Category archive

Bakohumas - page 37

Badan Koordinasi Kehumasan di wilayah Kabupaten Ngawi

Pengurus Baru PPDI Ngawi Dikukuhkan, Sinergi Desa dan Pemda Diperkuat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 608 views

Perangkat desa memegang peran strategis dalam memastikan program pembangunan daerah berjalan hingga tingkat paling bawah. Untuk memperkuat peran tersebut, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pengukuhan pengurus masa bakti 2025–2030 di Gedung Kurnia Convention Hall, Ngawi, Kamis (18/12/2025).

Pengurus baru PPDI Kabupaten Ngawi dikukuhkan oleh Wakil Ketua I PPDI Provinsi Jawa Timur, disaksikan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok), Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko, serta perwakilan perangkat desa se-Kabupaten Ngawi.

Wakil Bupati Ngawi dalam sambutannya menegaskan bahwa perangkat desa merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus pelaksana langsung berbagai program pembangunan daerah.

Ia mendorong PPDI menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga berperan aktif dalam membantu penyelesaian persoalan pelayanan publik di tingkat desa.

“Sinergi antara PPDI dan pemerintah daerah sangat penting untuk mewujudkan tata kelola desa yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Antok.

Sementara itu, Ketua DPRD Ngawi menyatakan dukungan penuh terhadap kepengurusan PPDI periode 2025–2030. Ia berharap organisasi ini mampu menyalurkan aspirasi perangkat desa secara konstruktif serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat desa.

Melalui Musda dan pengukuhan ini, PPDI Kabupaten Ngawi diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas perangkat desa, menangani persoalan di tingkat akar rumput, serta mendorong pembangunan desa yang berorientasi pada kepentingan publik.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Santri Berdaya Perkuat UMKM Pesantren, Ngawi Raih Penghargaan OPOP Jatim

di %s Agama/Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 692 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur dengan meraih Penghargaan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau Antok, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam memberdayakan santri untuk memperkuat UMKM pesantren.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam agenda Eko Tren OPOP yang digelar di Auditorium Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Lantai 11 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (17/12/2025).

Program OPOP merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren berbasis potensi lokal. Di Kabupaten Ngawi, program ini diimplementasikan melalui pemberdayaan santri dalam pengembangan produk unggulan pesantren, penguatan UMKM santri, fasilitasi perizinan usaha, serta dukungan akses pembiayaan dan pemasaran.

Antok menyampaikan bahwa santri memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi pesantren. Dengan dibekali edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas serta keterampilan kewirausahaan, santri diharapkan mampu menciptakan produk bernilai jual tinggi dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar pesantren.

“Program OPOP mendorong santri untuk lebih berdaya dan mandiri melalui pengembangan UMKM pesantren. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Pemkab Ngawi berharap implementasi program OPOP terus berkelanjutan dan berdampak nyata untuk memperkuat UMKM pesantren, meningkatkan kapasitas santri, serta menciptakan ekosistem ekonomi pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Tuan Rumah Apel Relawan PMI, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Timur

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 418 views

Ratusan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) mengikuti Apel Hari Relawan PMI dan Pelantikan Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 di Benteng Pendem Ngawi, Selasa (17/12/2025), untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, jajaran pengurus PMI se-Jawa Timur, serta ratusan relawan PMI.

Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla menegaskan bahwa kekuatan PMI terletak pada sinergi antara pengurus dan relawan sebagai ujung tombak pelayanan kemanusiaan. Ia juga menekankan prinsip kesiapsiagaan PMI dalam merespons bencana, dengan target kehadiran relawan maksimal enam jam setelah bencana terjadi.

“Dalam setiap bencana, relawan PMI harus sudah berada di lapangan maksimal enam jam setelah kejadian. Kecepatan ini sangat menentukan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran PMI Jawa Timur yang dinilai konsisten dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana hingga layanan donor darah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Ngawi terhadap PMI sebagai mitra strategis dalam penanganan kebencanaan dan pelayanan sosial. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat respon darurat dan memperkuat ketahanan masyarakat.

Pelantikan pengurus baru PMI Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas daerah serta meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan bagi masyarakat Jawa Timur.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Gelar Budaya Minggu Kliwonan Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 512 views

Seni tradisi masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menjaga kebudayaan lokal. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Gelar Budaya Minggu Kliwonan yang dilaksanakan di Kompleks Kepatihan Ngawi, Minggu (14/12/2025), sekaligus menggerakkan roda perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Untuk kedua kalinya, agenda ini menjadi ruang temu komunitas seni dan wadah ekspresi budaya yang berkesinambungan. Kegiatan Minggu Kliwonan kali ini dimulai dengan Festival Dalang yang diikuti tujuh peserta dari jenjang SD dan SMP, dilanjutkan dengan pagelaran Wayang Thoprak, serta turut dihadiri Anggota DPR RI Budi Sulistyono, jajaran perangkat daerah, camat, dan perangkat desa.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan realisasi aspirasi komunitas seni di daerah.

“Kegiatan Minggu Kliwonan ini menjadi ruang bersama bagi komunitas seni untuk terus berkarya, sekaligus sarana menjaga keberlanjutan seni tradisi agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Minggu Kliwonan berlandaskan tiga tujuan utama, yakni penguatan komunitas seni, penyediaan wadah ekspresi seni yang berkesinambungan, serta pelestarian budaya melalui pencarian dan pembinaan bibit-bibit talenta seni, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Kabul Tunggul Winarno menyebutkan bahwa fasilitas di Kepatihan akan terus ditingkatkan. Renovasi pendopo induk dan penambahan sarana penunjang direncanakan pada tahun anggaran mendatang agar kawasan tersebut semakin representatif sebagai pusat kegiatan budaya.

Selain aspek budaya, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami kegiatan di Kepatihan ini bisa berdampak ekonomi bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil,” kata Kabul.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Minggu Kliwonan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap pelestarian seni tradisi lokal dapat terus berlanjut, sekaligus menjadi angin segar bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top