Tag archive

Kabupaten Ngawi

Forum OPD Dinas PUPR Ngawi, Ony Anwar Minta Perencanaan Sistematis dan Efisien

di %s Pemerintahan 301 views

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perencanaan pembangunan insfratruktur Kabupaten Ngawi, di Aula Kantor Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, Selasa (27/02/20).

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Kepala OPD terkait, Kepala Desa, Camat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan perwakilan Perguruan Tinggi.

Kepala Dinas PUPR, Suroso mengatakan forum ini bertujuan untuk menyamakan persepsi perencanaan pembangunan infrastruktur di tahun 2021 mendatang. “Kegiatan ini juga telah melalui pembahasan Musyawaarh Perencanaan Pembangunan (musrenbang) Kecamatan dan Desa,” katanya.

Kali ini, Suroso juga menyinggung soal kondisi jalan di Kabupaten Ngawi yang terus mengalami pertambahan serta perkembangan, makanya Kadin PUPR ini berharap adanya pembaharuan surat keputusan (SK) terkait hal ini setiap tahunnya, “Seperti jalan Kabupaten yang naik menjadi jalan Provinsi  dan jalan desa yang menjadi jalan Kabupaten,” ujarnya diakhir laporannya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbang)  Ngawi, melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Kusumawati Nilam dalam paparannya menyampaikan setiap usulan yang sudah mengerucut dalam forum OPD tidak semua bisa direalisasikan, “Karena kita juga melihat skala prioritas serta penyesuaian kemampuan pendanaan Kabupaten,” terang Nilam.

Menurut Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan ini kabupaten Ngawi dengan nilai SAKIP A, ada tiga kewajiban yang harus diprioritaskan, diantaranya penurunan kimiskinan, peningkatan pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi, “Dengan demikian usulan yang ada di forum OPD ini, kita juga akan membaginya menjadi tiga hal tersebut,” imbuhnya.

Terkait perencanaan yang akan dilakukan Dinas PUPR di tahun 2021, Wabup Ony Anwar meminta untuk dilakukan perencanaan secara sistematis dan efisien, “Jadi mulai dari tingkat desa, Kecamatan dan Kabupaten diharapkan nantinya bisa saling terintegrasi dan bisa dibaca oleh setiap masyarakat,” ujarnya.

Dengan metode perencanaan tersebut, Ony Anwar mengatakan kedepannya bisa dilihat secara sistematis apa saja yang dibutuhkan masyarakat, “Dan bisa dipetakan sesuai dengan skala prioritas pembangunan, sehinga akan lebih tepat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Kali ini, Wabup meminta untuk berhubungan baik dengan Kabupaten tetangga, terkait pembangunan di perbatasan.

Dikesempatan ini, Ony Anwar juga menyinggung komentar netizen terkait kerusakan jalan di Kabupaten Ngawi, menandaskan bahwa pembangunan jalan telah dilakukan secara maksimal oleh Dinas PUPR, “Jika anggaran kita diprioritaskan untuk pembangunan jalan saja, kebutuhan masyarakat lain seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lain tidak akan bisa dicukupi, maka dari itu kita harus membaginya dengan seimbang agar semua bisa berjalan dengan baik,” terang Ony Anwar.

Usai sambutan Wabup, acara dilanjutkan dengan paparan perencanaan Dinas PUPR dan musyawarah bersama undangan yang hadir. (humas – Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

MGMP Sejarah Kab. Sidoarjo Studi Lapangan Situs Sejarah Di Kab. Ngawi

di %s Pendidikan 242 views

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur melaksanakan Study Lapangan Sejarah di Kabupaten Ngawi,  Rabu ( 05/02/20). Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang bertujuan untuk penguatan materi pembelajaran bagi siswa.

Salah satu pengurus MGMP Sejarah Kab.  Sidorajo, Ahmad Fauzan mengatakan bahwa dipilihanya Ngawi sebagai tujuan Studi Lapangan  karena memiliki situs – situs bersejarah, “Memang banyak destinasi sejarah dan menjadi pilihan dari teman-teman, diantaranya adalah Benteng Van den Bosch, kemudian Museum Trinil dan Monumen Gubernur Suryo, lalu Srambang,” ungkapnya.

Ahmad Fauzan menambahkan dengan datang dan langsung melihat akan memberikan penguatan kepada guru – guru Sejarah dalam penyampaian materi pelajaran ini, “Sehingga kami, sebagai guru Sejarah semakin mantap dalam menyampaikan materi, apalagi dengan  kemasan tentang situs yang lebih kreatif dan edukatif,” lanjutnya. Menurut Ahmad, akan lebih menarik jika wisata yang ada di sini, dibuat paket tujuan wisata dengan tour guide, yang bisa menjelaskan tempat tersebut,“Harapan kami satu peninggalan bersejarah ini bisa di revitalisasi dan dikembangkan, karena saya melihat bangunannya cukup menarik dan bisa menjadi ikon dari Kabupaten Ngawi termasuk  paket-paket yang lain seperti Museum Trinil. Dan, apabila di kemas dalam satu paket menjadi tujuan wisata yang luar biasa,” pungkasnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Predikat A SAKIP 2019, Kembali di Raih Kabupaten Ngawi

di %s Pemerintahan 362 views

Predikat A (memuaskan) kembali di raih Pemerintah Kabupaten Ngawi atas Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja (SAKIP) tahun 2019. Penghargaan ini diberikan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), melalui Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, M. Yusuf Ateh kepada Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar di Inaya Putri Bali, Kabupaten Badung, Bali, Senin (27/01/20)

Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Daerah dalam keberhasilannya meningkatkan efektivitas dan efesiensi penggunaan anggaran dibandingkan dengan capaian kinerjanya, juga kualitas pembangunan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi hasil.

Saat ditemui dalam acara Penyaluran ZIS BAZNAS di Kecamatan Sine, Selasa (28/01/20), Wakil Bupati Ngawi mengungkapkan meskipun SAKIP tahun ini predikatnya sama tetapi ada peningkatan nilainya daripada tahun lalu, “Sekarang nilainya 80,69 meningkat menjadi 0,40 dari yang kemarin 80, 29,” katanya.

Ony Anwar mengatakan dari hasil penilaian yang dilakukan Kemenpan RB, terdapat indikator yang mengalami penurunan, terutama terkait outcome dari beberapa program yang telah dilakukan Pemkab Ngawi, seperti program penanggulangan kemiskinan sehingga perlu dilakukan upaya yang lebih lagi, “Maka dari itu teman – teman yang ada di leading sector SAKIP, diarahkan untuk cermat lagi dalam membuat perencanaan anggarannya,” jelasnya.

Menurut Ony Anwar capaian ini menjadi komitmen kinerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kabupaten Ngawi, “Semakin efektif dan bisa mengefisiensikan anggaran sehingga banyak program yang outcome nya lebih measureable,” lanjutnya.

Dengan predikat SAKIP A yang diraih sekarang, Wabup tetap optimis di tahun depan bisa meningkat menjadi AA (sangat memuaskan). Makanya, setelah menerima hasil evaluasi di Hotel Inaya Bali, Senin (27/01/20), Ony Anwar mengaku melakukam diskusi dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), “Kita akan siapkan strateginya, dan terutama OPD harus bisa bekerja lebih keras lagi,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto, Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Indah Kusuma Wardhani, dan Inspektur Inspektorat Yulianto Kusprasetyo.

Selain Kabupaten Ngawi, predikat A SAKIP juga berhasil diraih lima Kabupaten diantaranya Banyuwangi, Gresik, Lamongan, dan Situbondo. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Kabupaten Ngawi Terima Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP

di %s Tekno Sains 223 views

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, memberikan 30 piagam penghargaan Pencapaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 untuk Pemerintah Daerah di Jatim, salah satunya Pemerintah Kabupaten Ngawi yang diserahkan oleh Plt. Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP, Didik Krisdiyanto kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto di Gedung Nagara Grahadi, Senin (20/01/20).

Maturitas SPIP Level 3 adalah bentuk apresiasi yang diberikan kepada Pemda yang mampu menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah yang sudah baik. Menurut Didik Krisdiyanto perolehan Pencapaian Maturitas SPIP Level 3 yang berhasil diraih 30 Kabupaten / Kota di Jatim ini merupakan bentuk komitmen yang kuat dari pimpinan daerah dan seluruh jajarannya. Selain itu, Didik juga mengatakan implementasi SPIP kedepan lebih terintegrasi dengan pelaksanaan program nasional yang diharapkan mampu berdampak pada penyelenggaraan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Gubenur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pengawasan harus berjalan mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Khofifah berharap dengan penghargaan ini Pemrov beserta Kabupaten / kota di Jatim dapat menjalankan SPIP sesuai peraturan perundangan yang berlaku. “Terlebih, jika mampu pecah telur naik ke level 4,” tandasnya.Selain itu, Gubenur Jatim juga meminta BPKP untuk mengawalnya dengan ketat serta dekat supaya bias mewujudkan hal tersebut.

Sementara, Sekda Kab. Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto dikesempatan ini mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja terkait level maturitas SPIP serta peningkatan kapabilitas APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah). “Dan, komitmen ini merupakan kunci keberhasilan mewujudkan good government dan clean government,” tegasnya.

Sodiq juga menandaskan bahwa motor penggerak didalam menajemen pemerintahan yang baik adalah jika bekerja berdasarkan sistem yang baik dan benar, “Tindak pidana korupsi dapat ditekan, dan dalam waktu yang sama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang- undangan.

Dalam acara ini juga diserahkan Piagam Penghargaan atas Pencapaian Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Level 3 yang diberikan kepada empat Kabupaten di Jatim diantaranya Bondowoso, Sumenep, Lumajang dan Banyuwangi. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3 19
Go to Top