Author

Isni Maria - page 36

Isni Maria has 160 articles published.

Pemkab Ngawi Gelar Senam Lansia Massal dan Launching UPT Bima Sakti “Tua Berguna dan Berkualitas”

di %s Olahraga 72 views

Sekitar 2.130 peserta Lanjut Usia (Lansia) tampak ikuti Senam Lansia memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ngawi  ke-660 yang digelar di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (14/07). Tak hanya kaum lansia saja, Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ony Anwar, Sekretaris Daerah M Sodiq Triwidiyanto , Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi juga turut dalam senam massal ini.

Senam Lansia ini memang dirancang khusus bagi lansia dengan gerakan  sederhana, yang bertujuan menguatkan metabolisme tubuh sekaligus mencegah datangnya penyakit dan mengurangi penggunaan obat. Pun, Pemerintah Kabupaten Ngawi, mewujudkan kepeduliannya pada masyarakat lansia dan tagline ““Tua Berguna dan Berkualitas” pada Lansia, saat ini membentuk Pos Pelayanan Terpadu Lansia, yang nantinya akan menangani pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan Lansia, disamping mendekatkan dan meningkatkan komunikasi dan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan antara masyarakat usia lanjut.

“Apa bila di temukan lansia – lansia yang kurang sehat itu langsung ada penanganan sendiri dari tim kesehatan mulai dari puskesmas sampai rumah sakit,” kata Bupati dalam sambutannya. Lebih lanjut, Bupati berharap para lansia terus bisa menjalankan aktifitas berolahraga maupun kegiatan lain yang bisa membuat sehat dan gembira sehingga usia harapan hidup makin meningkat. “Senam lansia ini utamanya untuk kita mengupayakan kaum lansia ini tetap sehat. Dan, dengan aktivitas kegembiraan olahraga dan yang lainnya ini akan membuat lansia selalu sehat dan rukun, bersilaturahmai bersama – sama, sehingga usia harapan hidup ini makin hari makin meningkat,” tuturnya.

Selain senam lansia, di acara ini Pemkab Ngawi juga melauching Unit Pelayanan Terpadu Bina Masyarakat Menuju Sejahtera dan Mandiri (UPT Bima Sakti yang diprakarsai Dinas Sosial Kabupaten Ngawi. Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Tripujo Handono UPT Bima Sakti adalah suatu pelayanan dengan menggabungkan semua elemen Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang tergabung dalam penanggulangan kemiskinan  terpadu, efektif dan efesien. “Jadi ada perumahan kemudian ada kesehatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemberian modal usaha dan seterusnya. Tidak kalah penting di UPT Bima Sakti ini, juga tersedia segala macam layanan pengaduan maupun keinginan warga untuk memperoleh atau mengakses program kegiatan penanggulangan,” jelas Tripujo Handono Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi

Sementara Bupati Ngawi juga sampaikan bahwa Bima sakti ini merupakan akses terbuka terhadap masyarakat, kalau ada yang merasa dirinya tidak mampu secara ekonomi, pendidikan, kesehatan dan rumah layak huni. Maka kita akan langsung memberikan fasilitas untuk mereka yang merasa dirinya kurang, maka itu semua ada unit terpadu yang sementara di kelola oleh dinas sosial dan dinas sosial akan bekerjasama dengan seluruh OPD yang ada,” imbuh Bupati disela acara.

Semua yang datang dalam acara ini nampak antusias, apalagi saat dilakukan pengudian doorprizei, namun ada yang lebih penting lagi dari acara ini yakni kepedulian Pemerintah Kabupaten Ngawi pada masyarakat lanjut usia untuk terus meningkatkan kesehatan lansia, sekaligus menjadi ajang silaturahmi. (kominfo)

Pemkab Gelar Tirakatan Hari Jadi Ngawi ke 660, dengan Doa Bersama

di %s Hari Jadi Ngawi 659/Peristiwa 87 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar malam tirakatan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke 660 Kabupaten Ngawi, Jumat, (6/7) di di Pendopo Wedya Graha. Acara yang telah menjadi tradisi ini dihadiri oleh Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, serta pejabat dilingkup Pemkab Ngawi.

Acara yang dibuka oleh Bupati Ngawi ini dimulai pukul 19.45. Menurut Bupati, tirakatan  ini adalah wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa saat ini Ngawi telah melampui usia ke 660 tahun, “Ya, para alim ulama, tokoh agama dan masyarakat kita hadirkan disini, untuk bersama – sama melakukan doa bersama, agar kedepan sesuai cita – citanya Kabupaten Ngawi lebih bisa melayani dan mensejahterakan masyarakat lebih baik lagi” kata Bupati usai acara.

Selain itu, Bupati juga sampaikan bahwa kedepan Kabupaten Ngawi, semakin bisa meningkatkan pembangunan yang lebih baik lagi, selain itu, Bupati berharap adanya partisipasi masyarakat, jika tidak ada itu maka tujuan pembangunan itu sendiri tidak akan terwujud.

Kemudian acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin KH. Abdul Salam, dan acara diakhiri secara simbolis dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati dan Wabup. Malam tirakatan ini juga digelar diseluruh desa di Kabupaten Ngawi. (kominfo)

 

Apkasi 2018, Ngawi Kenalkan Produk Unggulan Ngawi “Tingkatkan Kreatifitas dan Produktifitas untuk Bersaing Dalam Pasar Global”

di %s Kerajinan/Seni Budaya/Teknologi Informasi/Wisata Ngawi 125 views

TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Indonesia (Apkasi) dengan mengambil tema “ Upaya Daerah menuju Kedaulatan Pangan Nasional “di ICE (Indonesia Convention Exhibition ) BSD Grand Boulevard Raya, BSD City, Tangerang, Jumat(6/7) pagi.

Rakernas tahun ini dikemas dalam bentuk “Apkasi Otonomi Expo 2018 : Trade, Tourism and Investment” dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah dalam Merebut Pasar Global. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Juli 2018. Diperkirakan jumlah peserta dan pengunjungnya bisa mencapai sekitar 10 ribu orang.

Usai membuka acara Rakernas ke XI Presiden Jokowi,juga sempat berkunjung di beberapa stan yang ada dipameran ini, dan salah satunya stan Kabupaten Ngawi. Jokowi disambut langsung Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, yang dari pagi berada distan. Di kesempatan ini, Bupati memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Ngawi kepada Presiden Jokowi, mulai dari kerajinan kayu jati, batik khas Ngawi, dan beberapa produk olahan khas Ngawi.

Kali  ini Bupati juga berikan apresiasi untuk kerja keras semua tim, yang sudah bekerja keras dan maksimal menyiapkan stand, sehingga Presiden jokowi berkenan mampir untuk melihat produk-produk unggulan Kab. Ngawi.“ Dengan adanya Apkasi Otonomi Expo kita bisa mengenalkan produk-produk khas daerah untuk bias dikenal lebih luas baik dalam negeri maupun luar negeri, serta bisa meningkatkan kreatifitas dan produktifitas produk asli daerah untuk bisa bersaing dalam pasar global,”tandas Kanang.

Dalam Apkasi Otonomi Expo 2018 stan Kabupaten Ngawi cukup ramai dikunjungi baik dari peserta maupun pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara. Produk-produk unggulan kita sangat diminati seperti kerajinan kayu jati dan batik khas Ngawi yang memunculkan corak-corak unik. (Kominfo)

 

 

Kirab Pusaka, Lestarikan Tradisi Ngawi

di %s Berita/Kabar Ngawi/Seni Budaya 110 views

Keberadaan Kabupaten Ngawi tidak bisa terlepas dari Dusun Ngawi Purba sebagai cikal bakalnya. Prosesi Kirab Pusaka Tombak Kiai Singkir beserta Songsong Agung Tunggul Warono dan Tombak Kiai  Songgolangit beserta Songsong Agung Tunggul Wulung adalah bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Ngawi.

Menurut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, pusaka – pusaka ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Ngawi, terkait tahapan terbentuknya Pemerintahan Kabupaten Ngawi. “Mulai dari dusun, desa hingga mulai terbangun sebuah pemerintahan serta mendapatkan pengakuan dilingkup Matraman, disitulah bibit kawit  Pemerintahan kita saat ini,” jelas Bupati

Dan, kirab pusaka ini dimaknai sebagai penjemputan pusaka di leremkan semalam di pendopo Ngawi Purba, dibawa kembali ke Pendopo Wedya Graha. “Bagi leluhur kita, pusaka ini merupakan sebuah kekuatan, dan kita tidak bisa melupakan adat istiadat. Maka inti dari tradisi ini adalah uri – uri,  jangan sampai kita melupakan sejarah, sebab merupakan bagian dari perjalanan kita membangun sebuah peradaban,” ujarnya.

Kirab Pusaka ini rutin dilakukan dua tahun sekali, dalam rombongan kirab ini ada 15 kereta kencana dan 26 delman yang didatangkan langsung dari Keraton Solo. Juga, pasukan kraton dan 9 pasukan senopati berkuda, 6 tim drumband tersebar di beberapa titik rute kirab. Selain itu, ada dua buah gunungan spektakuler hasil bumi yang dikenal dengan gunungan wadon dan lanang  setinggi 3,5 meter. Disamping komunitas mobil tua, sepeda tua dan komunitas kendaraan lainnya.

Prosesi dimulai sekitar pukul 08.00, dengan penyerahan pusaka yang dilakukan Kepala Desa Ngawi Purba kepada pusaka Kabupaten Ngawi  di depan Pendopo Ngawi Purba. Perjalanan kirab ini menempuh jarak sekitar lebih dari lima kilometer. Penyerahan pusaka dilakukan di depan paseban oleh sesepuh Ngawi kepada Bupati dan Wakil Bupati, yang selanjutnya diserahkan kembali ke parogo, dikirab menuju gedung pusaka Pendopo Wedya Graha. (Kominfo)

Go to Top