HKN ke 56, Dinkes Ngawi Gelar Kampanye Gerakan Memakai Masker
Kampanye gerakan masker dengan tagline “Jangan Kendor, Ayo Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun menjadi salah satu agenda peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 56 tahun ini yang digelar di Perempatan Kartonyono Ngawi, Sabtu (07/11/20).
Bupati Ngawi Budi Sulistyono dalam amanatnya yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Yudono mengajak masyarakat Kabupaten Ngawi melakukan upaya pencegahan Covid – 19 dengan menerapkan pola hidup sehat, “Masyarakat harus membiasakan dengan selalu menggunakan masker, terutama ketika keluar rumah,” kata Bupati.
Tidak hanya itu Budi Sulistyono, juga meminta masyarakat selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan juga mencuci tangan dengan memakai sabun di air mengalir, “Tiga hal ini menjadi hal yang sangat fundamental untuk dilakukan sehari – hari agar terhindar dari Covid – 19,” terangnya.
Selain tiga hal kebiasaan tersebut, Bupati Ngawi juga berpesan untuk selalu menjaga imunitas tubuh termasuk dengan berolahraga secara rutin, “Mengkonsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, tidak merokok dan mengendalikan penyakit penyerta,” lanjutnya.
Sementara, Antik Budi Sulistyono yang hadir dalam acara ini, memberikan apresiasinya untuk kegiatan ini, serta mengatakan bahwa kampanye adalah salah satu strategi sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid – 19, “Sehingga trend penurunan Covid – 19 di Kabupaten Ngawi bisa terus dipertahankan,” ujarnya.
Menurut Antik Budi Sulistyono jika masyarakat disiplin melakukan prokes, yakin Kabupaten Ngawi bisa mencapai zona hijau, “Dengan disiplin serta kesadaran masyarakat tinggi dalam menerapkan pola hidup sehat, Insyaallah semua sehat, dan Kabupaten Ngawi bisa zona hijau,” tuturnya.
Dikesempatan ini, Kadinkes Ngawi, Yudono mengungkapkan kegiatan ini juga dilaksanakan 24 Unit Pelaksana Teknis Puskesmas se Kab. Ngawi secara serentak, diantaranya seribu kemasan maskes untuk lima tatanan, “Yakni tatanan pendidikan, rumah tangga, perkantoran, tempat kerja dan tempat-tempat umum,” jelas Yudono.
Hadir juga dalam kampanye ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi. (Kominfo).
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Idham Karima bersama Forkopimda Ngawi hadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW Tahun 2020 yang digelar pemerintah Provinsi Jawa Timur secara virtual di Masjid An – Nur, Desa Beran Kecamatan Ngawi, Kamis (05/11/20) malam.
Disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar bahwa peringatan kali ini, menjadi momentum umat Islam untuk selalu mawas diri dan sebagai refleksi untuk menguatkan dan mencerdaskan umat.
Bertempat di Hall Hotel Sukowati Ngawi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) gelar rapat koordinasi Pengawasan dan Pemantauan Orang Asing di Kabupaten Ngawi Selasa (3/11/20) dan dibuka secara resmi oleh , Sekretaris Daerah Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto.
Selain itu dikatakan bahwa faktor pendorong warga asing berada di Indonesia, diantaranya letak geografis, ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA), perindustrian, teknologi informasi, perdagangan dan kontruksi, dengan kondisi ini ditandaskan perlu adanya pemantauan dari Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) terdiri Kantor Imigrasi, Kesbangpol,TNI,Polri dan petugas dari Kecamatan, “Orang asing yang perlu dipantau adalah seperti diplomat atau tamu VIP, tenaga ahli, akademisi, konsultan asing, wartawan, shooting film asing, peneliti asing, rohaniawan asing dan organisasi masyarakat (ormas) asing,” terangnya.
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono membuka konsultasi publik proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Agro Wisata Ngrambe Ngawi Planetarium Agro Park di Hall Convention Center Kurnia, Senin (02/11/20).
Dikatakan Budi Sulistyono KPBU itu yang merancang desain dan merencanakan proyek, sedangkan penyusun anggarannya adalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), dan Bappeda Jatim yang menawarkan ke investor, “Ya tentu saja ini belum final, nanti setelah ada investor yang tertarik dengan prospek bisnis ini, nanti tentu saja akan dilakukan penyempurnaan dari investor untuk menghitung nilai jual, serta break event-nya untuk beberapa tahun kedepan,” terangnya.