Category archive

Berita - page 415

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Kepala UPT Puskesmas dan KS Lingkup Pemkab Ngawi

di %s Pemerintahan 2,080 views

Mengawali tahun baru 2020 Bupati Ngawi Budi Sulistyoono kembali melakukan perombakan pada Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Kepala UPT  Puskesmas dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi bertempat di Pendopo Wedya Graha, Jumat (3/01).

Setidaknya ada 219 pejabat yang di rotasi, 58 diantaranya kepela sekolah tingkat sekolah dasar. Dalam sambutannya bupati Ngawi sampaikan bahwa Pelantikan mutasi dan rotasi jabatan sudah menjadi hal rutin untuk mengisi kekosongan sesuai dengan kompetensinya yang secara analisa menggunakan tim paniatia seleksi (Pansel) yang independen “Kompetensi kelihatan kok, dari situ maka kita obyektif saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut bupati juga sampaikan bahwa saat ini Aparatur Sipil Negara harus menjadi agen perubahan dengan inovasi pelayanan kepada masyarakat terutama dalam pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan “Dengan pelayanan terbaik untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat” ujarnya, saat ini banyak sekolah sekolah negeri yang regrouping bahkan tutup sekolah, itu terjadi karena tingkat kepercayaan terhadap sekolah negeri mulai berkurang “Ini menjadi pekerjaan rumah (PR,red) kita semua terutama Dinas Pendidikan, harus ada perubahan,” imbuhnya

Dalam sambutannya Budi Sulistyono juga menekankan tentang pembangunan wilayah ekonomi baru salah satunya melalui bidang pariwisata “Kita harus membangun dan mensupport untuk pembangunan pariwisata, misalnya saat ini yang sudah berkembang wisata Srambang, yang berdampak pada wilayah disekitarnya, disitu akan terjadi aktifitas ekonomi,” ungkapnya.

Hadir dalam pelantikan ini wakil Bupati Ony Anwar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Shodiq Triwidyanto, berserta seluruh tamu undangan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bupati Ngawi, Resmikan Pasar Wisata Jogorogo Dan 11 Pasar Di Kab. Ngawi

di %s Kabar Ngawi/Wisata Ngawi 4,091 views

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono meresmikan Pasar Wisata Jogorogo dan sebelas pasar lainnya yang telah direvitalisasi yaitu Pasar Kedunggalar, Pasar Paron, Pasar Gentong, Pasar Simo, Pasar Samben, Pasar Mluwur, Pasar Agro Ngrambe, Pasar Sine, Pasar Walikukun, Minggu (29/11) yang dipusatkan di area Pasar Wisata Jogogoro.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Yusuf Rosyadi selain pasar juga diresmikan Rumah Kemasan dan Klinik Bisnis, untuk memfasilitasi pengrajin yang mengalami kesulitan membuat kemasan menjadi lebih menarik, “Sedangkan Klinik Bisnis sebagai pusat konsultasi bisnis bagi pemula yang didampingi konsultan berpengalaman tentang seluk beluk bisnis,” ungkapnya.

Tidak hanya berbagi pengalaman bisnis, keberadaan tempat tersebut kata Yusuf bisa menjadi tempat untuk mengetahui banyak hal tentang aspek legalitas, proses bisnis, pemasaran, “Hingga liku – liku perbankan untuk permodalan,” jelasnya.

Yusuf juga menandaskan pasar wisata Jogorogo ini nantinya akan menjadi penopang destinasi wisata di wilayah Kene Bejo ((Kendal, Sine, Ngrambe, Jogorogo), “Dimana wilayah ini tersebar wisata andalan Kabupaten Ngawi,” lanjutnya.

Bupati Ngawi dalam sambutannya mengatakan bahwa pasar yang diresmikan ini akan tetap menjadi pasar tradisional, hanya saja tampilannya lebih dibuat modern, “Dengan tampilan warna yang menarik, masyarakat akan tertarik datang ke pasar – pasar ini,” katanya. Dan, untuk pasar Jogorogo, Budi Sulistyono menyampaikan akan dijadikan pasar wisata, terutama bagi pengunjung di Srambang.

Terkait Rumah Kemasan Bupati Ngawi menambahkan packaging menjadi daya tarik pertama konsumen ketika membeli, “Dengan adanya Rumah Kemasan ini, saya berharap kualitas produksi yang bagus akan didukung dengan kemasan yang menarik, sehingga produk tersebut semakin meningkatkan nilainya,” katanya.

Saat ini menurut Budi Sulistyono orientasi pada kebutuhan masyarakat menjadi hal utama dalam menghasilkan sebuah produk sehingga bisa laku dijual, “Kita tidak hanya jago produksi tapi juga memasarkannya. Dan, kita juga harus terus selami apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Peresmian ini dilakukan Bupati Ngawi secara simbolis dengan menandatangani prasasti dan pemotongan pita bersama Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Komisi II DPRD Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi, Camat se Kab. Ngawi. (allteam/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

UPT Puskesmas Ngawi Kota, Raih ZI Dengan Predikat WBK

di %s Pemerintahan 3,338 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali meraih penghargaan Zona Integritas (ZI) 2019 dari Kementrian Pendayagunaan Aperatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi  (WBK) untuk UPT Puskemas Ngawi, diberikan langsung Kemenpan RB, Cahyo Kumolo kepada Kepala UPT Puskesmas Ngawi, Siti Agustiningsih bersama Bupati Ngawi Budi Sulistyono di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa  (10/12).

Dilansir dari menpan.go.id penghargaan ini adalah predikat yang diberikan kepada unit-unit kerja pelayanan yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen kuat untuk memberantas korupsi serta peningkatan pelayanan melalui reformasi birokrasi. “Unit kerja pelayanan tersebut, dapat menjadi contoh yang dapat menularkan virus-virus reformasi dan perbaikan tata kelola kepada unit kerja pelayanan lainnya,” jelas Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB, M.Yusuf Ateh.

Ateh menjelaskan, ada enam tahapan dalam pembangunan Zona Integritas diantaranya. Pertama adalah Pencanangan ZI pada unit kerja. Langkah kedua, yakni pembangunan terhadap enam area perubahan yang meliputi manajemen perubahan, penguatan tata laksana, penguatan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kemudian langkah ketiga, penilaian oleh Tim Internal.

Menurut Siti Agustiningsih inovasi menjadi kunci masuknya UPT Puskesmas Ngawi sebagai salah satu penerima ZI kategori WBK ini. “Ada dua inovasi yang telah dilakukan Puskesmas yakni Pena Rembang dan One Stop Service Lansia sehingga  menjadi pertimbangan dan menghasilkan nilai tinggi,” bebernya.

Kapus Ngawi ungkapkan kalau ide inovasi ini muncul justru dari keluhan pasien, terkait penuhnya jumlah pasien di hari Senin dan Selasa, “Bagian depan Puskesmas ini penuh dan crowded. Namun, kemudian kita pisah, Alhamdulillah bisa terurai dan lebih kondusif,” terangnya.

Untuk Pena Rembang, Agustin sapaan akrabnya mengatakan bahwa ini adalah pelayanan untuk anak usia 0 – 15 tahun dalam satu   yang mencakup semua jenis layanan bagi rentan usia tersebut. “Disitu ada perikasaan kesehatan dokter, klinik remaja, imunisasi dan lainnya,” tuturnya disela kunjungannya Pos Gizi di desa Grudo, Kamis (12/12).

Sementara One Stop Service Lansia, disampaikan adalah pelayanan satu pintu bagi Lansia, “Pasien lansia bisa mendapatkan layanan lengkap, dari daftar langsung diperiksa dokter, apabila perlu cek laboratorium bisa dilakukan langsung standby disitu dan ambil obat juga disitu, “tambahnya.

Selain itu, Agustin juga menyampaikan bahwa ketepatan pelayanan juga menjadi perhatian, makanya disetiap unit pelayanan harus tertera jenis dan waktu pelayanan bahkan biayanya.“Jadi semua trasnparan, dan untuk menghindari pungutan liar,” tandasnya.

Selain UPT Puskesmas Ngawi, Kemenpan RB juga memberikan penghargaan untuk 506 unit kerja dari 63 instansi pemerintah yang berhasil membangun Zona Integritas. (nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

DPMD Kab. Ngawi Bersama BPKP Prov. Jatim Gelar Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Siskeudes Dalam Tatakelola Keuangan Desa

di %s Pemerintahan 1,670 views

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi Ngawi bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur gelar WorkShop Hasil Evaluasi Implementasi Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) Dalam Tatakelola Keuangan Desa Di Kabupaten Ngawi, bertempat di Aula Notosuman Watualang Ngawi, Selasa (3/12).

Siskeudes merupakan aplikasi sistem keuangan desa sebelumnya dikenal dengan nama SIMDA Desa.  yang dikembangkan oleh BPKP bersama Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri. Aplikasi ini dikembangkan dalam rangka meningkatkan kualitas tatakelola keuangan Desa. Fitur yang ada dalam aplikasi ini pun dibuat sederhana dan user friendly sehingga memudahkan pengguna dalam mengoperasikan Siskeudes.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan saat ini masyarakat semakin kritis terhadap kinerja Pemerintah termasuk desa, apalagi ada Dana Desa (DD). “Termasuk transparansi dalam pengengelolaannya menjadi suatu hal yang wajib dilakukan didalamnya,” tegasnya.

Menurutnya, anggaran yang diberikan pemerintah harus bisa dipertanggung jawabkan kepada semua komponen, termasuk masyarakat, “Melalui DD, akan terus membangun mulai dari pinggiran, dan masyarakat juga semakin cerdas serta makin ingin transparan,” lanjutnya. Dengan aplikasi Siskeudes tata kelola penggunaan DD, kata Budi Sulistyono akan semakin sempurna, detail dan transparan. “Tentunya akan mudah dikontrol, mudah dilihat serta transaparansi menjadi sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dan dihindari lagi,” tuturnya.

Dengan kegiatan ini Bupati berharap semua kepala desa mengikutinya, dan segera membuat prioritas pembangunan sehingga tepat sasaran. “Sebab, anggaran makin hari makin besar harus ada prioritas dan harus bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati juga meminta Kades, membuat tatanan penyusunan anggaran maupun pencairannya. “Bulan Desember ini, sudah harus membuat action plan di tahun 2020. Sehingga awal tahun sudah ada perencanaan yang matang serta sudag ada pencairan,” katanya. Bupati menandaskan semakin cepat DD dicairkan maka makin cepat pembangunan, masyarakat segera bisa menikmatinya.

Sementara Kepala DPMD, Kabul Tunggul Winarno mengharapkan dengan workshop ini masing – masing desa bisa langsung mengimplementasikan serta mengaplikasikan dengan sistem yang ada di Siskeudes, “Sehingga kontrol dari penggunaan anggaran desa bisa lebih tertib, lancar dan transparan,” kata Tunggul disela acara.

Hadir sebagai narasumber acara kali ini,  Direktur Pengawasan Tata Kelola Pemerintah Daerah BPKP Bea Rejeki Tirtadewi dan Kepala Subauditorat Jawa Timur,  BPK perwakilan Provinsi  Jatim Rusdiyanto serta peserta dari seluruh desa di Kabupaten Ngawi. (nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top