INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

Forkopimda

Pemkab Ngawi, Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara Tahun 2019

di Peristiwa oleh

Memperingati Hari Bela Negara tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar upacara yang dipimpin langsung Bupati Ngawi, Budi Sulistyono di Halaman Pendopo Wedya Graha, Kamis (19/12).

Hadir dalam upacara peringatan ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, pejabat lingkup Pemkab Ngawi,  Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, TNI, mahasiswa dan pelajar.

Upacara diawali dengan pembacaan ikrar Bela Negara  oleh Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Djatmiko.

Dalam amanatnya, Presiden RI, Joko Widodo yang disampaikan Bupati Ngawi mengatakan bahwa sikap bela negara harus ditanamkan secara terus menerus untuk seluruh komponen masyarakat dari beragam profesi tanpa memandang usia, suku, agama dan ras yang dijamin Undang – Undang.

Jokowi berharap aksi nasional Bela Negara di lakukan di segenap gatra kehidupan nasional, terstruktur, sistematis, dan masif dengan prioritas dan implementasi yang terukur sesuai dengan persepsi dan aspirasi masyarakat seluas luasnya,”katanya.

Sementara, Bupati Ngawi ditemui usai upacara menyampaikan, penanaman nilai bela negara di tengah arus radikalisasi yang  semakin marak saat ini, harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan, “Ya,  ancaman saat ini bukan lagi bentuk militer tapi ideologi yang diserang, makanya nilai bela negara perlu di gelorakan lagi sacara terus menerus,” tegasnya

Di kesempatan ini, di serahkan penghargaan untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang telah berpartispasi menuangkan kreatifitasnya melalui Lomba Artikel, Karya Jurnalistik, Foto dan Video bertajuk Negeri Ngawi Ramah, yang di inisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi sebagai upaya memperkenalkan slogan “Negeri Ngawi Ramah” ke khalayak.(nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Panen Padi dan Gerakan Tanam Padi

di Tekno Sains oleh

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan dari Kementrian Pertanian RI, Suwandi hadiri acara Panen Padi dan Gerakan Tanam Padi yang digelar Dinas Pertanian Ngawi di desa Dawu Kecamatan Paron, Rabu (4/12).

Kegiatan ini dilakukan secara simbolis dengan memotong padi yang siap dipanen oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Suwandi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi.

Bupati Ngawi dalam sambutannya menyebutkan dengan lahan sawah seluas 50.197 Ha dan Indek Pertanaman (IP) 2.6, pada tahun 2019, dan  posisi hingga bulan November 2019 produksi gabah di Kabupaten Ngawi sebesar 778.986 ton serta setara  dengan 446.904 ton beras, “Jadi Kabupaten Ngawi ini sudah surplus beras, bahkan kebutuhannya hanya sebagian kecil sebesar 20 persen dari produksinya,”  Ungkap Bupati  

Budi Sulistyono menambahkan bahwa konsumsi beras penduduk Kabupaten Ngawi sebesar 92.600 ton per tahun atau 20 persen, sehingga surplus beras sebesar 354.304 ton atau 80 persen, “Yang menjadi concern Pemkab saat ini, adalah Ngawi mampu memenuhi produksi pangan untuk di dalam dan luar wilayah luar,”  kata budi,

dirinya menambahkan “Untuk menjamin bahkan meningkatkan produksi sehingga Kabupaten Ngawi tetap menjadi lumbung pangan, dibutuhkan manajemen atau tata kelola air,” imbuhnya 

Menurut catatan, konsumsi beras penduduk Kabupaten Ngawi sebesar 92.600 ton per tahun atau 20%. Dengan demikian terjadi surplus beras sebesar 354.304 ton atau 80% persen “Yang menjadi concern pemerintah saat ini, bagaimana Ngawi mampu memenuhi produksi pangan untuk di wilayahnya dan wilayah luar,”  kata budi, dirinya menambahkan  “Untuk menjamin bahkan meningkatkan produksi sehingga Kabupaten Ngawi tetap menjadi lumbung pangan, dibutuhkan manajemen atau tata kelola air,” imbuhnya 

Sementara itu, Suwandi mengapresiasi apa yang telah dicapai Kabupaten Ngawi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah memberikan arahan terkait pengembangan pertanian yang maju, mandiri dan modern khususnya untuk Kabupaten Ngawi. “Ada tiga pesan yang dititipkan Pak Menteri untuk Ngawi. Pertama peningkatan tata kelola manajemennya. Kedua, penguatan transformasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di kecamatan dengan digitalisasi. Ketiga, target kenaikan produksi dan ekspor jangan biasa biasa saja,” ujarnya.

Terkait tata kelola manajemen produksi di Kabupaten Ngawi, Suwandi menjelaskan perlu membentuk 1 skala manajemen cluster korporasi dalam 1 hamparan seluas 500 hektar di Desa Dawu. Istilah kerennya yakni corporate farming, sehingga kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan) bersatu dan naik kelas dalam wadah korporasi dan mempunyai nilai tawar yang tinggi “Untuk pemberdayaan BPP, harus ada gerakan besar di level kecamatan. Jadi semua data terkumpul di BPP dengan sistem digitalisasi,” jelasnya.

Pada panen dan gerakan tanam ini, Kementan memberikan bantuan benih padi seluas 2.580 ha, benih jagung seluas 1.160 ha, benih kedelai seluas 195 ha, traktor 2 unit, Combine Harvester 1 unit, pompa air 2 unit, sumur dangkal 1 paket, Rehab Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) 1 paket serta Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP) 1 paket digitalisasi.

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Malam Tirakatan, Bupati MintaTetap Jaga keutuhan Bangsa

di Pemerintahan oleh

Telah menjadi tradisi tahunan, setiap malam jelang tanggal 17 Agustus, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar malam Tirakatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke74 Republik Indonesia, di Pendopo Wedya Graha, Jumat (16/08).

Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekretaris Daerah Mokh Sodiq Triwidiyanto, Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tokoh Mayarakat.

Di malam tirakatan ini Bupati Ngawi mengajak seluruh undangan yang hadir untuk merenung dan berdoa bersama bagi pahlawan yang gugur dan berkorban memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, “Mari kita bersama merenung dan berdoa untuk pahlawan yang telah mendahului kita, dan berjuang untuk kemerdekaan ini, juga keselamatan negara Indonesia kedepannya,” katanya.

Agenda rutin tahunan ini, juga digelar serentak diseluruh desa di Kabupaten Ngawi. Menurut Budi Sulistyono kegiatan ini sebagai wujud syukur atas kemerdekaan yang telah diraih hingga menjadi suatu negara yang utuh dan berdaulat.  “Apalagi dengan segala keberagaman yang ada di Negara ini, sudah tentu memiliki tantangan tersendiri bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaganya menjadi tetap utuh dan kuat,” ujarnya.

Diusianya yang ke 74, Budi Sulistyono meminta untuk mengisi kemerdekaan dengan segala sesuatu yang positif, “Guyup rukun, selalu menjaga keutuhan Indonesia,” tandasnya.

Usai sambutan Bupati, dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin KH. Abdul Salam, dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati diberikan kepada perwakilan Veteran yang hadir di acara yang berlangsung khidmat. (nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Hari Jadi Ngawi ke 661, Bupati Mengajak Untuk Selalu Menjaga Harmoni

di Hari Jadi Ngawi Ke-661 oleh

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono menjadi inspektur dalam upacara peringatan Hari Jadi Ngawi ke 661 yang di gelar di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Senin (8/7).

Di usianya ke 661 Kabupaten Ngawi kembali membuktikan eksistensinya dengan menghadirkan tema Dengan Hari Jadi Ngawi ke 661 Kita Jadikan Semanggat Gotong Royong dan Keterpaduan Sebagai Kekuatan untuk Mengoptimalkan Potensi Negeri Ngawi Ramah.

Seperti yang disampaikan Bupati Ngawi dalam sambutannya bahwa tema ini dimaknai sebagai intropeksi diri untuk Kabupaten Ngawi semakin lebih baik lagi, “Intropeksi diri untuk mawas diri, dan hal – hal yang baik perlu kita pertahankan serta perbaiki untuk kemaslahatan dan kemakmuran bersama,” katanya. Dalam menghadapi dan menyikapi tantangan dimasa mendatang, Bupati mengajak semuanya untuk bisa menjaga harmoni dan saling mengingatkan.

Budi Sulistyono juga menyampaikan terimakasihnya atas partisipasi masyarakat Ngawi dalam Pemilian Umum 2019 dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 29 Juli lalu yang berjalan kondusif. “Terimaksih, Alhamdulilah semua berjalan lancar dan damai”  ujarnya.

Dikesempatan ini, Bupati Ngawi mengharap generasi muda mempunyai rasa memiliki budaya Ngawi dengan tetap menjaga kelestarian budaya yang ada disini, “Kita tidak boleh meninggalkan adat, budaya dan tradisi yang ada di Ngawi. Sebab, generasi muda ini adalah pewaris masa depan yang harus bisa menjaga dan memelihara budaya dan adat istiadat ini agar tidak terkikis pesatnya globalisasi,” jelasnya. Selain itu, kecintaan terhadap kebudayaan daerah akan membantu menguatkan rasa memiliki tanpa menghilangkan pemahaman terhadap keberagaman budaya serta mampu menghargainya.

Dalam puncak peringatan Hari Jadi Ngawi ke 661 ini dibacakan sejarah singkat Kabupaten Ngawi oleh Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko. Kali ini, Bupati juga memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya dan penghargaan untuk pemenang lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) 2019 Tingkat Kabupaten Ngawi.

Hadir dalam acara ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi, Aparatur Sipil Negara, tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar. (dn/nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3
Go to Top