INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

PWI Persiapan Kab. Ngawi Gelar Peringatan HPN 2020, Bupati Harapkan PWI menjadi Filter Berita Hoax

di Teknologi Informasi oleh

Bupati
Ngawi, Budi Sulistyono diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Didik Darmawan, bersama Ketua DPRD Ngawi,
Dwi Rianto Jatmiko, Forkopimda Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi, serta
puluhan insan pers hadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2020 yang
digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Persiapan Kab. Ngawi Jawa Timur di
Pendopo Wedya Graha, Selasa (25/02/20).

Ketua
PWI Persiapan Kab. Ngawi, Gembong Pranowo mengatakan kegiatan ini sebagai
puncak peringatan HPN tahun ini, yang sebelumnya telah dilaksanakan lomba
artikel dan video untuk kategori pelajar serta masyarakat umum, dengan  tema Potensi Wisata Ngawi, dibuka pada
tanggal 3 – 20 Februari, dan telah melalui tahapan penjurian dengan 12 orang
pemenang, “Bisa dilihat dari testimoni juri yang telah diunggah di media
sosial, dan juri berasal dari profesional dan independen,”ungkapnya.

Sementara
Ketua PWI Jatim melalui Wakil Ketua Organisasi 1, Mahmud Suharmono dalam
sambutannya mengatakan tantangan Pers kedepan semakin besar karena adanya
industrialisasi media secara global yang sudah masuk ke negara ini.

Menurutnya,
hal ini harus diimbangi dengan regulasi untuk mengikuti dinamika tersebut,
“Regulasi yang ada belum mampu menjangkau kondisi ini,” tandasnya.
Dijelaskan Mahmud keberadaan medsos saat ini telah mengambil porsi kue
(iklan,red) yang 10 – 5 tahun lalu menjadi jatah media kita sekarang beralih ke
mereka yang merupakan perusahaan dari luar, “Presiden dalam peringatan HPN
di Kalimantan lalu, mendorong insan pers bertemu untuk merumuskan bagaimana
regulasi yang lebih baik,” jelasnya.

Selain
itu, Mahmud juga mengatakan peran Pers, 
sangat sentral diera media sosial saat ini, sebab banyak berita yang
belum tentu faktual, atau hoax, “Fungsi Pers sebagai proses klarifikasi,
kita ada Kode Etik, dan harus profesional itu yang membedakan. Kalau kabar di
medsos kan tanpa konfirmasi, tanpa kode etik dan profesionalisme kurang,”
lanjutnya.

Wakil
Ketua Organisasi 1, juga menyampaikan pesan bagi insan pers terkait Undang –
Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bahwa terdapat
larangan dalam memuat berita yang terkait perkara atau pidana yang menyangkut
anak identitasnya harus disamarkan, “Dalam aturan tersebut telah
disepakati bahwa anak batas usianya adalah 18 tahun, jika pembaca menemui
identitas masih disebut atau tidak disamarkan bisa langsung dilaporkan,”
tandasnya.

Selain
itu, Mahmud dikesempatan ini mengungkapkan himbauan Dewan Pers terkait
legalitas sebuah perusahaan pers, yang sebaiknya berbadan hukum Perseroan
Terbatas (PT), “Hal ini untuk melindungi hak – hak Wartawannya,”
lanjutnya.

Amanat
Bupati Ngawi yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Didik
Darmawan memberikan apresiasinya untuk PWI Persiapan Ngawi yang telah
mengadakan lomba  potensi wisata Ngawi,
“Hal ini sekaligus sebagai ajang mempromosikan Ngawi ke khalayak ramai sebab
video yang dilombakan tersebut di upload
di mediA
sosial,” kata Didik.

Budi
Sulistyono dalam amanatnya mengatakan PWI diharapkan bisa menjadi filter
didalam pesatnya informasi di medsos, “Terutama berita – berita dimedsos
yang sifatnya hoax,” ujarnya.

Sementara
Ketua DPRD Ngawi, disela acara mengharapkan insan pers di Ngawi bisa konsisten
dan menjunjung Kode Etik Jurnalistik, dan profesionalisme” selain itu
jangan pernah berhenti untuk mempertebal kapabilitas awak media termasuk
memperdalam ilmu Jurnalistik, sebab akan menjadi bekal kedepan ditengah
persaingan media sekarang,” pungkasnya.

Dalam
puncak peringatan HPN ini juga diserahkan hadiah berupa trophi, piagam
penghargaan dan uang pembinaan kepada pemenang lomba artikel dan video dari
semua kategori perlombaan. (Kominfo)

Terkini Dalam Teknologi Informasi

Go to Top