Balapan Bandangan Mangunharjo Cup Seri 4 Semarakkan Hari Jadi Ngawi ke-668

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko membuka Kepala Desa Mangunharjo Cup Balapan Bandangan Seri 4 di Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi, Sabtu (11/7/2026). Ajang otomotif ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Antok mengapresiasi Pemerintah Desa Mangunharjo beserta panitia yang konsisten menggelar kompetisi balapan bandangan hingga memasuki seri keempat. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pegiat otomotif untuk menyalurkan minat dan bakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin silaturahmi, menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus menjadi ruang bagi para pembalap untuk mengembangkan kemampuan dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Sebanyak 12 kelas dipertandingkan dalam Kepala Desa Mangunharjo Cup Balapan Bandangan Seri 4, mulai dari Kelas Bebek STD Lokal A dan B, Bandangan Gabah Lokal Mangunharjo, Mini Trail usia 4–7 tahun dan 8–12 tahun, FFA Lokal A dan B, FFA Open, Bandangan Gabah Open, Bebek STD Open, hingga kelas Adventure kategori 35+ dan U-40+.
Keikutsertaan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga peserta senior, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga otomotif di Kabupaten Ngawi. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembinaan bagi para pembalap untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun semangat sportivitas.
Antok turut mengajak seluruh peserta menjadikan ajang tersebut sebagai kompetisi yang sehat dengan tetap mengedepankan disiplin, keselamatan, dan rasa persaudaraan selama perlombaan berlangsung.
Kepala Desa Mangunharjo Cup Balapan Bandangan Seri 4 tidak hanya menjadi ajang pencarian bibit pembalap potensial, tetapi juga mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal serta menjadi salah satu agenda promosi daerah yang memperkenalkan Kabupaten Ngawi melalui sektor olahraga dan kreativitas masyarakat.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Gelar Gowes Festival dan Resmikan Gedung SPKT

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Ngawi berlangsung semarak melalui Gowes Festival yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang digelar Polres Ngawi ini turut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama jajaran Forkopimda, TNI-Polri, dan tamu undangan, sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan olahraga bersama yang mengambil titik start dan finish di Mapolres Ngawi. Partisipasi berbagai kalangan menjadi wujud kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Dalam kesempatan itu, Ony mengapresiasi atas dedikasi dan inovasi Polres Ngawi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai, peresmian Gedung SPKT menjadi langkah positif dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin efektif dan mudah diakses.
“Gedung SPKT ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Ony turut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan daerah. “Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ia menyampaikan, kerja sama yang terjalin selama ini turut mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta percepatan pembangunan daerah.
Sejalan dengan periode kepemimpinan keduanya dan momentum Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat pelayanan dasar di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Penguatan karakter masyarakat melalui nilai budi pekerti dan akhlak mulia juga menjadi bagian dari pembangunan daerah.
Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Ngawi juga diisi dengan lomba yel-yel antar pelajar serta peresmian Gedung SPKT. Puncak perayaan ditutup melalui panggung hiburan dan konser di Alun-Alun Ngawi dengan menghadirkan musisi asal Ngawi, Denny Caknan.
Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum memperkuat hubungan Polri bersama masyarakat. Melalui kolaborasi yang terus terjaga, pemerintah daerah berharap tercipta suasana yang aman dan kondusif untuk mendukung kemajuan Kabupaten Ngawi.
Harlah ke-20 PPDI, Pelayanan Desa Jadi Kunci Kemajuan Daerah

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ngawi menjadi momentum memperkuat sinergi perangkat desa dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PPDI di Pendopo Wedya Graha, Kamis (9/7/2026), turut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, serta Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko.
Dalam sambutannya, Ony menegaskan perangkat desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penentu kualitas pembangunan daerah.
“Prestasi Kabupaten Ngawi merupakan agregasi dari desa-desa yang baik. Karena itu, perangkat desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter, budi pekerti, serta etos kerja masyarakat. Karena itu, perangkat desa diminta menjaga integritas dan mengedepankan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah.
“Jaga niat pengabdian. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat karena setiap kebaikan yang dilakukan akan menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya,” katanya.
Ony juga mengajak jajaran pemerintah, mulai camat, kepala desa hingga perangkat desa, untuk aktif hadir di tengah masyarakat melalui gerakan “Subuh Bergerak”. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kelompok rentan, seperti warga dengan rumah tidak layak huni, lansia sebatang kara, dan masyarakat marginal, mendapatkan perhatian yang diperlukan.
Ia berharap momentum Harlah ke-20 PPDI dapat memperkuat semangat pengabdian dan kolaborasi dalam mendukung terwujudnya Ngawi yang tumbuh, berdaya, dan berbudaya.
Momentum Harlah ke-20 PPDI menegaskan bahwa kemajuan daerah berawal dari desa yang dikelola secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.