Akselerasi Transaksi Nontunai, Pemkab Ngawi Dorong Implementasi KKPD di Seluruh OPD

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 989 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi mempercepat implementasi transaksi nontunai melalui Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat membuka Bimbingan Teknis Optimalisasi Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi di Nata Azana Hotel, Rabu (3/6/2026).

Dalam arahannya, Ony menegaskan bahwa penerapan KKPD bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif, melainkan instrumen penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, seluruh OPD wajib segera mengimplementasikan sistem tersebut sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

“KKPD ini adalah instrumen syariatnya dari komitmen integritas kita. Secara sistem, instrumen ini akan mempersempit ruang bagi adanya niat jahat untuk melanggar aturan. Hukumnya wajib, fardu ain bagi seluruh perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti komitmen transaksi nontunai ini,” tegasnya.

Hingga saat ini, baru terdapat tiga OPD yang telah aktif menerapkan KKPD, yakni Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Inspektorat Kabupaten Ngawi. Bupati mengapresiasi langkah ketiga instansi tersebut sekaligus mendorong OPD lainnya untuk segera menyusul.

Menurut Ony, penggunaan KKPD memungkinkan seluruh transaksi tercatat secara digital dan terintegrasi dengan sistem perbankan. Kondisi tersebut memudahkan proses pengawasan, pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, sistem transaksi nontunai dinilai mampu meminimalkan potensi penyimpangan karena seluruh proses pembelanjaan dan pembayaran terdokumentasi secara elektronik serta dapat ditelusuri dengan lebih mudah.

Melalui akselerasi implementasi KKPD, Pemkab Ngawi menargetkan terciptanya tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pembangunan daerah sekaligus memperkuat pelayanan publik yang bersih, profesional, dan berintegritas.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Wujud Pelestarian Tradisi, Festival Kampung Budaya Umbul Dungo Perkuat Ekonomi dan Keguyuban Masyarakat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 980 views

Festival Kampung Budaya Umbul Dungo 2026 berlangsung meriah di Umbul Dungo, Kelurahan Pelem, Selasa (2/6/2026) yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Kegiatan bertema “Tradisi Luhur Warisan Leluhur, Rukun Guyub Pelem Maju” tersebut menjadi wujud pelestarian tradisi sekaligus sarana memperkuat perekonomian dan keguyuban masyarakat.

Festival yang dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas budaya tersebut turut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar kuliner dan UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, perpustakaan keliling, senam bersama, hingga pagelaran seni budaya.

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pelem yang terus menjaga tradisi dan semangat gotong royong dalam penyelenggaraan festival tahunan tersebut. Menurutnya, Umbul Dungo tahun ini memiliki skala yang lebih besar karena melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dan menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi.

“Pemerintah Kabupaten Ngawi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keguyuban seluruh komponen masyarakat yang bersama-sama mendukung terselenggaranya Umbul Dungo,” ujarnya.

Ia menilai tradisi seperti Umbul Dungo, bersih desa, nyadran, maupun sedekah bumi merupakan bagian dari warisan leluhur yang perlu terus dijaga. “Kegiatan seperti Umbul Dungo, bersih desa, nyadran, maupun sedekah bumi merupakan wujud nyata upaya masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.
Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, khususnya pelaku UMKM. Wakil Bupati berharap momentum festival dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi produk lokal mengingat Kelurahan Pelem dikenal sebagai kampung kue.

“Ketika kegiatan semakin besar dan ramai, dampaknya akan semakin luas terhadap perekonomian warga. Momentum seperti ini harus dimanfaatkan untuk memberikan ruang kepada UMKM lokal agar semakin berkembang,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar potensi kesenian lokal seperti reog dan wayang krucil terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas daerah. Rangkaian Festival Kampung Budaya Umbul Dungo 2026 ditutup dengan doa bersama, rebutan tumpeng, serta pagelaran wayang krucil yang disambut antusias masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Meriahkan Hari Lahir Pancasila, Kolaborasi Seni Budaya Warnai Festival Budaya Pancasila 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 959 views

Festival Budaya Pancasila berlangsung meriah di kompleks Museum Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Kecamatan Widodaren, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau yang akrab disapa Antok tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya sebagai upaya memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Widodaren Ardiansyah, Camat Kedunggalar Arshad Ragandhi, serta komunitas seni budaya se-Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Antok mengapresiasi kolaborasi Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Sanggar Kebudayaan Kertonegoro, Festival Kampung Budaya Umbul Dungo, dan berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, keterlibatan pelaku seni budaya, tokoh agama, dan organisasi kebangsaan mencerminkan semangat persatuan yang menjadi nilai utama Pancasila.

“Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pandangan hidup bangsa dan bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan karena lahir dari jati diri bangsa Indonesia yang beragam,” ujarnya.

Antok menambahkan, pelaksanaan Festival Budaya Pancasila di Museum Dr. Radjiman Wedyodiningrat memiliki makna historis yang kuat mengingat tokoh tersebut merupakan Ketua BPUPKI yang berperan penting dalam proses perumusan dasar negara Indonesia. Karena itu, menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat gotong royong, persatuan, dan pelestarian budaya.

Melalui Festival Budaya Pancasila 2026, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap nilai-nilai Pancasila semakin membumi di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat budaya lokal sebagai perekat persatuan dan identitas bangsa.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top