Pemkab Ngawi Siapkan Langkah Nyata Kendalikan Inflasi dan Perkuat Investasi Daerah

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/TPID 530 views
Banner

Pemerintah Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, dan TP2ED yang dilaksanakan di Nata Azana Hotel, Selasa (2/12/2025). Forum ini menjadi langkah konkret Pemkab Ngawi dalam merumuskan kebijakan strategis yang terintegrasi untuk pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, serta penguatan investasi daerah.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, didampingi Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dan Sekretaris Daerah Mokh. Sodiq Triwidiyanto. Turut hadir jajaran Forkopimda serta kepala perangkat daerah.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Kabupaten Ngawi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas volatile food seperti beras, cabai, bawang merah, dan telur yang kerap menjadi pemicu inflasi.

“Forum ini kita jadikan ruang bersama untuk merumuskan solusi konkret pengendalian inflasi daerah. Kuncinya adalah memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan,” tegas Ony.

Pemkab Ngawi mendorong pemetaan wilayah produksi berbasis kebutuhan riil masyarakat. Setiap komoditas strategis diarahkan memiliki wilayah penyangga produksi dengan target yang jelas, sehingga pasokan dapat terpenuhi dari dalam daerah dan ketergantungan dari luar semakin berkurang.

Selain sektor pangan, HLM ini juga menekankan percepatan digitalisasi transaksi dan penguatan literasi keuangan masyarakat. Melalui TP2DD, transaksi non-tunai diharapkan semakin masif, mempermudah akses pembiayaan perbankan bagi UMKM, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

“Ketika produksi kuat, distribusi lancar, transaksi terdigitalisasi, dan perbankan masuk, maka ekonomi masyarakat akan semakin kokoh,” tambahnya.

Dari sisi investasi, Pemkab Ngawi mencatat tren pertumbuhan yang signifikan. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi mencapai sekitar Rp2,5 triliun, melampaui target RPJMD. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor serta terbukanya peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menjawab adanya anomali di sektor beras, di mana petani kerap menjual habis hasil panen sehingga tidak memiliki cadangan, Pemkab Ngawi memperkuat lumbung pangan daerah, lumbung pangan kecamatan, serta program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) sebagai solusi jangka panjang menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Melalui sinergi TPID, TP2DD, dan TP2ED, Pemkab Ngawi menargetkan terwujudnya inflasi yang terkendali, ekonomi kerakyatan yang tumbuh, investasi yang meningkat, serta kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares