Bupati Ngawi Tinjau Vaksinasi di Ponpes, Berharap Kab. Ngawi Segera Capai Herd Imunity
Pemerintah Kabupaten Ngawi terus lakukan upaya percepatan Herd Imunity dengan vaksinasi secara masif.
Kali ini, vaksinasi dilakukan secara serentak disejumlah pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya, Sabtu (11/09/21), sementara untuk wilayah Kabupaten Ngawi dipusatkan di Ponpes Modern Gontor Putri yang ditinjau langsung Komandan Korem 081/Madiun (Inf) Waris Ari Nugroho didampingi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Komandan Kodim 0805 Ngawi Letkol Inf Totok Prio Kismanto, perwakilan dari Polres Ngawi dan pimpinan OPD terkait.
Melalui video konferensi Komandan Korem 081/Madiun (Inf) Waris Ari Nugroho menyampaikan laporannya kepada Panglima TNI bahwa di Kabupaten Ngawi terus melakukan vaksinasi untuk terciptanya herd immunity.
Selain itu, Waris juga mengatakan dengan upaya yang dilakukan oleh jajaran Forkopimda Ngawi diharapkan bisa terus menekan upaya pertumbuhan virus Covid-19 sekaligus bisa menurunkan level PPKM ke level 1 yang saat ini sudah level 2, dengan harapan aktivitas bisa berjalan dengan baik “Serta melakukan pola kehidupan baru yang selalu menerapkan prokes disetiap aktivitasnya,” katanya.
Sementara itu Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono melalui vidcon juga menyampaikan laporan kondisi terkini di Kabupaten Ngawi yang masuk ke level 2.
Disampaikan Ony Anwar bahwa vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Ngawi telah mencapai 38 persen, sedangkan dosis ke 28 persen. Selain itu, Bupati Ngawi juga mengungkapkan bahwa BOR di empat RS rujukan di Kabupaten Ngawi mengalami penurunan, “Yang tadinya sejumlah 350 pasien sekarang tinggal 20, dan Isoter di Ngawi juga sudah kosong. Hal ini menandakan tingkat terpaparnya virus Covid-19 sudah rendah,” ujarnya.
Dengan menurunnya status level PPKM Kabupaten Ngawi dari level 3 menjadi level 2, Bupati Ngawi berharap masyarakat tidak bereuforia serta mengabaikan prokes, “Sebaliknya pemerintah akan terus melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat yang ditargetkan lebih dari 50 persen agar Kabupaten Ngawi bisa cepat menuju herd immunity,” tandasnya. (Kominfo)
DPRD Kabupten Ngawi Gelar Rapat Paripurna dengan Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD dan Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi- Fraksi DPRD serta Pengambilan Keputusan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2021, Rabu (01/09/21) di Aula DPRD Ngawi.
Bupati juga mengapresiasi sinergi dan kolaborasi antara eksekutif dan legeslatif sehingga pelaksanaan rancangan pada perubahan APBD dapat lebih detail ” Dengan mencermati secara detail perubahan yang sangat fundamental sehingga kita bisa mewujudkan anggaran untuk kepentingan program-program yang ada di Kab Ngawi secara efektif dan efisien” imbuhnya.
Bertempat di Gedung Eka Kapti, Senin (01/09/21) Korps Pegawai Negeri (KORPRI) Ngawi melalui KORPRI Peduli menyalurkan bantuan sosial berupa paket Sembako untuk komite seniman dari berbagai profesi yang terdampak PPKM ini.
Kali ini ada 1.733 paket sembako yang akan dibagikan ke komite seniman, yang sebelumnya menurut Sekda Ngawi telah dilakukan pedataan pelaku seni yang ada di Kabupaten Ngawi. “Dengan bantuan ini, jangan dilihat dari bentuk atau perolehan yang dapat, tetapi kegiatan ini sebagai bentuk simpati dan empati dari kita dalam menghadapi situasi pandemi Covid – 19 yang belum berakhir,” lanjutnya.
Untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dari pusat hingga daerah utamanya dalam pencegahan korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi bersama dengan kementerian dalam negeri dan BKPP launching pengelolaan Monitoring Center Prevention (MCP) diikuti oleh seluruh kepala daerah se Indonesia.
MCP dilaunching oleh Mendagri, Tito Karnavian Selain itu, Kemendagri juga melaunching aplikasi sistem informasi pengawasan Inspektorat Jenderal (SIWASIAT) yang berisi e-audit e-TLHP, e-dupak (aplikasi penilaian angka kredit pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah), dan e-dumas (aplikasi pengaduan masyarakat yang terintegrasi dengan SPAN LAPOR) yang semua bakal diintegrasikan secara bertahap dengan sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD).