Museum Trinil
Museum tempat penyimpanan fosil manusia kera berjalan tegak atau yang dikenal dengan Phitecantropus Erectus yang ditemukan oleh Dubois pada tahun 1981 sampai dengan tahun 1892. Selain itu disitus ini juga ditemukan fosil banteng dan gajah purba yang sangat berguna bagi penelitian dan pendidikan khususnya dibidang sejarah kepurbakalaan.
Museum Trinil terletak di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar + 13 km kearah kota Ngawi dan dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan bermotor.
Fasilitas yang ada adalah :
– Museum dan Pendopo peristirahatan
– Tempat cenderamata (souvenir)
– Diorama fosil purbakala lengkap dengan identitas dan dekskripsinya
– Mushola dan arena bermain anak
– Bumi perkemahan
– Toilet dan kamar mandi.
Orbitasi :
- Dengan ruas jalan Kabupaten Kota Kecamatan Kedunggalar 7 Km
2 Dengan ruas jalan Provinsi antara Ngawi Solo Km 13
3 Dengan Kota Ngawi 13 Km
Monumen Soerjo
Disamping untuk mengenang gugurnya Gubernur Jawa Timur pertama yang menjadi korban keganasan PKI 1948, monumen Soerjo juga merupakan obyek wisata alam yang cukup menarik dengan pemandangan hutan jatinya.
Sedangkan fasilitas yang tersedia adalah :
– Hutan wisata patung Gubernur Soerjo dan tempat bermain anak.
– Ruang informasi dan tempat penjualan cenderamata.
– Arboretum dan pasar burung
– Sentra industri kerajinan sangkar burung
– Warung makan dan minum
– Tempat peristirahatan sementara yang sejuk.Disamping
Orbitasi :
- Lokasi obyek wisata ini terletak di Desa Pelanglor Kecamatan Kedunggalar + 19 km arah kota
Ngawi atau jalan raya antara Ngawi – Solo.
Pesanggrahan Srigati
Lokasi Pesanggrahan Srigati yang terletak 12 km arah barat dayakotaNgawi, tepatnya di Desa Babadan Kecamatan Paron, dapat ditempuh dengan berbagai macam kendaraan bermotor.
Pesanggrahan Srigati merupakan obyek wisata spiritual yang menurut penduduk setempat adalah pusat keraton lelembut/makhluk halus. Dilokasi ini terdapat petilasan Raja Brawijaya.
Pada hari-hari tertentu seperti Jum’at Pon dan Jum’at Legi pada bulan Syuro, Pesanggrahan Srigati banyak dikunjungi oleh para pesiarah untuk menyaksikan diselenggarakannya upacara ritual tahunan “Ganti Langse” sekaligus melaksanakan tirakatan/semedi untuk ngalap berkah.
Orbitasi :
1. Dengan ruas jalan Kabupaten Kecamatan Paron 6 Km
2. Dengan ruas jalan Provinsi Km 6 ( Ngawi – Solo )
3. Dengan Kota Ngawi 12 Km
