Category archive

Kabar Ngawi - page 75

Kategori untuk berita mengenai Ngawi dan segala yang meliputinya

Pemkab Ngawi, Gelar Rakor Pengendalian Kabupaten Ngawi Triwulan II Tahun 2018

di %s Berita/Kabar Ngawi 735 views

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi mengelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kabupaten Ngawi Triwulan II tahun 2018, rapat ini dibuka secara resmi oleh Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, M. Sodiq Triwidiyanto dan kepala Bappeda Ngawi, Indah Kusuma Wardani bertempat di Gedung Kesenian pada Rabu  (1/8).

Rapat ini digelar untuk mengevaluasi penyerapan anggaran dan kineja, dimana penyerapan ini sendiri belum berjalan secara maksimal. Makanya, kegiatan juga dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Ngawi, juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dari dari masing  – masing OPD. Dalam sambutannya Bupati sampaikan jika ada kendala dalam evaluasi maka perlu dicari jalan keluarnya. “Maka saya minta ada evalusi termasuk kendalanya, namun jika kendala itu dari regulasi yang bisa membuat keraguan maka perlu ada penyerderhanaan regulasi,” ucap Bupati.

Selain itu, dalam rakor ini Bupati juga membahas keberadaan Unit Layanan Pengadaan (ULP), yang melaksanakan pengadaan barang atau jasa yang kredibel dan akuntabel juga membangun sumber daya manusia pengadaan yang berintegritas dan profesional. Bupati berharap ULP mampu menjadi wajahnya Kabupaten Ngawi dengan peraturannya yang transparan dan hingga bisa dikatakan Clean Government.

Selanjutnya, Bupati sampaikan tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bahwa unsur – unsurnya diantaranya adalah usia harapan hidup yang berhubungan dengan kesehatan, kedua tentang lamanya pendidikan dan ketiga daya beli. “Nah, ketiganya ini harus kita dongkrak abis, selain itu angka harapan hidup juga harus meningkat. Termasuk lama sekolah rata-rata harus ditingkatkan, demikian pula daya beli,” tandas Bupati disela sambutannya.

Namun, ada hal yang dianggap Bupati sulit diantara ketiganya ini, yakni daya beli. Makanya perlu adanya peningkatan pembangunan pertanian, UMKM, juga perkembangan wilayah industri, “Ini akan otomatis membuat indeks pembangunan meningkat sehingga pembelipun meningkat,” Jelas Bupati

Sementara Kepala Bappeda Indah Kusuma Wardani meminta seluruh OPD untuk menyampaikan dan menginformasikan secara periodik terkait capaian target kinerja di internal masing – masing, “Karena kita sekarang yang di nilai itu tidak hanya kerja saja atau penerapan fisik dan keuangan tetapi bagaimana OPD itu mengelola Sumber Daya yang ada untuk mencapai hasil sesuai dengan perencanaan dan strategi yang sudah di buat oleh OPD sendiri,” ungkap Danik sapaan akrabnya.

Ditempat yang sama, Sekda Kabupaten Ngawi M. Sodiq Triwidiyanto mengatakan bahwa Kabupaten Ngawi harus bisa wujudkan Negeri Ngawi Ramah, diharapkan kedepannya kebutuhan masyarakat Ngawi dapat terpenuhi oleh warga Ngawi sendiri. “Jadi terwujudnya Negeri Ngawi Ramah dapat menunjukkan kemandirian masyarakat Ngawi serta tidak bergantung dengan wilayah lain,” tutur Mokh. Sodiq. Masih menurut Sekda, untuk menuju kemandirian, kemapanan melalui pengelolaan kekuatan dan potensi sumber daya yang dimiliki perlu adanya inovasi dan upaya dari semua leading sector, termasuk branding-nya. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Gelar Pengambilan Sumpah dan Pengangkatan CPNS Menjadi PNS “Tantangan Makin Berat, PNS Harus Tingkatkan Terus Kompetensinya”

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi 566 views

Bertempat di Pendopo Wedya Graha, Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono mengambil sumpah atau janji dan mengangkat CPNS menjadi PNS sebanyak 58 orang, diantaranya 44 tenaga kesehatan, 10 orang Penyuluh Pertanian, dan 4 Guru, Kamis (19/7) dengan saksi sumpah Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar dan Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto. Juga hadir dalam acara ini Kepala Badan pejabat dilingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya Bupati Ngawi, menegaskan setiap PNS wajib mengangkat sumpah atau janji PNS, “Sumpah ini merupakan pernyataan kesanggupan untuk melakukan kewajiban dan tidak melanggar larangan peraturan perundang – undangan,” tandas Bupati. Menurut Bupati, pengambilan sumpah atau janji ini bertujuan agar aparatur negara ini setia dan taat pada Pancasila dan Undang – Undang 1945, “Selain itu, juga untuk negara dan Pemerintah serta bermental baik, bersih, jujur berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya,” tuturnya.

Disamping, mampu berikan dukungan usaha Pemerintah untuk terciptanya birokrasi berkelas dunia dan sesuai roadmap pembangunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah ditetapkan Pemerintah.

Dikesempatan ini, Bupati juga sampaikan bahwa Pemerintah telah menyusun langkah bertahap menuju birokrasi berkelas dunia, makanya saat ini diterapkan sistem merit, “Sistem yang merupakan kebijakan dan manajemen ASN, yang mendasar kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar,” tutur Bupati. Pun, saat ini ASN memiliki kesempatan yang sama tanpa memberdakan latar belakangnya, “Jadi setiap ASN diberikan kesempatan berkarya dan berprestasi seluas – luasnya,” bebernya.

Makanya ASN diminta untuk berusaha meningkatkan kompetensinya, minimal 20 jam pelajaran dalam setahun. “Peningkatan kualifikasi dan kompetensi ini mutlak diperlukan, karena tuntutan masyarakat terhadap PNS semakin tinggi. Kinerja dan mutu pelayanan harus ditingkatkan, serta tahu perkembangan jaman, kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dan berbahasa asing akan menjadi nilai tambah dan diperlukan,” tandasnya.

Diakhir sambutannya Bupati menghimbau PNS yang telah diambil sumpahnya ini mampu melaksanakan tugas yang dengan tanggungjawab, “Tingkatkan terus kompetensi saudara, karena dimasa mendatang tantangan tidak semakin ringan,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BKPP Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo mengatakan kalau menjadi PNS adalah suatu kehormatan, apalagi ditengah pelaksanaan moratorium penerimaan PNS, sebab Pemerintah telah berikan kesempatan bagi Bidan PTT Kementerian Kesehatan, dan Tenaga Harian Lepas Bantuan Penyuluhan Pertania  dan Guru menjadi PNS. “Merupakan suatu kehormatan  dan penghargaan bagi para PNS yang dilantik karena dulunya mereka merupakan K1, pegawai kontrak dari kementrian kesehatan maupun Kementerian Pertanian yg dimana tahun lalu mereka di angkat menjadi CPNS dan tahun ini diangjat menjadi PNS,” kata Yulianto. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

40 Pejabat Eselon IV ikuti Diklat PIM IV Angkatan 204 Tahun 2018

di %s Berita/Kabar Ngawi/Peristiwa 519 views

Untuk membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat struktural eselon IV, Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali adakan Diklat PIM IV Angkatan 204 Tahun 2018 di Aula Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Jum’at (20/7) lalu yang diikuti 40 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal yang dijadikan pertimbangan diklat ini adalah untuk membentuk sosok-sosok pemimpin birokrasi yang memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan kegiatan instansi dan memimpin pelaksanaan kegiatan tersebut.

Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 204 Tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Bupati Ngawi, Ir, Budi Sulistyono di Aula Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Jum’at (20/7) lalu yang diikuti 40 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain Bupati Ngawi, Diklat PIM ini dihadiri Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo, Sekretaris Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Dr. Sucipto, SH., M.Si, Perwakilan Widyaiswara Bandiklat Provinsi Jatim, Tutik Purwaningsih, Leader Officer (LO) Bandiklat Provinsi Jatim dan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Acara di awali laporan panitia penyelenggara, Kepala BKPP Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo bahwa Diklat PIM IV Angkatan 204 ini akan dilaksanakan selama 94 hari efektif mulai tanggal 20 Juli sampai dengan 9 Nopember 2018 dengan system on class (classical) dan off class (kembali ke instansi masing – masing). “Diklat ini diikuti 40 orang peserta yang berasal dari 21 OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi,” jelas Yulianto Kusprasetyo. Masih menurut Yulianto, selain pembelajaran didalam kelas, peserta juga akan mengikuti benchmarking ke best practice ke Kabupaten Magelang, “Dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus ssampai dengan 1 September 2018,” ungkapnya.

Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pejabat struktural eselon IV mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam membuat perencanaan kegiatan instansi dan memimpin bawahan serta seluruh pemangku kepentingan strategis secara efektif dan efesien. “Tugas ini menuntut pejabat eselon IV memiliki kompetensi kepemimpinan operasional, termasuk kemampuan membuat perencanaan kegiatan dan serta memobilisasi bawahan dan pemangku kepentingan strategis dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan,” terang Bupati.

Masih menurut Bupati Diklat PIM IV ini adalah suatu ruang yang bersifat inovatif, karena peserta diklat tidak hanya dibekali materi diklat kompetensi juga diberikan ruang untuk menerapkan kompetensinya. “Disamping itu, peserta diklat dituntut untuk menunjukkan kinerjanya dan memimpin perubahan tersebut sehingga mampu memberikan hasil signifikan dalam pencapaian sasaran dan peningkatan kinerja intasinya,” jelasnya.

Diakhir sambutan Bupati berikan pesan kepada peserta diklat untuk mengikutinya dengan sebaik – baiknya sehingga dapat mengambil manfaat setelah kembali baik secara pribadi maupun pejabat pemegang amanan rakyat, “Menjadi pimpinan itu nggak gampang tapi harus mampu memotivasi bawahan menjadi lebih inovatif dan kreatif,” harap Bupati.

Kemudian acara dilanjutkan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Ngawi dan pembacaan Pakta Integritas dan Penandatangan Simbolis oleh Kepala BKPP Ngawi, dan Kepala Bandiklat Prov. Jatim. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Kabupaten Ngawi, Raih Penghargaan Pencapaian Peningkatan Produksi Padi Tingkat Nasional “Bupati Ngawi, Dapatkan Anugrah Pin Emas Kementan”

di %s Kabar Ngawi 757 views

Di hari Jadinya yang  ke 660, kembali Kabupaten Ngawi raih penghargaan tingkat nasional, kali ini adalah Penghargaan Pencapaian Peningkatan Produksi Padi. Penghargaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS. DAA kepada Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono berupa pin emas pada acara Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai Provinsi Jawa Timur, dan Persiapan Penyusunan angka ramalan (Aram) I tahun 2018 di Hotel Aria Gajayana Malang, Kamis (12/07).

Penghargaan yang diberikan Kementerian Pertanian ini didasarkan pada Evaluasi Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi padi, jagung dan kedelai Tahun 2017 yang mengalami peningkatan produksi dari tahun sebelumnya di seluruh Indonesia. Menurut Bupati saat ditemui usai acara pembukaan Rapat Koordinasi Pengendalian Triwulan II di Gedung Kesenian, Rabu (1/8), mengatakan penghargaan ini didapatkan karena Kabupaten Ngawi, mampu mengkonversikan program pemerintah pusat, “Konsentrasi kita terhadap kedaulatan pangan yang digagas Pemerintah pusat cukup besar, bagaimana kita meningkatkan hasil padi dan luas wilayah tanam sekaligus mengurangi mata rantai import beras cukup besar,  ” kata Bupati.

Bupati juga sampaikan untuk bisa mencapai kedaulatan pangan seperti yang diinginkan  sebenarnya kuncinya selalu melakukan komunikasi dengan kelompok tani, disamping itu juga mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian pupuk kimia, karena selama ini cukup besar penggunaannya. “Makanya sedikit demi sedikit kita kurangi agar ketergantungan itu ada atau terlalu banyak,” ungkap Budi Sulistyono. Hingga muncul ide petani organik, dengan teori obat nyamuk. “Kalau satu ikut, sekitarnya pasti juga akan mengikutinya,” lanjutnya.

Masih menurut penuturan Bupati, pertanian organik mampu menangkal jika ada inflasi termasuk di daerah “Pertanian organik lah yang tahan inflasi termasuk di Kabupaten Ngawi. Hal inilah yang mendapat perhatian, walaupun kita hanya dapatkan nominasi, tapi cukup membanggakan,” ujarnya.

Disinggung soal lahan pertanian yang belakangan banyak gunakan untuk permukiman ataupun industri, Bupati Ngawi katakan bahwa hal itu tidak dapat dihindari karena perkembangan saat ini. “ Yang kita tekankan adalah bagaimana memperluas lahan tanamnya bukan luas lahannya,” tandasnya. Strateginya dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif secara optimal, “Meskipun banyak lahan kita ini terkurangi jalan tol, tapi dengan pemanfaatan itu kita mampu menambah 10 ribu hektar luas tanam. Disamping itu, kita juga adakan kerjasama dengan Perhutani, untuk bisa dimanfaatkan lahannya yang belum ditanami jati,” beber orang nomor satu di Ngawi ini.

Meningkatnya produksi padi tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan program peningkatan LTT Kabupaten Ngawi pada tahun 2017, bahwa Kabupaten Ngawi mampu menambah luas tanam padinya. Bupati berharap dengan penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi padi serta juga komoditi pertanian lainnya karena Kabupaten Ngawi miliki potensi di bidang pertanian. Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten/Kota se Jawa Timur. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top