INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

BKPP

Lantik 388 Pejabat, Bupati Ngawi Berpesan Pejabat Miliki Gebrakan dan Inovasi Baru

di Pemerintahan oleh

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono melantik dan mengambil sumpah jabatan 388 pejabat Eselon II, III, IV, dan Kepala Sekolah SD/SMP  lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Jum’at (2/8).

Mutasi dan rotasi pejabat ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor X.821.2/807/404.202/2019, sebagai saksi pengambilan sumpah  Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto bersama Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo.

Bupati Ngawi dalam sambutannya menyampaikan bahwa mutasi ini telah menjadi agenda untuk memberikan penyegaran bagi pegawai di Pemkab Ngawi, “Ini sebenarnya sudah lama tapi karena terbentur agenda politik, makanya baru bisa dilakukan,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pengisian jabatan di eselon II, III dan IV ada prosedur yang harus dilakukan, “Tentunya hal ini juga memakan waktu, jadi tidak serta merta, masih ada assessment internal maupun umum yang dilakukan,” tandas Bupati.

Untuk assessment umum, menurut Budi Sulistyono ini anggotanya tidak hanya dari Pemkab Ngawi saja, tetapi melibatkan akademisi, serta Komite Aparatur Sipil Negara (KSN) untuk memetakan kompetensi masing-masing pejabat.

Bupati berharap diakhir jabatannya nanti, visi misi Kabupaten Ngawi yang diusungnya bersama Wabup Ony Anwar segera tercapai, “Diharapkan tahun 2021 semua bisa terselesaikan,” ucapnya.  Selain itu, Budi Sulistyono juga berpesan bagi pejabat yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya ini untuk segera menyesuaikan diri ditempat kerja baru. “Nanti, ditempat baru harus memiliki gebrakan baru dan terus berinovasi,” ujarnya.   

Senada dengan Bupati, Kepala BKPP Ngawi Yulianto Kusprasetyo mengatakan mutasi ini dilakukan untuk penyegaran supaya pegawai terus bisa berinovasi, “Tour of duty itu perlu, biar ada pengalaman ditempat yang lain bisa memberi inovasi-inovasi sesuai dengan  kemampuan serta kompetensinya,” kata Yulianto disela acara.

Hadir juga dalam acara ini Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Djatmiko, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, Kepala OPD se Kabupaten Ngawi, dan Camat se Kabupaten Ngawi. (Nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Sekda Kab. Ngawi Tutup Diklatpim IV Angkatan 14 Jatim

di Pendidikan oleh

Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto secara resmi menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Provinsi Jawa Timur Angkatan ke 14 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ngawi di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Selasa (23/07).

Disela sambutannya Sekda Kab. Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto berharap seluruh peserta memiliki memiliki wawasan, kemampuan, pengetahuan dan keahlian untuk berinovasi sesuai bidangnya, “Kabupaten Ngawi akan berkembang lebih cepat jika aparaturnya inovatif serta mampu pandai membaca peluang. Dengan begitu, tantangan kedepan masyarakat harus puas dengan pelayanan Pemerintah,” kata Sekda.

Hadir dalam acara ini Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang pengembangan Pengajaran Kompetensi Provinsi Jawa Timur, Sri Rahayu Ningsih, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Ngawi Yulianto Kusprasetyo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta peserta Diklatpim IV.

Diklatpim yang diikuti 40 peserta dilaksanakan dari tanggal 14 Maret – 17 Juli ini, dilakukan dengan system on- off di Aula Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja . Peserta Diklatpim ini melalui 5 tahapan sesuai kurikulum yang berlaku, hal ini seperti yang disampaikan Kepala BKPP Ngawi, Yulianto Kusprasetyo dalam sambutannya.

Tahapan ini diantaranya tahap diagnosa kebutuhan perubahan organisasi yang terdiri dari empat mata diklat, tahap taking ownership terdiri dari dua kegiatan selanjutnya tahap merancang perubahan dan membangun tim terdiri dari 7 mata diklat, tahap laboratorium kepemimpinan terdiri dari 2 kegiatan dan tahap evaluasi terdiri dari 2 kegiatan,  “Tahapan tersebut dilakukan dengan metode diskusi kelas, kelompok, presentasi kelompok dan kelas pembekalan narasumber, simulasi, pemutaran film pendek visitasi dan benchmarking serta penulisan kertas kerja proyek perubahan yang telah diseminarkan,” jelas Yulianto. Untuk benchmarking to best practice ke Kabupaten Wonosobo, “Yang dilaksanakan tanggal 22 – 25 April lalu,” lanjutnya.

Menurut Yulianto, seluruh peserta pejabat eselon IV ini dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan memuaskan, “Untuk predikat sangat memuaskan ada 9 orang dan memuaskan 31 orang, dan 5 predikat terbaik diantaranya Noor Soemadijo, Wahyudi Puruhati, Prima Novita Ardiyanti, Budi Agung Wibowo dan Catur Sriwiyanto,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jatim melalui Kepala Bidang pengembangan Pengajaran Kompetensi Provinsi Jatim, Sri Rahayu Ningsih memberikan apresiasianya untuk seluruh peserta yang lulus Diklatpim IV terlebih pada lulusan terbaik.  Ia berharap ilmu yang didapat selama diklat serta inovasi yang dibuat dapat diimplementasikan di unit kerja masing – masing dan mampu meningkatkan kualitas Pemerintahan dan pelayan publik yang baik . “Kembali ketempat kerja masing – masing dengan membawa proyek perubahan, tentunya saya berharap dapat memperbaiki sekaligus meningkatkan serta mampu menginspirasi lahirnya gagasan dan inovasi baru berikutnya,” kata Sri Rahayu Ningsih. (nf/dn/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

402 CPNS Terima SK Pengangkatan

di Berita oleh

Sebanyak 402 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi CPNS tahun 2018 Kabupaten Ngawi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Ngawi, Budi Sulistyono di Pendopo Wedya Graha, Senin (15/4).

Bupati Ngawi mengatakan menjadi CPNS harus memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara dan masyarakat.“Disamping itu, harus bisa memberikan yang terbaik untuk negeri ini, khususnya Kabupaten Ngawi harus bisa berkontribusi secara total dalam bekerja baik hati serta pikiran,” ujarnya.

Selain itu, tugas utama menjadi PNS adalah sebagai abdi Negara dan masyarakat yang bertugas melayani masyarakat.“Jadi goalnya nanti adalah harus mampu memberikan pelayanan terbaik dengan tenaga hati bahkan jiwa raganya mereka untuk kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Budi Sulistyono berharap PNS yang baru ini mampu memberikan energi positif bagi Kabupaten Ngawi, terutama pemikiran dan inovasinya, “Menyatunya mereka dengan kita merupakan wujud regenerasi yang kita siapkan, karena kedepan menggantikan yang pensiun,dan ini akan menjadi energi luarbiasa bagi kita,” katanya.

Sementara Kepala BKPP, Yulianto Kusprasetyo mengungkapkan dari 402 CPNS ini telah dinyatakan lulus dalam tahapan seleksi CPNS dan telah mengikuti pemberkasan beberapa waktu lalu, “CPNS ini terdiri dari tenaga guru, termasuk honorer kategori 2, tenaga kesehatan eks K 2 dan tenaga teknis,” kata Yulianto.

Yulianto mengatakan SK tersebut berlaku mulai per 1 Maret 2019, dan mereka akan mulai bekerja pada bulan Mei 2019 mendatang, “Mereka juga akan menerima gaji sebesar 80 persen mulai bulan Juni 2019,” terangnya. Lebih lanjut, Yulianto mengatakan hampir seluruh formasi yang dibutuhkan sudah terpenuhi, kecuali formasi dokter spesialis. “Memang pengalaman sebelumnya formasi dokter spesialis memang sulit terisi, solusinya adalah dokter yang ada sekarang itu disekolahkan lagi untuk pendidikan spesialis,” pungkasnya. (nf/kominfo)

 

 

 

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0

0



BKPP Ngawi Berikan Pembekalan 404 CPNS

di Sekitar Kita oleh

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang telah dinyatakan lulus, mengikuti pembekalan yang digelar Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)

Sebanyak 404 peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang telah dinyatakan lulus, mengikuti pembekalan yang digelar Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten  Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Senin (7/01).

Menurut Kepala BKPP Ngawi,Yulianto Kusprasetyo mengatakan bahwa dalam penerimaan CPNS tahun 2018 ini terbagi menjadi 2 formasi yakni khusus dan umum juga kategori 2 (K2). “Formasi umum sebanyak 365 CPNS dan formasi khusus terdiri 13 CPNS, yang meliputi cumlaude 10 CPNS dan disabilitas 3 CPNS serta K2 sebanyak 26 CPNS yang mengikuti pembekalan dan pemberkasan yang akan dilaksanakan mulai 14 – 16 Januari mendatang,” beber Yulianto disela acara. Dengan pembekalan ini, Kepala BKPP berharap para CPNS ini mampu melengkapi berkas persyaratan yang dibutuhkan dalam pengusulan Nomor Induk Pegawai,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan BKPP Ngawi, Hari Wahono sampaikan bahwa ada beberapa tahap yang akan dilakukan sampai menjadi PNS setelah lulus tes,” ungkap Hari Wahono. Lebih lanjut, Hari Wahono jelaskan bahwa tahapannya adalah pemberkasan, selanjutnya pengusulan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dengan masa percobaan 1 tahun baru diangkat menjadi PNS. Diakhir wawancara, Hari Wahono berpesan kepada CPNS untuk memperhatikan kelengkapan dalam pemberkasan kali ini. (red/Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0

0



Go to Top