Category archive

Kabar Ngawi - page 9

Kategori untuk berita mengenai Ngawi dan segala yang meliputinya

Lomba Cipta Menu B2SA 2026, Pemkab Ngawi Dorong Kemandirian Pangan dari Keluarga

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 431 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tahun 2026 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian di Hall Notosuman, Senin (27/7/2026).

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan, lomba B2SA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari gerakan membangun kemandirian pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar rumah.

“Kita ingin generasi penerus memiliki asupan makanan yang bergizi yang dimulai dari lingkungan keluarga. Program Makan Bergizi Gratis merupakan bonus, tetapi keluarga harus mampu mengolah bahan pangan yang ada di sekitar rumah menjadi menu yang beragam dan disukai anak-anak,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Ony menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Tim Penggerak PKK, serta dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sosialisasi program Gerakan Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah Tangga (Gemaparut).

Ia menilai kebiasaan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, tomat, terung, dan berbagai jenis sayuran perlu kembali dihidupkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, langkah tersebut juga dapat mengurangi dampak fluktuasi harga bahan pokok di pasaran.

“Kemandirian harus dibangun dari hal-hal sederhana. Ketika kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari pekarangan rumah, masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai kondisi,” katanya.

Selain ketahanan pangan, Ony juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui penggunaan pupuk organik dan energi alternatif seperti kompor biomassa sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi peran Tim Penggerak PKK yang dinilai menjadi motor penggerak edukasi pola hidup sehat di tengah masyarakat. Ia berharap para kader PKK terus memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya remaja putri, agar memiliki keterampilan memasak dan pemahaman mengenai penyusunan menu bergizi sejak dini.

“Kita ingin remaja putri memiliki pengetahuan memasak sehingga ketika berkeluarga mampu menyajikan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak-anaknya. Dari keluarga akan lahir generasi yang sehat, berkualitas, dan berakhlak baik,” tuturnya.

Melalui Lomba Cipta Menu B2SA Tahun 2026, Pemkab Ngawi berharap pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi utama semakin meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Usung Konsep Jadul dan Seni Tradisi, Pasar Purba Trinil Art Resmi Dibuka

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan 463 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meresmikan Pasar Purba Trinil Art di kawasan Museum Trinil, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Jumat (24/7/2026) malam. Kehadiran ruang ekonomi kreatif berbasis budaya dan sejarah tersebut diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata situs purbakala Trinil.

Inisiatif tersebut lahir dari kolaborasi Pemerintah Desa Kawu, Karang Taruna, Sanggar Kertonegoro, dan LSM Galang. Konsep yang diusung memadukan suasana pasar tradisional dengan beragam pertunjukan seni dan budaya sebagai atraksi bagi pengunjung.

Dalam sambutannya, Antok menegaskan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan kawasan Museum Trinil agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Menurutnya, pelimpahan pengelolaan museum dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang yang lebih luas untuk pengembangan kawasan.

“Museum Trinil ini adalah aset yang sangat luar biasa. Dulu merupakan aset kementerian, namun sekarang telah dilimpahkan ke Kabupaten Ngawi. Hal ini membuat kita lebih leluasa untuk mengelola aset, gedung, hingga tanah di sini agar kemanfaatannya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai geliat ekonomi kreatif yang tumbuh di sejumlah wilayah Ngawi telah menciptakan berbagai pusat aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Karena itu, keberadaan Pasar Purba Trinil Art diharapkan mampu menambah pilihan destinasi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.

“Hampir setiap Sabtu dan Minggu, titik-titik ekonomi di Ngawi sudah penuh. Mulai dari Minggu Legi di Tawun hingga Minggu Pahing di Alun-alun. Kami berharap Pasar Purba ini menjadi magnet ekonomi baru yang mampu menarik pengunjung, baik dari lokal maupun luar Ngawi,” katanya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, pengembangan kawasan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat upaya pelestarian sejarah. Melalui pertunjukan seni, tradisi, dan budaya yang ditampilkan, masyarakat diharapkan semakin mengenal nilai penting Museum Trinil sebagai lokasi penemuan fosil manusia purba yang mendunia.

“Satu-satunya di dunia untuk konteks penemuan Pithecanthropus erectus ya hanya di Trinil ini. Kita harus uri-uri (lestarikan) melalui berbagai macam seni, tradisi, dan budaya sebagai daya tarik pendukung,” tegasnya.

Peresmian Pasar Purba Trinil Art turut dihadiri jajaran pejabat daerah, anggota DPRD Kabupaten Ngawi, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Pemerintah Kabupaten Ngawi menyatakan akan terus memberikan dukungan melalui dinas terkait agar pengelolaan potensi lokal berbasis sejarah dan budaya dapat berkembang secara berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Ngawi 2026 Dimulai, Pengamalan Nilai Pancasila Jadi Penekanan

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 616 views

Sebanyak 42 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ngawi Tahun 2026 mulai menjalani pemusatan pelatihan sebagai persiapan menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pembukaan kegiatan di Pendopo Wedya Graha, Senin (20/7/2026), Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Ony mengapresiasi para peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi yang ketat. Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi amanah yang harus dijalankan dengan dedikasi dan tanggung jawab. “Ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi amanah untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan, tugas Paskibraka tidak hanya mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada upacara kenegaraan. Lebih dari itu, para peserta juga mengemban peran sebagai Duta Pancasila yang diharapkan mampu menjadi teladan melalui sikap, perilaku, dan kontribusi positif di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. “Jalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi, dan komitmen sebagai wujud rasa syukur karena telah terpilih,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Ngawi Wahyu Sri Kuncoro menjelaskan bahwa Program Paskibraka merupakan bagian dari kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan. “Program ini bertujuan membentuk generasi penerus yang memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta menjadi agen perubahan,” jelasnya.

Dari 376 pelajar yang mengikuti seleksi, terpilih 42 calon Paskibraka yang terdiri atas dua peserta tingkat Provinsi Jawa Timur dan 40 peserta tingkat Kabupaten Ngawi. Dua wakil Ngawi yang akan bertugas di tingkat provinsi adalah Aditya Naufal dari SMAN 2 Ngawi dan Nova Budi Intan dari SMAN 1 Kedunggalar. Seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, tes berbasis komputer, pemeriksaan kesehatan, tes parade, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga wawancara kepribadian.

Para peserta akan menjalani rangkaian pemusatan pelatihan sebagai persiapan bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dan Hari Lahir Pancasila Tahun 2027. Melalui pembinaan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat nasionalisme yang kuat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Bangun Peradaban Lewat Budaya, Wayang Kulit Antasena Krida Tutup Gelar Budaya Hari Jadi Ngawi ke-668

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 647 views

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi puncak rangkaian Gelar Budaya Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Alun-alun Merdeka Ngawi, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan yang menghadirkan dalang Ki Sigid Ariyanto dengan lakon Antasena Krida tersebut dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya, Bupati Ony menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan karakter melalui pelestarian budaya.

“Pembangunan di Kabupaten Ngawi ini harus secara holistik menyeluruh. Semua aspek kita bangun, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-668, “Ngawi Tumbuh, Berdaya, Berbudaya”, menegaskan pentingnya budaya sebagai fondasi dalam membentuk generasi penerus yang berakhlak dan berpegang pada nilai-nilai luhur.

“Kita tidak ingin hanya membangun yang sifatnya fisik material atau kesejahteraan ekonomi saja melalui investasi. Namun, kita ingin membangun peradaban yang jauh lebih baik bagi anak cucu kita ke depan,” tegasnya.

Pagelaran wayang kulit yang mengangkat nilai kepahlawanan dan kesetiaan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati Alun-alun Merdeka Ngawi hingga dini hari.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-668, di antaranya pertunjukan ketoprak pelajar SMK, Festival Tosan Aji (Keris), Festival Reog, dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Baiturrahman.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat pembangunan karakter masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top