Banner

Polisi Lamban, Warga Luruk PTPN Tretes

di %s Berita 92 views

Ratusan warga desa Jagir, Kecamatan Sine, kabupaten Ngawi, meluruk kantor PTPN karet VII cabang Ngawi, terkait dengan adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan karyawan kantor tersebut terhadap korban Waluyo,37, warga Desa Jagir, Kecamatan Sine, tiga minggu yang lalu, karena kasus pencurian kayu rencek,korban harus dianiaya hingga tewas, itu terlihat dari hasil visum pihak rumah sakit dr soeroto Ngawi.

Kedatangan ratusan warga tersbeut dipicu lantaran, polisi hingga saat ini dinilai lamban dalam menangani kasus pembunuhan yang terjadi terhadap Waluyo, padahal sudah jelas-jelas Waluyo meninggal di lokasi kebun karet milik PTPN Tretes VII dengan kondisi yang mengenaskan, hingga ratusan warga meminta pertanggungan jawab pihak PTPN untuk secepatnya menunjukkan pelaku pembunuhan tersbeut.

Hingga ratusan warga tersbeut merasa kecewa dan membakar ban di halaman kantor tersbeut karena hingga sampai saat ini belum ada titik temu dan pengungkapan kasus pembunuhan.
Salah Satu Warga Hanafi,35, saat ditemui di lokasi oleh wartawan mengatakan,”Pihaknya merasa kesal dan kecewa dengan penegakan hukum yang dilakukan polisi, saat ini belum ada pelaku yang ditetapkan menjadi tersangka, sepertinya kasus tersbeut merasa ditutup-tutupi, jangan mentang-mentang perusahaan milik negara,” Ungkapnya. (14/01/11).

Ditambahkan ,”Pihaknya akan meneruskan kasus ini ke komnas HAM dan Kompolnas serta akan dan membawa massa yang lebih banyak, apabila polisi tidak secepatnya menagkap pelaku,” Tambah Hanafi.

Selain itu, dari hasil pertemuan antara warga dan pihak PTPN tretes tidak menemukan titik temu, warga merasa kecewa dan pulang, namun mereka tidak langsung pulang melainkan mendatangi rumah dua orang mandor yang diduga terlibat sebagai pelaku pembunuhan, warga meluapkan emosinya dengan merusak pot dan merusak sangkar burung, dikarenakan kedua mandor tersbeut tidak ada di rumah.(Pan).

Lagi, Bajing Loncat Memakan 2 Korban

di %s Berita/Informasi 109 views

Sindikat bajing loncat antar Propinsi mulai marak kembali di Kabupaten Ngawi, mengakibatkan dua korban warga Jawa Tengah, Joko ,43,Warga Sukoharjo, Solo dan rekannya Sukomato,37, Warga Klaten, Solo dengan mengandarai sebuah truk tronton bernopol L 8298 UX.

Keduanya melaju dari arah Solo dengan membawa muatan buku tulis hendak di kirim ke Surabaya Namuh di tengah perjalanan di wilayah Caruban Madiun, tepatnya di lingkar Caruban keduanya diberhentikan orang tak dikenal dengan membawa sebuah truk nissan berwarna hijau, dan kedua korban tidak bisa berkutik, lantaran pelaku lebih dari 5 orang.

Akhirnya Keduanya di sekap dengan menggunakan lakbanban untuk menutupi kepalanya dan tangan, hingga kedua korban di buang ke lahan tebu di Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, untung dalam peristiwa tersbeut kedua korban tidak mengalami luka-luka, namun truk tronton yang dikemudikan raib di bawa pelaku.

Menurut salah satu saksi yang menemukan korban saat di lahan tebu, Mbah susul, 62, Warga Setempat saat ditemui wartawan di TKP mengatakan,”Pihaknya saat itu selalu mendatangi lahan tebunya, dan waktu ditengah-tengah lahan tebu, pihaknya kaget, lalu melepaskan lakban yang menutupi kedua korban, dan langsung melaporkan ke polisi,” Ungkapnya.(13/01/11).

Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto langsung mendatangi TKP di mana kedua korban di sekap dan dibunag di lahan tebu, hingga pihaknya melakukan penyisiran di TKP tersbeut, menurutnya,”Untuk saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan modus yang dilakukan oleh pelaku sama dengan kasus sebelumnya, diduga pelaku adalah sindikat bajing loncat,” Ujarnya.(Pan)

Go to Top