Tag archive

Kabupaten Ngawi

Kabupaten Ngawi Terima Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP

di %s Tekno Sains 23 views

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, memberikan 30 piagam penghargaan Pencapaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 untuk Pemerintah Daerah di Jatim, salah satunya Pemerintah Kabupaten Ngawi yang diserahkan oleh Plt. Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP, Didik Krisdiyanto kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto di Gedung Nagara Grahadi, Senin (20/01/20).

Maturitas SPIP Level 3 adalah bentuk apresiasi yang diberikan kepada Pemda yang mampu menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah yang sudah baik. Menurut Didik Krisdiyanto perolehan Pencapaian Maturitas SPIP Level 3 yang berhasil diraih 30 Kabupaten / Kota di Jatim ini merupakan bentuk komitmen yang kuat dari pimpinan daerah dan seluruh jajarannya. Selain itu, Didik juga mengatakan implementasi SPIP kedepan lebih terintegrasi dengan pelaksanaan program nasional yang diharapkan mampu berdampak pada penyelenggaraan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Gubenur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengawasan harus berjalan mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Khofifah berharap dengan penghargaan ini Pemrov beserta Kabupaten / kota di Jatim dapat menjalankan SPIP sesuai peraturan perundangan yang berlaku. “Terlebih, jika mampu pecah telur naik ke level 4,” tandasnya.Selain itu, Gubenur Jatim juga meminta BPKP untuk mengawalnya dengan ketat serta dekat supaya bias mewujudkan hal tersebut.

Sementara, Sekda Kab. Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto dikesempatan ini mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja terkait level maturitas SPIP serta peningkatan kapabilitas APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah). “Dan, komitmen ini merupakan kunci keberhasilan mewujudkan good government dan clean government,” tegasnya.

Sodiq juga menandaskan bahwa motor penggerak didalam menajemen pemerintahan yang baik adalah jika bekerja berdasarkan sistem yang baik dan benar, “Tindak pidana korupsi dapat ditekan, dan dalam waktu yang sama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang- undangan.

Dalam acara ini juga diserahkan Piagam Penghargaan atas Pencapaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Level 3 yang diberikan kepada empat Kabupaten di Jatim diantaranya Bondowoso, Sumenep, Lumajang dan Banyuwangi. (Kominfo)

Peringatan Hari Ibu Ke 91, Perempuan Berdaya, Indonesia Maju

di %s Peristiwa/Tekno Sains 50 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar upacara bendera di halaman pendopo Wedya Graha, Senin, (23/12) dalam Peringatan Hari Ibu (PHI) ke – 91 tahun 2019.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Bintang Darmawati  dalam sambutannya yang disampaikan Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan bahwa hakekat peringatan Hari Ibu setiap tahunnya sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan bangsa Indonesia, “Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional,” katanya.

I Gusti Bintang Darmawati seperti yang disampaikan Budi Sulistyono menyatakan Perempuan Indonesia, adalah peremuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai serta memiliki akses yang sama dengan laki – laki untuk memperoleh sumber daya, “Seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak,” lanjutnya.

Menteri P3A, dalam amanatnya berharap pemangku kepentingan memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan, “Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change),” tuturnya.

I Gusti Bintang juga mengungkapkan perihal tema PHI tahun ini adalah  Perempuan Budaya, Indonesia Maju yang dibangun  dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, “Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi, pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. “He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput,” ujarnya.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi, Aparatur Sipil Negara (ASN). (allteam/kominfo)

Kabupaten Ngawi Tuan Rumah Perdana FBA 2019 Wabup Ony Anwar : Energi Positif Berkembangnya Seni Budaya Serta Destinasi Wisata Di Jatim.

di %s Seni Budaya 71 views

Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana Festival Budaya Agraris (FBA) 2019 yang digelar Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi, mulai Kamis – Sabtu (28 -30/11). Wakil Bupati, Ony Anwar didampingi Kadis budpar Jatim, Sinarto membuka rangkaian kegiatan acara ini di Benteng Van Den Bosch, Kamis (28/11) secara simbolis dengan penyerahan Pataka dan pemukulan kentongan dan dilanjutkan dengan pagelaran seni pertujukan.

Selain itu, dalam acara ini juga ada sarasehan budaya, pada Jumat (29/11) di Gedung Kesenian dan pameran produk seni budaya dan pariwisata mulai hari Kamis – Sabtu (28-30/11)  di halaman Benteng Van den Bosch.

Menurut Sinarto, FBA ini adalah wadah untuk menggali dan mempromosikan budaya, khususnya di wilayah agraris, “Untuk daerah pesisir utara, kita memiliki event FKPU (Festival Kesenian Pesisir Utara). Sedangkan untuk daerah pesisir selatan, kami memiliki event FKKS (Festival Kesenian Kawasan Selatan). Sebab itu, untuk memfasilitasi daerah di luar kawasan pesisir utara maupun selatan, dilaksanakanlah event Festival Agraris,” jelasnya.

Kadis budpar menambahkan festival yang bertajuk Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera, red) ini merupakan cara pemrov Jatim untuk mengembangkan basis ekonomi dari pariwisata yang ada di wilayah Jatim. “Tema ini merujuk pada potensi masyarakat agraris di wilayah tengah Provinsi Jatim melalui pedekatan sosial budayanya dan tradisi yang dimiliki serta berkembang di daerah masing – masing. Dengan kekhasannya bisa dijadikan dasar untuk pijakan kreatifitas para pelaku seni,” lanjutnya.

Sinarto berharap FBA 2019 mampu berdampak positif bagi semua Kabupaten/ Kota. Sebab, event ini tidak hanya sebagai ajang pameran potensi daerah masing – masing tetapi sarana bertukar ide kreatif dalam memajukan daerahnya. “Simbiosis mutualisme ini akan memunculkan pikiran kreatif, semoga festival ini memberikan dampak baik untuk Jawa Timur,” tuturnya. Dikesempatan ini, Kadis budpar juga mengenalkan keunggulan wisata Kabupaten Ngawi yang wajib dikunjungi karena keindahannya serta kebersihannya, “Saya bangga, dengan potensi wisata Ngawi, salah satunya Srambang, itu bagus lho !, Semoga akan muncul Srambang – Srambang lain. Dan, yang hebat ditempat itu adalah kebersihannya,” pungkasnya.

 Sementara Ony Anwar dalam sambutannya menyampaikanu capan terima kasihnya, pasalnya Kabupaten Ngawi terpilih menjadi tuan rumah untuk acara yang digelar pertama kali ini.  “Berterima kasih dan bersyukur karena Kabupaten Ngawi, kembali menjadi yang pertama untuk tuan rumah pagelaran budaya dan seni Provinsi Jatim,” ungkapnya.

            Selain berharap acara ini berdampak pada pengembangan potensi agraris di Jatim, Wabup juga ingin acara ini menjadi wadah silaturahmi dari 16 Kabupaten/ Kota se Jatim, “Bisa saling bertukar ide, gagasan, menginformasikan kesenian serta kebudayaan, tempat wisata. Juga menjadi energi positif semakin berkembangnya kegiatan seni budaya serta destinasi wisata di Jatim. Insya Allah, semakin hari semakin maju,” tuturnya.

Gelaran pertama FBA 2019 di ikuti 16 Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa Timur yang tidak memiliki garis pantai, diantaranya Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Kota Batu, Kota Blitar, Bondowoso, Kota Malang dan Ponorogo. Adapun, setiap daerah yang ikut akan menampilkan pagelaran seni pertunjukan., pameran kerajinan seni dan kuliner yang di pamerkan di setiap stand yang di sediakan. (allteam/Kominfo)

Gumbrekan Mahesa, Alternatif Tingkatkan Potensi Desa

di %s Seni Budaya/Wisata Ngawi 100 views

Salah satu alternatif meningkatkan kemandirian ekonomi desa dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal, tentunya hal ini bisa menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa. Pasalnya, dengan menitikberatkan pada kekuatan lokal ini lebih memungkinkan mendapatkan hasil sebab didasarkan pada pengalaman, pengetahuan, kebiasaan, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Seperti yang dilakukan di dusun Bulak Pepe desa Banyubiru Kecamatan Widodaren, dengan, tradisi Gumbrekan Mahesa yang awalnya hanya sebagai tradisi rutin dilakukan setiap pasca panen oleh penduduk setempat, sebagai wujud syukur kepada yang kuasa, kini dikemas dengan nuansa berbeda tanpa menghilangkan makna yang sesungguhnya.

Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Banyubiru, Kundari bahwa Gumbrekan Maheso ini nilai kerbau akan semakin terangkat, tidak hanya sebagai hewan angonan saja, “Tetapi menjadi potensi bernilai bagi kami, yang nantinya ada daging dan kulit Kerbau yang dijual disini, selain itu juga bisa mengangkat harganya,” kata Kundari, Minggu (10/11).

Disebut Kampung Kebo karena di dusun ini terdapat kerbau kurang lebih lima ratusan yang dipelihara 72 kepala keluarga.

Wakil Bupati, Ony Anwar yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya untuk Kelompok Sadar Wisata desa Banyubiru yang konsisten mengadakan acara ini tiap tahun. Wabup berharap event ini mampu mengangkat potensi wisata di desa ini. “Dengan komitmen dan konsistensi Pokdarwis, Pemerintah Daerah serta KPH Ngawi, kami harapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi warga disini,” ujar Ony Anwar.

Selain itu, Wabup meminta tradisi ini bisa menjadi khasanah tourism atau kawasan pariwisata didesa yang juga terkenal akan batik tulisnya ini, “Semoga kedepan bisa lebih meriah lagi dari tahun sebelumnya. Sehingga kegiatan seperti ini dapat menambah income masyarakat,” katanya.

Sementara Administratur Perhutani KPH Ngawi Haris Suseno menambahkan dengan sinergi yang baik, kedepan agenda seperti ini akan lebih bisa berkembang dan meningkat lagi, “Terimaksih atas dukungan dan kerjasamanya, kedepan tentunya akan lebih bagus lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, acara ini diawali dengan arak – arakan kerbau dan diikuti seribu tumpeng dari lapangan desa menuju kadang kerbau. Kemudian secara simbolis, Wabup melakukan pemotongan tumpeng, yang kemudian dibagikan ke warga yang hadir dalam tradisi ini, serta diwaktu bersamaan kerbau – kerbau ini diguyang (mandi, red) disungai yang kemudian pulang kembali kekandangnya.

Meski selama acara berlangsung matahati cukup terik, namun tidak mengurangi antusiasme penonton menyaksikan acara berlangsung hingga berakhir jelang senja. (allteam/kominfo)

1 2 3 19
Go to Top