Category archive

Berita - page 41

Sambang Desa, Perkuat Sinergi: Subuh Bergerak Tingkatkan Komunikasi Publik dan Pengawasan Infrastruktur

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 401 views

Program Subuh Bergerak kembali digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi sebagai sarana memperkuat komunikasi publik, memantau kondisi infrastruktur desa, serta memastikan pelayanan masyarakat berjalan efektif. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Mustofa, Dusun Tejo, Desa Keras Kulon, Kecamatan Gerih, Jumat (5/12/2025), dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Forkopimcam Gerih, serta para tokoh masyarakat.

Dalam arahannya, Ony menegaskan bahwa Subuh Bergerak menjadi ruang penting untuk menyerap aspirasi dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menyambung silaturahmi, menyelaraskan program, sekaligus memastikan kebutuhan warga di desa dapat segera ditangani,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Ony juga menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual sebagai fondasi sosial masyarakat. “Nilai-nilai akidah dan syariat perlu terus dijaga agar masyarakat tetap memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.

Usai kegiatan di masjid, seluruh jajaran pimpinan daerah melanjutkan agenda utama berupa vaksinasi hewan ternak, layanan cek kesehatan gratis, serta evaluasi Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) bersama Gapoktan Sri Lestari di wilayah Kecamatan Gerih. Kegiatan ditutup dengan keikutsertaan dalam tradisi adat Sedekah Ngrujaki Mbok Sri sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Rumah Terapi Ceria Adikku Resmi Beroperasi, Akses Rehabilitasi Disabilitas Makin Merata

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Sosial Politik 580 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meresmikan Rumah Terapi Ceria Adikku di Unit Layanan Terapi Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Kamis (4/12/2025). Fasilitas ini dihadirkan untuk memperluas akses layanan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Antok sapaan Wakil Bupati menegaskan bahwa rumah terapi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hak dasar anak-anak disabilitas, terutama di bidang kesehatan dan pemulihan fungsi. “Anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Rumah Terapi Ceria Adikku menyediakan layanan fisioterapi, okupasi terapi, dan terapi wicara, serta terintegrasi dengan layanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Ngawi. Layanan ini diharapkan mempermudah keluarga, khususnya dari wilayah terpencil, dalam mengakses terapi secara berkelanjutan.

Peresmian ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, menjadi penguatan kebijakan inklusi daerah, termasuk melalui dukungan sinergi lima SLB serta pembiayaan BPJS melalui program PBI bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Jawa Timur Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Dra. Ambarina Murdiati, menyebut rumah terapi ini sebagai model layanan untuk mendekatkan akses rehabilitasi sekaligus meningkatkan fungsi gerak, kognitif, dan sosial penerima manfaat.

Sepanjang tahun 2025, sentra tersebut telah menyalurkan asistensi kepada 529 PPKS di Ngawi, terdiri dari 179 penyandang disabilitas, 150 lansia, 63 anak, dan 51 kelompok rentan. Program ini diharapkan mendorong kemandirian serta kesejahteraan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hari Disabilitas Internasional 2025, Ngawi Tingkatkan Layanan Pendidikan Inklusif

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 453 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 dengan menggelar jalan sehat dan pentas seni di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan pendidikan inklusif serta kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Peringatan yang diselenggarakan oleh PKPLK Kabupaten Ngawi bersama satuan pendidikan khusus se-Kabupaten Ngawi ini diikuti ratusan peserta dari sekolah luar biasa (SLB), komunitas disabilitas, orang tua, dan masyarakat umum. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pentas seni, gelar kreativitas peserta didik, serta berbagai hiburan edukatif dan apresiasi peserta.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Hari Disabilitas Internasional menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memberikan kesempatan yang setara serta memenuhi hak-hak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Ngawi yang terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif, peningkatan kreativitas, serta kesejahteraan penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap semakin tumbuh kepedulian masyarakat sekaligus membuka ruang ekspresi dan kepercayaan diri bagi peserta didik berkebutuhan khusus agar mampu berkarya dan berprestasi sesuai potensi yang dimiliki.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Pemkab Ngawi menilai peringatan HDI 2025 ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat layanan pendidikan khusus dan inklusi di Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Agroforestri Pangan dan Perhutanan Sosial Diperkuat, Ngawi Pacu Ekonomi Petani untuk Perlindungan Gunung Lawu

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Pertanian 699 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Penanaman Bersama serta Penyerahan Alat Ekonomi Produktif dan Fasilitasi Agroforestri Pangan di kawasan Monumen Soerjo, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penguatan kelestarian hutan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Jumadi, Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta Wahyudi Ardhyanto, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Kepala BPDAS Solo Ir. A. Kunto Hirsilo, jajaran OPD terkait, Forkopimcam Kedunggalar dan Pitu, serta kelompok tani hutan sebagai penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa kawasan Ngawi ke depan berpeluang masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Lawu. Usulan perubahan status hutan produksi dan hutan lindung menjadi hutan konservasi seluas sekitar 10.200 hektare saat ini tengah diproses melalui tim terpadu yang dipimpin BRIN.

“Jika disetujui, kawasan ini akan memperkuat fungsi konservasi, menjaga daerah tangkapan air, serta menopang keberlanjutan Bengawan Solo,” ujarnya.

Selain aspek lingkungan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis hutan. Petani hutan tidak hanya didorong menanam tanaman kehutanan dan MPTS (Multi Purpose Tree Species), tetapi juga disiapkan untuk masuk pada rantai ekonomi baru, termasuk potensi perdagangan karbon.

“Ke depan, setiap bibit yang ditanam akan kami data untuk proyeksi serapan karbon. Ini membuka peluang tambahan pendapatan bagi kelompok tani selain hasil panen,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menekankan bahwa pengelolaan hutan harus berjalan seimbang antara fungsi ekologis dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, hutan harus tetap lestari sebagai paru-paru lingkungan, namun juga mampu mendukung kedaulatan pangan dan ekonomi warga.

“Hutan harus dijaga kelestariannya, tetapi pada saat yang sama harus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Inilah semangat agroforestri yang kita dorong,” tegas Ony.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga kelompok tani hutan. Dukungan permodalan, perizinan produk, hingga akses perbankan seperti Bank Jatim akan terus diperkuat agar usaha tani hutan semakin berkembang.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan berbasis kawasan hutan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kelompok tani hutan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top