Provinsi Bali.

Sebelum menuju agenda utama, acara di awali dengan sambutan dari perwakilan negara-negara yang diundang. Mr. Pakorn Nilprapunt (Secretary-General of The Royal Thai Government), Prof. Emerlinda R. Roman (Co- Chair, CPPR Forum Advisory Board and College of Business Administration, University of the Philippines),  Amb. Seong-in Kim (Executive Vice-President, Korea Foundation), Dr. In-jae Lee (Deputy Minister, Planning & Coordination, Ministry of the Interior and Safety, Korea), Dr. Seung-Ho Kwon (Executive Director, Korea Research Institute, University of New South Wales, Australia) secara bergantian mengambil panggung utama untu memberikan sambutan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Drs. Syafruddin, M.Si, dalam sambutannya menyatakan bahwa adanya globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, sambil mengutip penelitian McKinsey, dapat memberi dampak 3000 kali lebih besar dari Revolusi Industri Masa Pertengahan. Paradigma masyarakat saat ini menuntut pemerintahan yang dinamis dan transformatif.

MenPAN-RB Syafruddin saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Simposium International Reformasi Birokrasi

Syafruddin menekankan bahwa hal yang penting bukan hanya pondasi bangsa yang hebat, namun juga bagaimana menghadapi transformasi pemerintahan dari model birokrasi yang mekanistik kepada model birokrasi yang dapat merespon kebutuhan masyarakat dengan konsep Hidup Untuk Melayani.

Tantangan bangsa dan negara Indonesia dengan 270 juta jiwa serta mengkombinasikan pengelolaan sentralisasi dan desentralisasi pada 87 kementerian lembaga, 34 prov dan 514 kab/kota.

Sejauh ini, masih menurut Syafruddin, telah terwujud 351 percontohan zona integritas, 14 mall pelayanan publik dan adanya sistem pengaduan terpadu nelalui SP4N, berhasil mendorong indeks persepsi Indonesia ke peringkat 38, EODB (Easy of Doing Business) ke urutan 72.

Tentang event ini, Syafruddin dengan bangga menyampaikan bahwa terdapat 65 pembicara dari 11 negara, 1000 orang dan praktisi dalam dan luar negeri hadir. Dan, berharap Indonesia sebagai inkubator dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan terbaik, pungkasnya.

Sebelum membuka secara resmi acara ini,  Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla menyampaikan beberapa pointer yakni bahwa  kita mengalami peralihan sentralistik otoriter ke desentralisasi demokratis serta dinamis dan karenanya bagaiamana pemerintah daerah memperkuat pengelolaan kekuasaan yang telah di kuasakan kepadanya. Ada tiga hal, menurut Wapres Jusuf Kalla yang menjadi penting untuk diwujudkan dalam bentuk sistem yakni :  lebih baik, efisien dan cepat. Untuk itu hal ini pasti membutuhkan pemanfaatan teknologi untuk hal tersebut. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla juga menekankan perlunya saling belajar untuk saling meningkatkan pengelolaan pemerintahan. Public Sector Reform diharapkan dapat menjadi tumpuan perubahan negeri ini. Sebuah sistem yang lebih terbuka, akuntabel, menjadi keharusan bagi suatu pemerintah untuk lebih maju.

Wapres RI Jusuf Kalla saat mengunjugi booth pameran Reformasi Birokrasi

Setelah acara pembukaan dilangsungkan, Wapres RI Jusuf Kalla kemudian mengunjungi booth pameran yang disiapkan oleh beberapa Kementerian, Lembaga, Dinas dan Instansi. Secara umum, Wapres RI Jusuf Kalla menunjukkan apresiasinya atas apa yang telah diupayakan oleh masing-masing K/L/D/I dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Pada hari kedua, peserta dibagi berdasarkan fokus bahasan dalam kelas tersebut. Ada kelas dengan fokus  Performance Based Budgeting, Transparency And Accountability In Human Resources, E-Government And Service Delivery,  Integrity In Public Authorities serta Local Government Reform.

Staf Ahli Muhammad Taufik dan Sekban BKPP Soemarsono berpose dengan latar backdrop super besar pada Simposium Internasional Reformasi Birokrasi, Bali (14/03)

Pemerintah Kabupaten Ngawi mendapatkan kesempatan untuk hadir sebagai peserta dan telah menugaskan Dinas/Badan yang terkait untuk hadir dan mengikuti seluruh kelas yang disediakan. Adapun untuk tema Performance Based Budgeting dihadiri oleh Mulat dari Badan Keuangan, tema Transparency And Accountability In Human Resources dihadiri oleh Sumarsono dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, tema E-Government And Service Delivery dihadiri Agoest D. Irawan dari Diskominfo, tema Integrity In Public Authorities dihadiri oleh Muhammad Taufiq Agus S. dari Staf Ahli dan tema Local Government Reform dihadiri oleh Kusumawati Nilam S. dari Bappelitbang.

Bupati Ngawi Tinjau Banjir di Kwadungan

di %s Berita 362 views

Akibat meluapnya sungai Madiun yang melintasi Kabupaten Ngawi, tercatat 20 desa dari 6 Kecamatan terendam banjir diantaranya Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Geneng, Karangjati, Padas dan Ngawi.

Menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, dua puluh desa yang terkena banjir diantaranya adalah desa Simo, Purwosari, Dinden, Tirak, Sumengko, Waruk Kalong, Kendung, Karangsono, Njenangan, Pleset, Waruk Tengah, Ngompro, Babadan, Gandri, Klitik, Dempel,Kresikan, Sembung, Bendo dan Mangunharjo.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi lakukan tinjauan langsung ke wilayah yang terdampak banjir, Kamis (7/03). Bupati beserta rombongan pertama kali menuju Pos Komando (posko) banjir di Kantor Desa Waruk Kalong, Kwadungan yang dipakai untuk dapur umum untuk pengungsi atau warga yang kebanjiran.

Namun, di posko ini belum nampak ada pengungsi sebab warga  masih merasa aman, jadi masih tinggal di rumah masing –masing. Sementara di posko desa Jenangan, terdapat puluhan pengungsi yang berasal dari dusun Soren, sebab menurut salah satu warga mengatakan ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.

Disela tinjauan ini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono sampaikan yang paling utama bantuan bagi korban banjir adalah makanan selain menghitung berapa lahan pertanian warga yang gagal panen akibat banjir ini.“Yang kita bantu tentu yang terdampak banjir, dan makanan adalah yang paling utama. Selanjutnya menghitung warga yang saatnya panen karena banjir tidak bisa panen itu yang harus juga mendapat perhatian,” ujar Bupati.

Masih menurut Bupati, banjir kali ini terjadi diakhir masa panen, jadi tidak banyak petani yang terdampak, “Alhamdullilah, saat ini sebagian petani sudah panen, kalau banjirnya di awal kemarin tentunya akan banyak yang gagal panen,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Budi sulistyono katakan petani yang tidak jadi panen akibat banjir, tidak boleh dirugikan  harus ada ganti rugi agar mereka bisa hidup kembali.“Warga petani yang sudah keluarkan tenaga, biaya, dan pikiran tidak boleh dirugikan, harus ada ganti rugi agar tidak terhenti kehidupannya berproses di dalam pertanian,” ujar Budi Sulistyono.

Selain itu, Bupati jelaskan untuk mengatasi banjir di wilayah ini harus dilakukan secara serentak dan optimal, dengan membuat resapan air didaerah yang lebih tinggi, “Resapan air ini harus kita optimalkan tapi diatas sana, sebab banjir yang terjadi disini adalah kiriman atau banjir lewat,” tuturnya.

Sementara Sekretaris BPBD Ngawi, Hartono mengungkapkan pihaknya saat ini terus lakukan assessment dan evakuasi pada warga yang rumahnya terendam banjir, “Ada sekitar tiga ribu warga, dari 6 kecamatan yang terdampak banjir. Dan, kami akan dalam keadaan siaga penuh serta menghimbau warga jangan panik untuk selamatkan diri dulu,” katanya

Hartono juga sampaikan BPBD juga telah membuka dapur umum dibeberapa tempat, seperti desa Waruk Kalong, Jenangan dan Waruk Tengah, “Kami pun juga lakukan pendistribusian dan suplai bantuan kesetiap dapur umum,” pungkasnya. (Nn/kominfo)

 

Go to Top