Category archive

Berita - page 15

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Teguhkan Komitmen Melayani dan Mengabdi untuk Masyarakat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 270 views

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Ngawi menjadi momentum bagi Polres Ngawi untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan yang diawali dengan upacara peringatan di Kecamatan Bringin, Rabu (1/7/2026), dilanjutkan dengan penyaluran bantuan pendidikan, bantuan sembako, serta peresmian Sumur Bor Presisi di Desa Gandong sebagai upaya memperluas akses air bersih bagi warga.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengapresiasi jajaran Polres Ngawi yang menghadirkan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara dengan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan Sumur Bor Presisi, penyaluran bantuan sosial, dan bantuan pendidikan mencerminkan komitmen Polres Ngawi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Kami mewakili masyarakat Kabupaten Ngawi mengucapkan terima kasih. Semoga niat baik keluarga besar Polres Ngawi senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ony menjelaskan, kawasan pegunungan karst di Kabupaten Ngawi, seperti Kecamatan Karanganyar, Pitu, Kasreman, dan Bringin, selama ini menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Namun hingga tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menuntaskan penanganan kebutuhan air bersih di 42 desa rawan kekeringan melalui pembangunan sumur dalam. Kehadiran Sumur Bor Presisi di Desa Gandong diharapkan semakin melengkapi layanan air bersih di wilayah yang masih membutuhkan.

“Untuk pemenuhan air bersih relatif sudah tertangani, tinggal beberapa titik yang membutuhkan penambahan, dan ini termasuk salah satunya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama mengatakan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menunjang kesehatan, kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan, melainkan kesempatan untuk semakin mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui pelayanan dan aksi nyata.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami maknai bukan hanya sebagai perayaan semata, namun kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Polres Ngawi akan terus memperkuat kemitraan dan sinergi bersama pemerintah daerah, Forkopimda, Forkopimcam, pemerintah desa, serta berbagai pihak. Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Sumur Bor Presisi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan keamanan dan ketertiban, tetapi juga lewat pelayanan yang humanis, kolaborasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjadi fondasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berdampak.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Sarat Nilai Budaya dan Tradisi, Ganti Langse Perkuat Jati Diri Bangsa di Era Digital

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 271 views

Menyambut Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menggelar tradisi adat Ganti Langse di Palereman Agung Srigati, Desa Pakatan, Senin (29/6/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi jajaran Forkopimda serta diikuti masyarakat setempat tersebut menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya dan jati diri bangsa di tengah perkembangan era digital.

Dalam sambutannya, Bupati Ony mengapresiasi masyarakat dan para sesepuh yang terus nguri-uri atau melestarikan warisan budaya leluhur. Menurutnya, tradisi yang rutin dilaksanakan setiap 15 Muharram atau saat bulan purnama (bulan ndadari) ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan memiliki esensi filosofis yang mendalam bagi kehidupan.

“Ganti Langse ini adalah lambang hijrah. Setahun yang lalu, jika ada salah dan khilaf, maka pada malam hari ini kita berniat untuk mensucikan hati. Kain yang lama diganti dengan yang baru, yang putih, bersih, dan suci,” ujar Ony.

Ia berharap momentum tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.

Lebih lanjut, Ony menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk terus mendukung pelestarian budaya dan kesenian sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

“Di era yang serba digital ini, jangan sampai generasi penerus kehilangan arah dan melupakan jati dirinya. Budaya lokal harus menjadi benteng pertahanan karakter bangsa,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penggantian kain langse secara khidmat oleh para juru kunci bersama masyarakat yang memadati kawasan Palereman Agung Srigati. Melalui tradisi yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap nilai-nilai budaya, semangat persatuan, dan keguyuban masyarakat tetap terjaga sebagai fondasi pembangunan daerah yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perkuat Layanan Kesehatan Mata Inklusif, Pemkab Ngawi Optimalkan Kolaborasi Lewat Program I-SEE

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 221 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan kesehatan mata yang inklusif melalui Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk Menjamin Keberlanjutan Layanan Kesehatan Mata Inklusif untuk Semua Warga Ngawi yang digelar di Aula Notosuman, Senin (29/6/2026).

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan, kesehatan mata merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga layanan kesehatan harus mampu menjangkau seluruh warga, termasuk kelompok rentan.

“Kalau kita bicara inklusivitas, maka pemerintah daerah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat marginal, penyandang disabilitas, serta mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, prevalensi gangguan penglihatan di Kabupaten Ngawi yang mencapai sekitar 4,4 persen atau berada di atas rata-rata nasional menjadi tantangan yang harus direspons melalui penguatan upaya promotif, preventif, deteksi dini, hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan mata.

Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga mendorong percepatan penyusunan Peraturan Bupati sebagai landasan hukum dalam memperkuat kebijakan, perencanaan, dan penganggaran layanan kesehatan mata yang inklusif.

Sementara itu, Direktur Yayasan Paramitra Indonesia, Aisyah, mengatakan Program I-SEE yang berlangsung pada 2024–2027 difokuskan pada penguatan sistem layanan kesehatan mata melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan alat pemeriksaan dasar di puskesmas, pelatihan kader kesehatan dan guru untuk deteksi dini gangguan penglihatan, serta penguatan sistem rujukan.

“Prevalensi gangguan penglihatan di Jawa Timur masih mencapai 4,4 persen. Penanganannya tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan layanan kesehatan mata yang inklusif dapat terus diperkuat sehingga seluruh masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan mata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Inovasi Melesat, AKAR Ngawi 2026 Perkuat Budaya Riset untuk Solusi Pembangunan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 169 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan pentingnya membangun budaya riset dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah saat menghadiri Penganugerahan Ajang Kompetisi Inovasi dan Riset (AKAR) Ngawi Tahun 2026 di Gedung Kesenian Ngawi, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para inovator sekaligus mendorong lahirnya berbagai solusi kreatif bagi kemajuan daerah.

Menurut Ony, budaya riset harus terus ditumbuhkan di lingkungan pemerintah maupun masyarakat. Setiap inovasi harus mampu menjawab persoalan, memiliki unsur kebaruan, mudah diterapkan, serta dapat direplikasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Siapa pun yang melakukan inovasi harus diberikan apresiasi. Ide dan gagasan adalah anugerah yang luar biasa. Ketika inovasi itu diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka manfaatnya akan terus mengalir,” ujar Bupati Ngawi.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah membiasakan budaya menulis, melakukan riset, dan menyusun solusi atas berbagai persoalan. Menurutnya, potensi Kabupaten Ngawi di berbagai sektor perlu terus dioptimalkan melalui inovasi agar mampu menjawab tantangan pembangunan, termasuk di tengah keterbatasan anggaran.

“Setiap permasalahan harus direspons dengan solusi. Kita diberi akal untuk berpikir dan menciptakan inovasi yang bermanfaat. Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, saya yakin berbagai tantangan pembangunan dapat kita hadapi bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Ngawi, Agus Sutopo, mengatakan AKAR Ngawi menjadi wadah untuk menjaring ide, kreativitas, dan hasil riset yang berdampak bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun masyarakat. Tahun ini, kompetisi menghimpun 54 karya inovasi dari perangkat daerah, instansi pendidikan, masyarakat, komunitas, hingga pemerintah desa dalam tujuh kategori.

“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir inovasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan pembangunan di Kabupaten Ngawi,” kata Agus.

Selain memberikan penghargaan kepada para inovator, AKAR Ngawi 2026 juga menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil Kabupaten Ngawi pada Ajang Inovasi Jatim Jagad 2026. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi agar setiap gagasan mampu diwujudkan menjadi solusi nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top