Ngawi Karnaval Ajang Inovasi dan Kreativitas Menuju Negeri Ngawi Ramah
Ngawi Karnaval merupakan bagian dari rangakaian acara memperingati HUT RI ke 73 dan hari Jadi Ngawi ke 660. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan Pemkab Ngawi yang ditunggu masyarakat Ngawi. Tahun ini, mengusung tema “Pelestarian Seni dan budaya Daerah Mendukung Negeri Ngawi ramah” sekolah, instansi, masyarakat dan beberapa perwakilan komunitas berpartisipasi menyuguhkan kreasi dan inovasi dalam iring iringan karnaval,Sabtu (18/8)
Sekitar pukul 13.15 Karnaval di berangkatkan Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono bersama Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar secara simbolis, dengan pengangkatan bendera. Turut hadir dalam acara siang hari ini, jajaran pejabat dilingkup Pemkab Ngawi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi. Seperti yang dilaporan ketua Panitia Karnaval, Drs Abimanyu, bahwa tahun diikuti 2 ribu lebih personil terbagi menjadi 22 Peserta dan terdiri tiga tingkatan diantaranya A, B, dan C.
Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan harapannya agar karnaval bisa di jadikan sebagai hiburan dan wadah untuk menampilkan budaya sendiri agar warganya bisa lebih mencintai budayanya sendiri dengan terus berinvonasi menampilkan kreatifitas. “Dengan tema budaya tradisi di harapkan semua bisa berinovasi berkreasi sehingga lebih mencintai kebudayaannya sendiri,” kata Bupati. Disela sambutannya, Budi Sulistyono berpesan semua sekolah bahkan komunitas untuk turut dalam kegiatan ini,
“Saya ingin tidak hanya sekolah pilihan atau sekolah yang ada di lingkup kota ngawi saja yang ikut berpartisipasi melainkan semua sekolah dan semua komunitas bisa ikut berprastisipasi,” tutur Budi Sulistiyono. Pun, tema bebaskan untuk semakin memberikan ruang berkreasi tanpa terpacu pada tema yang di tentukan” imbuhnya.
Nampak, antusiasme warga menyaksikan iring iringan karnaval ini, meskipun panas terik menyengat. (Kominfo)
BOACF 2018 ini menampilkan hasil inovasi dan kreatifitas dari 19 delegasi Kecamatan se Kabupaten Ngawi. Menariknya, setiap delegasi menampilkan beragam karya seni tradisional yang dilombakan dalam acara ini. Menurut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono bahwa kegiatan yang digelar ini untuk mengangkat serta mengenalkan potensi Ngawi, yang sebenarnya luar biasa untuk dikembangkan sekaligus dijadikan icon Ngawi, “Hadirnya artis dan pertunjukan seni nasional ini, Saya harapkan Ngawi nantinya akan
bisa go internasional,” kata Bupati dalam sambutannya.
Rakernas tahun ini dikemas dalam bentuk “Apkasi Otonomi Expo 2018 : Trade, Tourism and Investment” dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah dalam Merebut Pasar Global. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 8 Juli 2018. Diperkirakan jumlah peserta dan pengunjungnya bisa mencapai sekitar 10 ribu orang.
Menurut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, pusaka – pusaka ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Ngawi, terkait tahapan terbentuknya Pemerintahan Kabupaten Ngawi. “Mulai dari dusun, desa hingga mulai terbangun sebuah pemerintahan serta mendapatkan pengakuan dilingkup Matraman, disitulah bibit kawit Pemerintahan kita saat ini,” jelas Bupati
Dan, kirab pusaka ini dimaknai sebagai penjemputan pusaka di leremkan semalam di pendopo Ngawi Purba, dibawa kembali ke Pendopo Wedya Graha. “Bagi leluhur kita, pusaka ini merupakan sebuah kekuatan, dan kita tidak bisa melupakan adat istiadat. Maka inti dari tradisi ini adalah uri – uri, jangan sampai kita melupakan sejarah, sebab merupakan bagian dari perjalanan kita membangun sebuah peradaban,” ujarnya.
Prosesi dimulai sekitar pukul 08.00, dengan penyerahan pusaka yang dilakukan Kepala Desa Ngawi Purba kepada pusaka Kabupaten Ngawi di depan Pendopo Ngawi Purba. Perjalanan kirab ini menempuh jarak sekitar lebih dari lima kilometer. Penyerahan pusaka dilakukan di depan paseban oleh sesepuh Ngawi kepada Bupati dan Wakil Bupati, yang selanjutnya diserahkan kembali ke parogo, dikirab menuju gedung pusaka Pendopo Wedya Graha. (Kominfo)