INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

bupati ngawi

15 Ribu Anak, Ramaikan Gebyar PAUD 2019

di Kabar Ngawi oleh

Sekitar 15 ribu meriahkan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2019, di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (16/03). Acara yang mengambil tema Tingkatkan Kualitas Layanan PAUD Di Kabupaten Ngawi Untuk Mencetak Generasi Yang Cerdas, Ceria  Dan Berakhlak Mulia diawali dengan penampilan tari peserta didik dari Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Ngawi.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam sambutannya sampaikan PAUD telah menjadi bagian dari sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Selain itu, pendidik PAUD juga memiliki peran penting dalam mendidik dan mengajar anak di usia emasnya, “PAUD sebagai tahap pendidikan tidak bisa begitu saja diabaikan sebab ikut menentukan perkembangan dan keberhasilan anak dimasa mendatang,” kata Budi Sulistyono.

Selain itu, Bupati juga jelaskan Pemerintah akan terus upayakan dalam memotivasi kesadaran masyarakat terkait pentingnya pendampingan untuk anak usia dini, sebab jika salah akan berakibat pada perkembangan pada tahapan selanjutnya, “Kita akan targetkan dan memastikan di tahun 2030 seluruh anak usia dini memperoleh akses terhadap PAUD, baik perempuan maupun laki – laki, dan targetnya satu desa satu lembaga juga sudah tercapai,” terangnya. Bupati juga meminta kepada semua pihak untuk berperan dan bersinergi untuk memberikan pelayanan pendidikan secara optimal kepada anak dimasa golden age, “Kita semua harus concern dan berempati terhadap generasi emas ini, disamping itu manajemen serta pengelolaannya harus terstruktur dengan baik,” tuturnya.  

Sementara menurut Bunda PAUD Kabupaten Ngawi, Antiek Budi Sulistyono katakan keberhasilan mendidik anak usia  dini tidak bisa terlepas dari kesiapan sumberdaya manusia atau pendidik yang kompeten. “Alhamdulillah, tenaga pendidik PAUD di Ngawi sebagian besar sudah strata satu, diharapkan bisa memberikan pembelajaran yang terbaik untuk anak didiknya,” ujar Antiek Sulistyono

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Non Formal (NF), Istamar ungkapkan Gebyar PAUD 2019 ini diikuti 15 ribu anak dari seluruh PAUD, Kelompok Bermain (KB) dan TK se Kabupaten Ngawi. “Peserta akan ikuti senam irama gembira dan jalan sehat mengelilingi Alun – Alun Merdeka,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono Bunda PAUD Ngawi, Antiek Budi Sulistyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Abimanyu Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda Ngawi, Camat se Kabupaten Ngawi, Anggota Himpaudi dan IGTKI Kabupaten Ngawi .(Nf/Kominfo)

BAZNAS Ngawi Gelar Rakerda 2019

di Agama oleh

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ngawi gelar rapat kerja daerah (Rakerda) Tahun 2019 bertempat di Pendopo Wedya Graha, Rabu (13/03).

Menurut Ketua Baznas Ngawi, Markuwat Atmo Noto katakan optimalisasi zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) perlu dilakukan dan harus dikoordinasikan, “Tentunya hal ini akan lebih bisa terkoordinasi sekaligus memudahkan dalam mambayar dan salurkan zakat,” kata Markuwat. Apalagi selama ini, Baznas telah berhasil mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi penggerak dalam berzakat dan berinfaq.

Makanya, Baznas Ngawi menurut Markuwat segera membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) disetiap OPD. “Saat ini ZIS di Kabupaten Ngawi terkumpul sekitar 2 miliar dari 3.800 muzaki, tinggal 60 persen lagi dari jumlah ASN yang ada disini,” ungkapnya. Markuwat yakin pihaknya mampu capai 5 miliar.

Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono disela acara berikan apresiasinya untuk Baznas Ngawi karena mampu memotivasi tentang zakat atau beramal jariyah bagi ASN ataupun masyarakat. “Untuk Kabupaten Ngawi, sungguh luar biasa. Sebab, dalam jangka waktu dua tahun ini dapat mengelola pertahunnya, sekitar 2 miliar serta tersalurkan dengan baik,” ujar Bupati.

Bupati menghimbau tidak hanya ASN tapi juga masyarakat Ngawi untuk turut dukung Baznas. Sebab, program yang ada di Baznas juga masuk dalam upaya Pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. “Untuk warga Ngawi, salurkan segera sebagaian harta dan rejeki kita, sesuai aturan agama dan negara melalui Baznas. Sebab, disini semua akan dikelola secara transparan, dan akan disalurkan dengan baik tanpa ada apapun,”

Sementara Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar jelaskan di Baznas ada empat skala prioritas untuk penerima dari ZIS yang terkumpul, diantaranya Ngawi Sehat, Ngawi Cerdas, Ngawi Makmur, dan Ngawi Sejahtera, “Semua diperuntukkan bagi warga Ngawi yang kurang mampu, termasuk pejalar ataupun mahasiswa kurang mampu yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dan pengusaha mikro yang membutuhkan modal agar tidak terjerat rentenir atau perbankan yang kurang baik,” ungkapnya.

Wabup mengharapkan tahun depan dana yang terkolektif melalui Baznas lebih banyak lagi. “Mudah – mudahan semua OPD bisa seratus persen menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, pengurus Baznas Jawa Timur, Kasno Sudaryanto, Kepala OPD se Kabupaten Ngawi, pengurus Baznas Ngawi, unsur ulama, tokoh agama, serta perwakilan ASN di lingkup Pemkab Ngawi. (Kominfo)

 

Gubenur Jatim, Tinjau Banjir Kwadungan, Minta Masyarakat Sabar dan Ikhlas

di Kabar Ngawi oleh

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disela tugasnya sempatkan tinjau korban banjir di desa Jenangan Kecamatan Kwadungan, didampingi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngaw, Ony Anwar, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Kepala BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono beserta Forkopimda Ngawi, Kamis (7/3).

Khofifah ingin memastikan secara langsung kondisi wilayah yang terdampak banjir akibat luapan sungai Madiun ini. Di tempat ini, Gubenur Jatim juga berikan bantuan sembako dan menyapa warga yang terkena musibah.

Dikesempatan ini Khofifah meminta masyarakat untuk bisa living harmony with disaster, karena memang kondisi ini tidak bisa dihindari mengingat topografi disebagian wilayah Jatim. “Saat ini kita harus mengetahui bahwa di Jatim, bencana tertinggi yang mungkin terjadi adalah banjir serta menjadi peringkat teratas yang sering terjadi disini,” bebernya.

Masih menurut, Khofifah saat ini yang tidak kalah penting terkait antisipasi banjir, pihaknya sekarang tengah membuat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jatim, digunakan untuk menunjukkan Kabupaten mana saja yang mampu menyediakan lahan sudetan sungai Bengawan Solo. “Sekarang sudetan sungai Bengawan Solo baru ada dua, yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan Sidayu Lawas Gresik, masih perlu tiga sudetan lagi,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan Khofifah, bahwa akan lakukan kerjasama dengan provider telekomunikasi terkait peringatan dini banjir atau early warning system  melalui telepon genggam. “Dengan system semacam ini, masing – masing daerah yang rawan banjir bisa waspada dan bisa mengantisipasi datanganya banjir lebih dini,” terangnya.

Tidak lupa, Khofifah juga berikan semangat dan dukungan untuk pengungsi, dan minta agar anak – anak bisa segera masuk sekolah lagi, supaya tidak tertinggal pelajaran, “Saya doakan panjenengan semua selalu diparingi sehat tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian ini,” tambahnya.

Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono menyampaikan ada sekitar 20 desa yang terkena banjir, dan 400 kepala keluarga telah dievakuasi, baik di penampungan ataupun dirumah keluarganya. “Respon terhadap tanggap bencana ini sangat luar biasa, mulai dari gejala awal sudah disosialisasikan, adanya dapur umum yang disiapkan Pemerintah daerah maupun masyarakat. Dan, sinergitas antara Armed, Kodim dan Polisi juga sudah intens bentul sejak awal terhadap indikasi banjir ini,” ungkap Bupati.

Budi Sulistyono juga sampaikan ucapan terima kasihnya, untuk kedatangan Gubenur Jatim di lokasi banjir ini, “Terima kasih Ibu Gubenur atas supportnya untuk warga Ngawi. Dan, saya berharap warga yang berada dipenampungan ini tidak akan lama,” katanya.

Usai tinjau daerah yang terdampak banjir di Kecamatan Kwadungan, Khofifah juga akan melihat secara langsung banjir yang terjadi di Kabupaten Ponorogo serta tol Madiun – Surabaya yang juga terdampak banjir. (Nn/Nf/kominfo)

 

Pemkab Ngawi ,TNI dan Polri Bersinergi Jaga Pemilu 2019, Aman, Damai dan Kondusif

di Berita/Kabar Ngawi oleh

Pemilihan Umum 2019 yang akan digelar serentak tinggal sebulan lagi, untuk mewujudkan keadaan yang aman dan kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi gelar Tabligh Akbar dengan penceramah KH Ma’aruf Islamuddin pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Selasa (5/02) bertempat di halaman Polres Ngawi.

Hadir dalam acara ini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tokoh agama, dan masyarakat, serta warga sekitar Ngawi.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam sambutannya katakan antara Pemerintah Daerah, TNI dan Polri telah bersinergi untuk sukseskan Pemilu 2019 mendatang. “Hal ini telah menjadi komitmen kami untuk mengawal jalannya Pemilu 2019 aman dan kondusif,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Budi Sulistyono jelaskan situasi yang aman dan damai dalam Pemilu 2019 nanti tidak hanya bergantung pada aparat saja, tetapi juga peran serta masyarakat dalam keikutsertaannya menjaga situasi Pemilu yang akan datang tetap aman, damai dan kondusif.  “Sebab, peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu tidak sebatas memberikan suara saja, tetapi juga mengawal agar pelaksanaanya sesuai dengan peraturan perundang – undangan dan suara yang diberikan ikut menentukan hasil Pemilu,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Ngawi Pranatal Hutajulu sampaikan peran Polisi sebagai pelindung dan mengayomi masyarakat menjamin keamanan Pemilu hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS), “TNI dan Polri siap mengamankan jalannya Pemilu hingga tingkat TPS. Kami menjamin keamanan semua hak warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” ungkap Kapolres.

Terkait banyaknya  isu atau hoax jelang Pemilu, Pranatal berpesan agar masyarakat jangan langsung percaya dan menyebarkannya, harus di teliti dulu kebenarannya, “Ketika dapatkan postingan jangan langsung di sebarkan tapi dicek dahulu karena itu nanti justru akan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri,” tandasnya. Disamping itu, Kapolres menghimbau masyarakat untuk datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya. “Masyarakat Ngawi tidak boleh tidak nyoblos,” pungkasnya. (nf/kominfo)

 

1 2 3 4
Go to Top