Category archive

TPID - page 2

Operasi Pasar Murah 2026 Digelar, Pemkab Ngawi Tekan Inflasi Jelang Ramadan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/TPID 893 views

Operasi Pasar Murah Tahap I Tahun 2026 resmi digelar Pemerintah Kabupaten Ngawi di Alun-alun Ngawi, Sabtu (15/2/2026). Agenda ini menjadi strategi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat menghadapi meningkatnya kebutuhan bahan pokok.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok), Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forkopimda, kepala OPD, instansi vertikal, Bulog, distributor, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa momentum menjelang Ramadan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

“Ini bentuk ikhtiar Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memastikan masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kita pastikan stok tercukupi, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasi pasar digelar untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

“Stoknya kathah, banyak. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Dari sisi harga kita kendalikan, dari sisi stok juga kita jaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi Kusumawati Nilam melaporkan bahwa tahap pertama operasi pasar melibatkan 15 distributor yang menyediakan berbagai komoditas bahan pokok, seperti beras Bulog dan SPHP, Minyakita, gula, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga daging. Kegiatan ini juga didukung 28 pelaku usaha kuliner dan UKM lokal.

“Tujuan utama pasar murah ini adalah mengendalikan harga dan inflasi. Ketika ketersediaan bahan pokok memadai, daya beli masyarakat stabil, maka ketahanan pangan keluarga dan daerah juga akan terjaga,” jelasnya.

Operasi Pasar Murah Tahap I dijadwalkan berlangsung di sembilan kecamatan hingga Juni 2026, di antaranya Jogorogo, Kedunggalar, Widodaren, Pitu, Kendal, Ngrambe, dan Padas. Pemilihan lokasi dilakukan lebih dekat ke wilayah desa serta tidak berdekatan dengan pasar daerah maupun pasar desa guna menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan.

Melalui program ini, Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan penuh keberkahan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Intensifkan GPM Jelang Akhir Tahun untuk Stabilisasi Harga dan Perluas Akses Pangan Terjangkau

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/TPID 517 views

Menghadapi potensi fluktuasi harga pada akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Ngawi merespons dengan mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagai bentuk layanan publik yang memastikan stabilitas pangan tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kegiatan GPM digelar di Jalan Serong Alun-alun Ngawi pada Kamis (11/12/2025).

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan komoditas pokok sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pangan yang stabil bagi warga.

“Gerakan Pangan Murah ini kami hadirkan untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau. Pemerintah daerah ingin masyarakat mendapatkan akses pangan yang lebih mudah dan stabil, terutama menjelang akhir tahun,” kata Ony.

Pelaksanaan GPM diharapkan berkontribusi dalam menekan inflasi daerah serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya pada periode akhir tahun yang kerap diwarnai potensi kenaikan harga pangan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Siapkan Langkah Nyata Kendalikan Inflasi dan Perkuat Investasi Daerah

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/TPID 616 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, dan TP2ED yang dilaksanakan di Nata Azana Hotel, Selasa (2/12/2025). Forum ini menjadi langkah konkret Pemkab Ngawi dalam merumuskan kebijakan strategis yang terintegrasi untuk pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, serta penguatan investasi daerah.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dan Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto. Turut hadir jajaran Forkopimda serta kepala perangkat daerah.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Kabupaten Ngawi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas volatile food seperti beras, cabai, bawang merah, dan telur yang kerap menjadi pemicu inflasi.

“Forum ini kita jadikan ruang bersama untuk merumuskan solusi konkret pengendalian inflasi daerah. Kuncinya adalah memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan,” tegas Ony.

Pemkab Ngawi mendorong pemetaan wilayah produksi berbasis kebutuhan riil masyarakat. Setiap komoditas strategis diarahkan memiliki wilayah penyangga produksi dengan target yang jelas, sehingga pasokan dapat terpenuhi dari dalam daerah dan ketergantungan dari luar semakin berkurang.

Selain sektor pangan, HLM ini juga menekankan percepatan digitalisasi transaksi dan penguatan literasi keuangan masyarakat. Melalui TP2DD, transaksi non-tunai diharapkan semakin masif, mempermudah akses pembiayaan perbankan bagi UMKM, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

“Ketika produksi kuat, distribusi lancar, transaksi terdigitalisasi, dan perbankan masuk, maka ekonomi masyarakat akan semakin kokoh,” tambahnya.

Dari sisi investasi, Pemkab Ngawi mencatat tren pertumbuhan yang signifikan. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi mencapai sekitar Rp2,5 triliun, melampaui target RPJMD. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor serta terbukanya peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menjawab adanya anomali di sektor beras, di mana petani kerap menjual habis hasil panen sehingga tidak memiliki cadangan, Pemkab Ngawi memperkuat lumbung pangan daerah, lumbung pangan kecamatan, serta program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) sebagai solusi jangka panjang menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Melalui sinergi TPID, TP2DD, dan TP2ED, Pemkab Ngawi menargetkan terwujudnya inflasi yang terkendali, ekonomi kerakyatan yang tumbuh, investasi yang meningkat, serta kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Operasi Pasar Murah di Kecamatan Kendal, Upaya Pemkab Ngawi Perkuat Ekonomi Warga

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/TPID 797 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) kembali melaksanakan Operasi Pasar Murah Pengendalian Inflasi di Lapangan Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini menjadi agenda rutin Pemkab Ngawi untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok) dan dihadiri oleh Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam, unsur Forkopimcam Kendal, perwakilan Dinas Pertanian, serta perangkat Desa Dadapan. Operasi Pasar Murah ini diikuti oleh berbagai pelaku usaha, termasuk BUMD, BUMN, dan UMKM setempat yang turut menyediakan aneka kebutuhan pokok bagi warga.

Menurut Antok, kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Ngawi.

Pemkab Ngawi juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui sinergi lintas sektor, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan harga, meningkatkan daya beli masyarakat, dan menguatkan ketahanan pangan di daerah.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top