
Lomba Bercerita Asal-usul Desa di Kabupaten Ngawi 2014
Ngawi 21 Mei 2014 di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi di selenggarakan Lomba Bercerita Rakyat Asal-usul Desa di Wilayah Kabupaten Ngawi, Lomba Perpustakaan SMP/MTs, dan Lomba Implementasi Budaya Baca Melalui Uji Cerdas SMA/MA/SMK. Acara ini dihadiri perwakilan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur, Dra Maya Agustin MM, Wabup Ony Anwar,ST,MH, dan pejabat terkait, serta dihibur grup tari Sahita dari ISI Surakarta.
Maya Agustin menjelaskan bahwa penumbuhan minat baca masyarakat gencar dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur mendengungkan misi “Gemar Membaca dan Tertip Arsip” yang diharapkan akan nampak hasilnya pada tahun 2019. Selaras dengan Pemerintah Provinsi Jatim, pemkab dan pemkot juga menggalakkan gerakan ini. Penghalang minat baca masyarakat adalah faktor budaya, dimana saat ini kita dipengaruhi oleh budaya barat dan timur, dan menjadi tugas kita untuk melengkapi dengan budaya baca dan tulisan. Ada 4 aspek yang perlu diperhatikan dalam lomba minat baca masyarakat, yaitu:
- Koleksi bahan pustaka
- membangkitkan minat baca
- mendorong kebiasaan membaca
- membangun budaya baca
Dalam sambutanya Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono ( diwakili Wabup Ony Anwar ST,MH) mengatakan bahwa nilai-nilai luhur dari cerita asal-usul desa adalah modal pendidikan untuk membentuk berkarakter anak cucu atau generasi kita dan Perpustakaan merupakan tempat berita dan sumber informasi yang akan mendorong peningkatan minat baca anak-anak dan masyarakat.
Bupati Ngawi Melantik 7 Kepala Sekolah
Ngawi- Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono melantik Kepala Sekolah di Lingkungan Pemkab Ngawi Acara pelantikan diselenggarakan di Kantor Bupati Ngawi dan dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo, Sekretaris Daerah dan Ketua DPRD Ngawi, Bupati melantik 7 Kepala Sekolah di Lingkup Sekolah Kabupaten Ngawi.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Ngawi menegaskan bahwa mutasi baik Pejabat maupun Kepala Sekolah telah didasarkan kepada evaluasi dan kinerja masing-masing pejabat dalam melaksanakan amanah yang diemban selama dia menjabat serta didasarkan kepada kebutuhan organisasi juga berdasarkan pada norma-norma kepegawaian yang berlaku.
Dalam sambutannya, Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono mengucapkan selamat kepada para Kepala Sekolah yang dilantik dan mengingatkan kembali bahwa jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya, karena membawa konsekuensi dan tanggung jawab kepada Tuhan, Pemerintah dan masyarakat. Agar bekerja dengan profesional dan tetap berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku. Kepada para Kepala Sekolah Bupati juga ,mengingatkan bahwa jabatan tersebut memiliki fungsi manajerial dan kepemimpinan. Tugas kepala Sekolah adalah memimpin dan mengelola pendidikan untuk meningkatkan keterampilan lingkungan yang dipimpinnya sehingga tercapai prestasi prestasi yang membanggakan.
Bupati juga mengatakan bahwa pendidikan pada saat ini memiliki peran yang strategis dalam proses pembangunan, oleh karena itu pendidikan ditempatkan menjadi salah satu skala prioritas, sehingga harapan-harapan akan peningkatan sumber daya manusia yang bermutu dan handal ditengah masyarakat akan semakin meningkat dan para anak didik mampu berdaya saing dalam mengisi pembangunan yang semakin kompleks.
Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-106 Tahun 2014 Kabupaten Ngawi
Ngawi-Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-106 Tahun 2014 di Kabupaten Ngawi dilaksanakan tepat pukul 08.00 WIB mengambil tempat di halaman Pendopo Wedya Graha, Selasa (20/05). Bertindak sebagai Inspektur pada upacara ini Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono. FORPIMDA, Jajaran Pimpinan Sekretariat Daerah, Kepala SKPD dan staf mengikuti dengan khidmat upacara peringatan ini.
Pada kesempatan ini, Ir. H. Budi Sulistyono Bupati membacakan sambutan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2014 dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting yang dapat diringkas sebagai berikut :
- Bahwa dalam rangka tetap menjaga semangat dan nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu, kita tidak boleh lengah, tapi justru harus semakin waspada dan cerdas dalam menghadapi berbagai perubahan dan kemajuan yang berproses secara terus menerus tersebut.
- Makna nasionalisme sesungguhnya, yakni penerapan cara berpikir, bersikap dan berperilaku yang secara ideologis merupakan kristalisasi kesadaran berbangsa dan bernegara.
- Tema “MAKNAI KEBANGKITAN NASIONAL MELALUI KERJA NYATA DALAM SUASANA KEHARMONISAN DAN KEMAJEMUKAN BANGSA”. Tema ini mengandung tiga makna yang sekaligus menjadi instrumen ukuran sejauh mana nilai-nilai nasionalisme terimplementasi dalam karsa, cipta dan karya kekinian kita secara nyata.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat dengan diselipi kumandang Lagu Padamu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa dari Paduan Suara Gita Adi Praja Kabupaten Ngawi.