Pemkab Ngawi Gelar Gerakan Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Kegiatan ini dipusatkan di Jalan Serong Timur Alun-Alun Merdeka Ngawi, Rabu (4/3/2026).
Program tersebut menjadi langkah konkret pengendalian inflasi daerah sekaligus upaya memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang Lebaran.
Kegiatan dibuka langsung Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Ony menegaskan bahwa GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Kami ingin memastikan stok pangan di Kabupaten Ngawi aman dan harganya tetap stabil. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, beban pengeluaran masyarakat menjelang Idulfitri dapat teringankan,” ujarnya.
Sebanyak 21 lapak disediakan dalam kegiatan tersebut, menawarkan berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta aneka bumbu dapur dengan harga di bawah pasaran. Sejak pagi, masyarakat tampak antusias memanfaatkan program ini.
Pemkab Ngawi akan terus memperkuat sinergi dengan penyedia stok dan distributor pangan guna menjaga stabilisasi harga secara berkelanjutan, terutama menjelang momentum rawan inflasi. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sehingga stabilitas harga tetap terjaga hingga Idulfitri.
Safari Ramadan Perdana, Pemkab Ngawi Serap Aspirasi Warga di Karangjati

Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Baitul Hikmah, Dusun Sumberan 2, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, saat Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Senin (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi titik pertama dari enam lokasi yang dijadwalkan dalam agenda tahunan tersebut.
Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga. Hadir pula Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta Forkopimcam Karangjati.
Dalam sambutannya, Ony menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Ibadah di bulan Ramadan ini kuncinya adalah keistiqomahan. Kita berharap melalui Safari Ramadan ini, kita semua bisa mendapatkan rahmat, ampunan, hingga dijauhkan dari siksa api neraka,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum taubat dan introspeksi diri, serta memperkuat komitmen untuk menebar manfaat bagi sesama.
Setelah Desa Rejomulyo, agenda Safari Ramadan akan dilanjutkan ke lima titik lainnya, yakni di Kecamatan Ngawi yang terbagi di dua lokasi, Dusun Padas Desa Jururejo dan Kelurahan Pelem, serta Kecamatan Kedunggalar, Kecamatan Padas, dan Kecamatan Pangkur.
Pemkab Ngawi dan OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Siswa SMP Lewat School of Syariah 2026

Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri dan BPRS Ngawi menggelar kegiatan School of Syariah 2026 di Pendopo Wedya Graha, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini diikuti siswa SMP se-Kabupaten Ngawi sebagai bagian dari rangkaian Gerak Syariah 2026.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan pentingnya literasi keuangan syariah sejak dini. Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai sistem perbankan, baik konvensional maupun syariah, perlu ditanamkan kepada generasi muda.
“Kami ingin masyarakat Ngawi memiliki pengetahuan yang utuh tentang perbankan, termasuk syariah. Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menilai masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait perbedaan perbankan konvensional dan syariah menjadi tantangan bersama. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong edukasi yang komprehensif guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025, tingkat literasi keuangan syariah tercatat 43,42 persen, sedangkan inklusinya 13,41 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan pemahaman sekaligus penggunaan produk keuangan syariah di masyarakat.
Melalui School of Syariah 2026, para siswa mendapatkan edukasi tentang pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah, pentingnya menabung sejak dini, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal seperti judi online. Kegiatan juga diisi kuis interaktif dan pembukaan rekening tabungan syariah bekerja sama dengan BPRS Ngawi.
Kolaborasi antara Pemkab Ngawi, OJK Kediri, dan BPRS Ngawi ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas finansial serta bijak mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.