Author

Isni Maria - page 6

Isni Maria has 215 articles published.

Dinkop UMKM dan Perindustrian Ngawi, Gelar Sosialiasi Perkoperasian

di %s Tekno Sains 65 views

Dinas Koperasi,Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Ngawi gelar Sosialisasi Perkoperasian di Kurnia Convention Hall, Senin (25/11). Selain 700 peserta dari, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Ngawi Ony anwar, Plt. Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian, Muhammad Taufik bersama dua narasumber yang berasal dari Dinkop dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ahmad Rizaldi dan Aditya Hardiawan.

Muhammad Taufik dalam sambutannya mengatakan sosialiasasi ini sebagai upaya pemerintah dalam peningkatan kualitas Koperasi yang ada di Kabupaten Ngawi. “Dalam sosialiasasi ini narasumber akan menyampaikan terkait regulasi perkoperasian tentang digital ekonomi guna menambah wawasan bagi pelaku Koperasi,” ungkapnya.

Menurut Taufik Koperasi sebagai penyangga utama perekonomian dari, oleh, dan untuk anggotanya. Selain itu, katanya Koperasi akan berkembang dengan kualitas baik  jika berkolaborasi dengan teknologi yang berkembang saat ini, tepatnya digitalisasi Koperasi, “Koperasi akan semakin maju dengan kualitas dan pelayanan yang prima apabila bisa bertransformasi menjadi digital,” imbuhanya.

Sementara Wabup Ony Anwar berharap adanya transformasi serta sinergi dengan peraturan perekonomian yang mengarah pada digitalisasi, “Sehingga membuat Koperasi lebih maju,” katanya.

Selain itu, Wabup menginginkan adanya transformasi terkait digital ekonomi, “Jadi ada finansial teknologi ada kanal dagang yang baru secara digital, diharapkan Koperasi berkembang kerarah sana dan tidak ketinggalan terutama terkait ekonomi kemasyarakatan” katanya.

Ony Anwar, berharap di era digitalisasi saat ini IT bisa memfasilitasi kegiatan perkoperasian yang ada di Kabupaten Ngawi untuk menunjang aktifitas perkoperasian   “Diharapkan  programnya nanti semakin inovatif dan punya kreatif.  Sehingga pelayanan kepada masyarakat itu bisa lebih ditingkatkan,” tuturnya. (allteam/kominfo)

Hari Aids Se Dunia, Wabup Sampaikan Pentingnya Peran Komunitas Dalam Penanggulangan Dan Pencegahan Hiv/Aids

di %s Tekno Sains 91 views

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam tiga dekade terakhir ini meningkat. sehingga menjadi sebuah epidemik terburuk saat ini. Infeksi akibat virus ini dapat menyebabkan sindrom Aquired  Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penyakit mematikan ini mampu memberikan impact besar, baik terhadap individu itu sendiri, kultur, demografi, ekonomi bahkan sampai politik.

Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan data UNAIDS, pada akhir 2018 sebanyak 37,9 orang di dunia hidup dengan HIV dan 770.000 orang meninggal karena AIDS.

Pada 1988 pertama kali dicetuskan hari AIDS sedunia dan diperingati setiap 1 Desember oleh James W. Bunn dan Thomas Netter yang bekerja di World Health Organization (WHO), untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap HIV.

Tahun ini HAS mengangkat tema global Communities Make The Difference yang dimaknai pentingnya peran komunitas, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam penanggulangan AIDS, yaitu dalam pemberian layanan HIV, penegakkan hak asasi manusia, dan pendampingan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dalam pengobatan.

Dan, peringatan tahun ini menjadi kesempatan untuk mengetahui peran yang dilakukan masyarakat dalam penanggulangan AIDS di dunia.

Untuk HAS 2019, Indonesia mengadopsi tema Bersama Masyarakat Meraih Sukses. Melalui tema ini Kementerian Kesehatan RI, bersama seluruh mitra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meraih sukses mencapai 3 zeroes pada 2030, yakni tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian yang disebabkan karena HIV/AIDS dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA.

Di Kabupaten Ngawi, Dinas Kesehatan menggelar rangkaian acara kegiatan HAS 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS yang dipusat di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Minggu (1/12).

Kegiatan yang di awali dengan jalan sehat dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  Ngawi, Ony Anwar bersama Wakapolres Ngawi, Hartono dan Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Yudhono.

Ony Anwar mengatakan kunci tercapainya zero AIDS 2030 berasal dari kesadaran masyarakat sendiri. “Ketika masyarakat dengan sadar memeriksakan screening terhadap HIV AIDS itu semakin banyak terbantu,” katanya. 
Seperti yang disampaikan Wabup, di Kabupaten Ngawi terdapat 4 Puskesmas dan 1 rumah sakit yang memiliki layanan VCT yang siap melayani pengobatan bagi pasien HIV/AIDS. “Jadi obatnya disediakan dan terapinya akan dikawal oleh Dokter. Dengan begitu kita bisa mencegah dan mengobati seluruh masyarakat Ngawi yang terkena HIV/ AIDS,” lanjutnya.

Wabup menambahkan dukungan sebaya atau orang yang sudah terjangkit virus ini, memiliki peran penting dalam menemukan sesama orang yang terjangkit HIV/AIDS. “Jadi kelompok dengan dukungan sebaya atau yang sudah terjangkit HIV itu bisa berkelompok membangun komunitas, itu sebagai kunci dalam menemukan saudara – saudara kita yang terjangkit HIV, makanya kolompok dukungan sebaya ini patut kita fasilitasi,” tambahnya.

Selain itu, juga disampaikan bahwa dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyakit menular ini Pemkab Ngawi gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, terutama yang berkaitan dengan penularan serta penanganan penyakit ini. “Terutama di lokus – lokus tertentu yang sudah terdeteksi dari kelompok teman sebaya. Maka, sosialisasi akan terus dilakukan disini,” ungkapnya.

Wabup perpesan masyarakat Ngawi ikut serta dalam mencegah penularan penyakit yang merusak imunitas tubuh ini. “Masyarakat kita semakin paham dan peduli tentang  HIV AIDS  jadi kita tidak menjauhi orangnya tapi kita menjauhi penyakitnya, kita tetap bisa berdampingan dengan baik meskipun tejangkit virus AIDS,” tegasnya.

Selain jalan kegiatan lain dalam peringatan HAS 2019 ini, diantaranya senam bersama, mobile VCT, pemerikasaan laboratorium gratis. Sementara untuk rute  jalan sehat, start – finish di Alun – Alun Merdeka Ngawi melawati Jalan Jaksa Agung Suprapto – Jalan Thamrin – Jalan Yos Sudarso – Jalan  PB Sudirman – Jalan Trunojoyo – Jalan Tamrin Barat – Jalan Imam Bonjol. (allteam/kominfo)

Kabupaten Ngawi Tuan Rumah Perdana FBA 2019 Wabup Ony Anwar : Energi Positif Berkembangnya Seni Budaya Serta Destinasi Wisata Di Jatim.

di %s Seni Budaya 71 views

Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Festival Budaya Agraris (FBA) 2019 yang digelar Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, mulai Kamis – Sabtu (28 -30/11). Wakil Bupati, Ony Anwar didampingi Kadis budpar Jatim, Sinarto membuka rangkaian kegiatan acara ini di Benteng Van Den Bosch, Kamis (28/11) secara simbolis dengan penyerahan Pataka dan pemukulan kentongan dan dilanjutkan dengan pagelaran seni pertujukan.

Selain itu, dalam acara ini juga ada sarasehan budaya, pada Jumat (29/11) di Gedung Kesenian dan pameran produk seni budaya dan pariwisata mulai hari Kamis – Sabtu (28-30/11)  di halaman Benteng Van den Bosch.

Menurut Sinarto, FBA ini adalah wadah untuk menggali dan mempromosikan budaya, khususnya di wilayah agraris, “Untuk daerah pesisir utara, kita memiliki event FKPU (Festival Kesenian Pesisir Utara). Sedangkan untuk daerah pesisir selatan, kami memiliki event FKKS (Festival Kesenian Kawasan Selatan). Sebab itu, untuk memfasilitasi daerah di luar kawasan pesisir utara maupun selatan, dilaksanakanlah event Festival Agraris,” jelasnya.

Kadis budpar menambahkan festival yang bertajuk Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera, red) ini merupakan cara pemrov Jatim untuk mengembangkan basis ekonomi dari pariwisata yang ada di wilayah Jatim. “Tema ini merujuk pada potensi masyarakat agraris di wilayah tengah Provinsi Jatim melalui pedekatan sosial budayanya dan tradisi yang dimiliki serta berkembang di daerah masing – masing. Dengan kekhasannya bisa dijadikan dasar untuk pijakan kreatifitas para pelaku seni,” lanjutnya.

Sinarto berharap FBA 2019 mampu berdampak positif bagi semua Kabupaten/ Kota. Sebab, event ini tidak hanya sebagai ajang pameran potensi daerah masing – masing tetapi sarana bertukar ide kreatif dalam memajukan daerahnya. “Simbiosis mutualisme ini akan memunculkan pikiran kreatif, semoga festival ini memberikan dampak baik untuk Jawa Timur,” tuturnya. Dikesempatan ini, Kadis budpar juga mengenalkan keunggulan wisata Kabupaten Ngawi yang wajib dikunjungi karena keindahannya serta kebersihannya, “Saya bangga, dengan potensi wisata Ngawi, salah satunya Srambang, itu bagus lho !, Semoga akan muncul Srambang – Srambang lain. Dan, yang hebat ditempat itu adalah kebersihannya,” pungkasnya.

 Sementara Ony Anwar dalam sambutannya menyampaikanu capan terima kasihnya, pasalnya Kabupaten Ngawi terpilih menjadi tuan rumah untuk acara yang digelar pertama kali ini.  “Berterima kasih dan bersyukur karena Kabupaten Ngawi, kembali menjadi yang pertama untuk tuan rumah pagelaran budaya dan seni Provinsi Jatim,” ungkapnya.

            Selain berharap acara ini berdampak pada pengembangan potensi agraris di Jatim, Wabup juga ingin acara ini menjadi wadah silaturahmi dari 16 Kabupaten/ Kota se Jatim, “Bisa saling bertukar ide, gagasan, menginformasikan kesenian serta kebudayaan, tempat wisata. Juga menjadi energi positif semakin berkembangnya kegiatan seni budaya serta destinasi wisata di Jatim. Insya Allah, semakin hari semakin maju,” tuturnya.

Gelaran pertama FBA 2019 di ikuti 16 Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa Timur yang tidak memiliki garis pantai, diantaranya Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Kota Batu, Kota Blitar, Bondowoso, Kota Malang dan Ponorogo. Adapun, setiap daerah yang ikut akan menampilkan pagelaran seni pertunjukan., pameran kerajinan seni dan kuliner yang di pamerkan di setiap stand yang di sediakan. (allteam/Kominfo)

Tingkatkan Kompetensi Guru, Dindik Ngawi Gelar Diklat SLCC Wabup Ony Anwar, Minta Rubah Metode Belajar Lama

di %s Pendidikan 195 views

Revolusi industry 4.0 memiliki pengaruh yang sangat besar dalam setiap lini kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan salah satunya guru. Meskipun profesi guru ini tidak mendapatkan pengaruh yang signifikan dengan situasi sekarang, namun guru tidak lantas terlena dengan keadaan yang ada, tetapi dituntut terus meng– upgrade diri agar bisa menjadi guru yang mampu menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Pun, yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dalam memenuhi standart kualitas guru di era teknologi dan informasi yang mendominasi metode pembelajaran saat ini dengan menggelar Diklat Smart Learning And Character  Center (SLCC) di Aula Notosuman, Kamis (28/11).

SLCC merupakan lembaga pengembangan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan guru, terkait pembelajaran dan pembentukan karakter melalui teknologi informasi. Acara ini dibuka Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar bersama Kepala Dindik Ngawi, Abimanyu, Ketua PGRI Ngawi, Ismono.

Wabup mengatakan pentingnya diklat bagi guru di Kabupaten Ngawi dan harus disosialisasikan untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajar. Menurut Ony Anwar hadirnya teknologi dan informasi saat ini harus bisa dimanfaatkan untuk metode belajar anak sebab dirasa ini lebih mudah diserap anak seperti audio visual atau studi lapang. “Sehingga metode lama yang dirasa membosankan bagi anak didik itu mulai ditinggalkan,” katanya.

SLCC seperti yang diutarakan Wabup adalah salah satu program pemerintah untuk memberikan pendidikan karakter pada anak. “Dalam hal ini, kita menciptakan generasi penerus yang memiliki karakter, berbaik budi pekerti luhur dan bisa berfikir inovatif.  Jadi anak- anak kita jangan dibebani lagi dengan banyaknya hafalan – hafalan yang mungkin membosankan,” tegasnya. Wabup mengharapkan dalam belajar anak ada interaksi dalam berkomunikasi serta ditunjang IT.

Kedepan Ony Anwar ingin adanya perubahan dalam proses belajar mengajar agar lebih fun, sehingga mampu menghidupkan suasana yang lebih gembira.  “Maka character building – nya masuk, sains juga lebih mudah masuk ke anak. Dengan begitu anak diharapkan bisa berfikir inovatif serta berdaya saing yang tinggi,” tandasnya.

Diklat SLCC terbagi menjadi dua gelombang yakni tanggal 28 – 29 Nopember 2019 dan gelombang kedua-3 Desember 2019 mendatang dengan sistim pembelajaran di dalam ruangan serta dilaksanakan di lembaga masing – masing.(nf/kominfo)

1 4 5 6 7 8 54
Go to Top