INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Monthly archive

August 2019

PWI Kab. Ngawi Resmi Dilantik, Wabub Berharap Bisa Ciptakan Iklim Jurnalistik Sesuai Kode Etik

di Kabar Ngawi oleh

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar hadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Persiapan Kabupaten Ngawi yang telah terpilih dalam Konferensi PWI Jawa Timur tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha, Senin (26/8). Dan, resmi dilantik Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim.

Hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pengurus PWI Provinsi Jatim, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, dan sejumlah komunitas wartawan yang ada di Ngawi.

Menurut
Ainur Rohim wartawan itu harus mampu bekerja dengan aturan yang telah
ditetapkan, “Berpegang pada rule of game,
Kode Etik Jurnalistik dan Undang – Undang Nomor 40 tetang Pers ataupun
keputusan lain yang telah ditetapkan Dewan Pers,” terangnya.

Ketua
PWI Jatim ini berharap semua komponen yang ada di
Kabupaten Ngawi, termasuk Pemkab Ngawi bisa menciptakan pers yang bebas dan
bertanggung jawab, “Kami berharap sangat tinggi kepada Pemerintah di Ngawi,
untuk sama – sama mendukung iklim kemerdekaan pers yang bebas dan
bertanggungjawab,” katanya.

Sementara
Wabup Ony Anwar dalam sambutannya mengapresiasi terbentuknya PWI di Kabupaten
Ngawi yang memiliki kompetensi dan professional, “Pelantikan ini sebagai bentuk
komitmen serta niatan rekan – rekan
Wartawan di Ngawi, untuk lebih professional. Sebab, di keanggotaan PWI ini
harus lulus uji kompetensi Wartawan, hal ini akan menjadi langkah kedepan
kepengurusannya disini,” kata Wabup.

Ony
Anwar berharap dengan pengurus PWI ini, bisa menghadirkan iklim jurnalistik
yang baik sesuai kode etiknya. “Harapannya, seluruh insan Pers atau Jurnalis
yang ada di Kabupaten Ngawi ke depan memiliki kompetensi, serta meletakkan
kembali Kode Etik Jurnalistik untuk mewartakan segala berita yang disampaikan
dengan baik,” tuturnya.

Pun,
pengurus PWI Persiapan Kabupaten Ngawi periode tahun 2019 – 2020 adalah sebagai
Ketua Gembong Pranowo, SH, Sekretaris, Bayu Wijayanto, S,Sos, Bendahara,
Kundari Pri Susanti, ST, Seksi Organisasi dan Keanggotaan Purwanto, Seksi
Pendidikan Zainal Abidin, Seksi Politik dan Pemerintahan Andik Ari Wibowo,
Seksi Hukum da perlindungan Wartawan Andika Abdilah,SH, Seksi Olah Raga Deby
Rio Prasetyo, Seksi Keagamaan dan kebudayaan Katimin A Rhohim. (nf/komimfo)

Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi Tahun 2019

di Kesehatan oleh

Di era
globalisasi saat ini, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas
supaya terus bisa mengikuti dinamika yang terjadi saat ini. Upaya ini tentu tidak
mudah, salah satu penghambatnya adalah rendahnya kualitas SDM, yang disebabkan
banyak faktor salah satunya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Adalah
stunting atau kegagalan pertumbuhan
akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan
sampai usia 24 bulan, berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara
keseluruhan. Dilansir dari mca-indonesia.go.id
menyebutkan ada 8,9 juta anak Indonesia yang kurang gizi, dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 pesen, artinya
satu dari tiga anak di Indonesia tumbuh tidak sempurna.

Kondisi
inilah yang sekarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ngawi, untuk
melakukan percepatan penurunan Stunting.
Pasalnya, di Kabupaten Ngawi ditemukan 200 anak dengan tumbuh kembang
terlambat, kondisi ini akan menjadi bom waktu
dimasa mendatang yang berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus.

Penanganan
masalah ini, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan gizi, tetapi juga
Sanitasi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yang disebutkan di laman  www.depkes.go.id menyebutkan akses terhadap sanitasi
yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen.

Bupati
Ngawi, Budi Sulistyono bersama leading
sector
gelar Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten  Ngawi Tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha,
Selasa (20/8).

Hadir
dalam acara ini Kepala Seksi Infrastruktur, Bappeda Jawa Timur Sri Sintawati, Kasi
Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,drg
Sulvy Dwi Anggraini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto,
Ketua Tim Penggerak PKK Antiek Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten
Ngawi.

Menurut
Bupati Ngawi, program percepatan pembangunan sanitasi permukiman adalah salah
satu upaya penyediaan infrastruktur sanitasi baik limbah maupun sampah, yang dilakukan
Pemerintah Daerah, “Program ini bagian dari Sanitasi Roral Berbasis Masyarakat (STBM)
untuk merubah perilaku higiene dan
sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati dalam sambutannya.

Pada
tahun 2019 di Kabupaten telah menetapkan 35 desa STMB, dan desa yang masuk
dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
“Empat diantaranya telah dijadikan pilot
project
penanganan di tahun 2020, diantaranya desa Gendong, Pandean,
Dungmiri dan Wonorejo, sebab wilayah ini dipilih sebagai lokus STMB namun angka
stuntingnya masih tinggi,” ucap orang nomor satu di Kabupaten Ngawi ini.

Bupati
menyampaikan perbaikan sanitasi merupakan salah upaya yang terpenting dan utama
dalam proses penurunan stunting, sebab dari sinilah semua berawal, “Kalau
sanitasinya bagus, apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita tentunya akan bagus
pula, baik itu melalui mulut, kulit, ataupun udara pasti akan baik dan tidak
berdampak buruk pada kita. Maka ini akan ditata dahulu, bahkan sudah lama kita
konsentrasi terhadap upaya ini, seperti buang besar sembarang tempat sudah
dilarang,” jelasnya.

Bupati
menegaskan upaya perbaikan sanitasi ini menjadi tumpuan utama dalam
penyelesaian masalah stunting. Selain,
itu juga diungkapkan bahwa banyak faktor lain yang bisa menyebabkan persoalan
gizi ini bisa ada lagi, misalnya ekonomi. “Makanya ini harus menjadi tanggung
jawab bersama, dan gotong royong.
Semua OPD harus memiliki anak dan ibu hamil asuh. Dengan begitu mulai dari
janin sudah kita perhatikan supaya bayi lahir sehat dan ibu selamat,” tuturnya.

Pola
asuh ini seperti yang disampaikan Bupati tidak hanya sebatas pemberian bantuan
materi tetapi juga motivasi. Sebab, banyak ditemui dari orang tua dengan anak  gizi buruk ini mampu secara ekonomi namun
minimnya pengetahuan akan asupan nutrisi pada anak. “Orang tua harus diberi tahu
bagaimana cara meningkatkan selera makan anak, dengan membuat menu yang
bervariasi dan disukai anak,” ujarnya.

 Jika, lanjut Bupati keluarga anak tersebut
tidak mampu orang tua asuh ini harus intervensi terkait kebutuhannya, “Seperti
memberikan makanan tambahan, atau mainan yang disukai anak, biar dia mau
makan,” katanya. 

Bupati
juga mengatakan percepatan penurunan
stunting
tidah dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan, tapi harus
dilakukan bersama melalui penguatan komitmen daerah dan lintas sektor, “Harus
ada koordinasi, antara Dinkes sebagai pelayanan kesehatan, sedangkan
peningkatan kualitas air bersih oleh Dinas PUPR, serta desa perlu adanya
pembinaan dan pendampingan perbaikan gizi melalui DPMD,” lanjutnya.

Dikesempatan
ini, Bupati kenalkan empat kebijakan terkait upaya pelayanan Pemerintah kepada
masyarakat, yakni Ngawi Ramah (Ngawi
Nyawiji Ngramut Limbah Lan Sampah),
Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah), Pola Asuh Kasih Lima Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu Kualitas
Air Bersih Limbah Aman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Ngawi
), Ngawi ber
– Acting (Ngawi Bersama Cegah Stunting).

Sementara
Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Dinkes Provinsi Jatim, Sulvy Dwi Anggraini
memberikan apresiasi komitmen Pemkab Ngawi dalam membangun daerahnya melalui
perbaikan kesehatan lingkungan. “Deklarasi ini adalah wujud kepedulian
masyarakat Ngawi terhadap lingkungannya, pengelolaan sampah yang baik, akses
air bersih berkualitas serta pengelolaan limbah yang aman. Dan, ini bisa
menjadi kunci dalam perbaikan lingkungan yang sehat,” ucap Sulvy.

Apalagi pada akhir tahun 2018 silam, Kabupaten Ngawi telah diganjar penghargaan STBM Eka Pratama dari Kementerian Kesehatan RI, karena keberhasilannya dalam penerapan 5 pilar STBM, yang meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Acara ini diakhiri dengan penandatangan bersama deklarasi  Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi dan secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Ngawi dan ketua tim penggerak PKK Ngawi yang disaksikan seluruh undangan yang hadir. (nf/kominfo)

BRI Tour d’ Indonesia 2019, Ngawi Finish Etape I Bupati Ngawi : Kesempatan Potensi Ngawi di Kenal di Kancah Internasional

di Olahraga oleh

Alun – Alun Merdeka Ngawi menjadi finish etape pertama BRI Tour de Indonesia (TdI) 2019 yang dimulai dari Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/8). Rider asal Australia, Angus Lyons dari Team Oliver’s Real Food Racing berhasil mencapai etape pertama tercepat dengan catatan waktu 3 jam 55 menit 58 detik dengan menempuh jarak 182, 7 kilometer dan berhak atas jersey warna hijau sebagai juara.

Lyons mengaku
etape pertama ini memang menjadi target kemenangannya, “Saya berhasil
memenangkannya,” katanya usai ceremony
penerimaan hadiah.

Persiapan yang
matang menurutnya, menjadi alasan kemenangannya kali ini, “Saya mempersiapkan
diri sekitar 4 hingga 5 mingguan dengan latihan keras serta mencoba terbiasa
dengan cuaca,” katanya.

Disusul
Ryan Roth dari Xspeed United Continental
dan dapatkan jersey warna biru
sekaligus menjadi raja tanjakan sedangkan Mario Vogt yang tergabung dalam tim Sapura Cycling mendapatkan best sprinter dengan jersey warna merah. Dan, Choon Huay Goh
dari Terengganu Inc. TSG Cycling dapatkan jersey
kuning dinobatkans sebagai pembalap terbaik Asia.

Etape
pertama ini kategori tim terbaik diraih Sapura
Cycling
juga memimpin klasemen sementara dalam daftar klasemen tim dengan
total waktu 11 jam 50 menit 47
detik. Sedangkan tim Indonesia terbaik pada etape ini KFC Cycling Team sekaligus memimpin klasemen tim asal Indonesia
dengan total waktu 11 jam 55 menit 30 detik.

Memasuki finish
para rider  ini disambut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono,
Sekretaris Daerah, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Direktur World Cycling Center UCI, Frederic
Magne, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PBISSI), Raja
Sapta Oktohari, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, jajaran
pejabat Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam
konferensi persnya, Raja Sapta Oktohari memberikan apresiasianya untuk masyaakat
Ngawi yang antusias menyambut kedatangan para pembalap, “Dukungan ini sangat
luar biasa penyambutan masyarakat terutama begitu masuk wilayah Kabupaten
Ngawi,” katanya.

Selain
itu, Raja Sapta juga mengatakan bahwa sepeda familiar dan dekat dengan warga Ngawi, pasalnya acara ini bersamaan
dengan digelarnya Pawai Pembangunan Kabupaten Ngawi yang sebagaian peserta
menggunakan sepeda, “Kami seluruh keluarga Tour de Indonesia mengucapkan
terimakasih,” ujarnya.

Masih
menurut Ketum PBISSI mengungkapkan event
ini sekaligus bisa menjadi jendela untuk mengenalkan potensi Ngawi yang luar
biasa ke tingkat Internasional, apalagi disini ditemukan  fosil manusia purba yang hidup 2 juta tahun
lalu, “Nah, ini perlu di explore, melalui
TdI ini kami akan menyampaikan kepada dunia untuk datang ke Ngawi,” tambahnya.

Frederic Magne
menambahkan kejuaraan ini sangat penting untuk pengembangan kompetisi balap
sepeda dunia, bahkan saat ini telah menunjukkan progress sehingga masuk dalam agenda UCI Asia Tour dengan level 2.1, “Event
ini sangat fantastis, bagus terutama bagi pembalap berlaga dilevel professional
maupun penyelenggaranya. Apalagi ini, barengan
sama parade sepeda juga, bisa jadi ini pertanda baik perkembangan balap sepeda
di Indonesia,” jelas Frederic Magne.

Senada dengan
Raja Sapta Oktohari, Bupati Ngawi juga mengatakan acara ini menjadi kesempatan
Kabupaten Ngawi untuk mengenalkan potensinya di kancah internasional, “Dengan
keramahan dan potensi wisatanya, Ngawi siap lebih bagus lagi. Lebih dilihat,
ditengok orang. Nah, Tour de Indonesia
telah membuka pintu masuk kesini. Makanya, kita harus bersolek baik wisata,
kuliner dan keramahannya,” katanya.

Kejuraan
bergengsi ini akan berlangsung 19 – 23 Agustus 2019, dalam lima etape. Dengan
jarak tempuh bervariasi, terpanjang sejauh 193 kilometer, sedangkan terpendek
sejauh 145,4 kilometer. Adalah etape 1, Candi Borobudur-Ngawi 182,7 km, etape
2, Madiun – Batu dengan jarak 163,4 km, etape 3, Batu – Jember sepanjang 193
km, etape 4, Jember-Banyuwangi sejauh 151,8 km, dan etape 5, Gilimanuk – Batur
UNESCO Global Geopark berjarak 145,4 km.

Bank BRI Tour d’Indonesia 2019 diikuti
oleh 18 tim, termasuk posisi pertama di peringkat sementara UCI Asia Tour dan
UCI Africa Tour, dengan pembalap dari 23 negara. (all/kominfo)

Gelar Karnaval Budaya Ngawi 2019, Padukan Unsur Kearifan Lokal

di Seni Budaya oleh

Beragam
inovasi dan kreasi budaya khas Ngawi ditampilkan dalam Gelar Karnaval Budaya
Ngawi 2019, Minggu (18/08). Kali ini mengangkat tema Pesona Seni dan Budaya Negeri Ngawi Ramah.

Agenda
tahunan ini, diikuti ribuan pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK,
Perguruan Tinggi, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah komunitas
yang ada di Kabupaten Ngawi yang terbagi menjadi 22 regu. “Peserta terbagi
menjadi 22 regu, diantaranya yang 4 regu peserta kehormatan), 5 regu pelajar
tingkat SD, 4 regu pelajar SMP dan 8  regu
pelajar SMA dan Umum,” ungkap ketua panitia, Abimanyu.

Tepat
pukul 13.15 karnaval diberangkatkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Ketua DPRD
Ngawi Dwi Riyanto Djatmiko secara simbolis, didepan Paseban dr. Radjiman
Wedyodiningrat.

Menurut
Bupati Ngawi, event ini sebagai ajang
untuk mengenalkan potensi Kabupaten Ngawi, “Selain itu untuk tetap menjaga
kelestariannya, makanya wajib mengangkat potensi baik wisata maupun budaya
sehingga bisa lebih ter blow up atau
dimasyarakatkan lagi,” kata Bupati.

Menjaga
keutuhan negara ini dan mengisi kemerdekaan dengan segala hal yang positif
menjadi point  penting pesan Bupati kepada seluruh masyarakat
Ngawi. “Mengisi kemerdekaan ini tidak hanya cukup dengan menikmati jerih payah
para pahlawan, tetapi tugas kita adalah meneruskan perjuangannya, menjaga
Indonesia tetap bersatu dan berpegang teguh pada Pancasila,” tandasnya.

Bupati
juga mengatakan bahwa perayaan peringatan kemerdekaan ini harus dimaknai lebih
dalam terlebih untuk menghormati jasa pahlawan, “Dengan begitu kita akan lebih
bisa merasakan arti kemerdekaan ini secara sesungguhnya,” lanjutnya.

Acara
yang mampu menyedot perhatian masyarakat ini, memang selalu ditunggu setiap
tahunnya. Terlihat, ribuan penonton tumpah ruah disepanjang rute yang dilalui
karnaval ini. Pasalnya, selalu ada yang istimewa setiap tahunnya, belum lagi
sajian ataupun kostum peserta yang dirancang serba unik dan kreatif dengan
memadukan unsur kearifan khas lokal. Sudah pasti, mampu menghipnotis penonton.
Bahkan peserta pun, tak luput dari sasaran swafoto.(nf/dn/arf/la/kominfo)

1 2 3 4
Go to Top