Category archive

Kabar Ngawi - page 4

Kategori untuk berita mengenai Ngawi dan segala yang meliputinya

Penyusunan Anggaran Gaji ASN Makin Presisi, Tepat Prioritas untuk Pembangunan Berkualitas

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 543 views

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menekankan pentingnya penyusunan anggaran gaji dan tunjangan ASN yang presisi, efisien, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Anggaran Kas Gaji dan Tunjangan ASN di Nata Convention Hall, Rabu (19/8/2026).

Bimtek diikuti para perencana dan bendahara kas dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas aparatur agar perencanaan hingga pelaksanaan anggaran berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

“Bimtek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perencana dan bendahara kas dalam menjalankan fungsi serta kewajibannya. Pemutakhiran pengetahuan dan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengelolaan anggaran semakin tertib dan tepat,” ujarnya.

Antok menyoroti kebutuhan anggaran gaji dan tunjangan ASN yang saat ini mencapai sekitar 40 persen dari total APBD Kabupaten Ngawi. Besarnya proporsi tersebut turut dipengaruhi penurunan Transfer Dana Alokasi Umum (DAU) serta kewajiban pengangkatan ASN baru, baik PNS maupun PPPK. Kondisi ini menuntut perencanaan anggaran yang semakin cermat dan presisi.

“Dengan proporsi yang besar, selisih satu persen saja memberikan dampak yang besar. Karena itu, perencanaan hingga realisasinya harus dilakukan secara presisi dan efektif,” tegasnya.

Ia juga meminta OPD meninggalkan pola pembagian anggaran secara merata tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas. Anggaran perlu diarahkan pada program yang benar-benar mendukung target pembangunan daerah sesuai RKPD dan RPJMD. “Stigma bahwa anggaran harus dibagi rata perlu dihilangkan. Fokus kita adalah mendukung prioritas dan super prioritas daerah, bukan kepentingan sektoral masing-masing OPD,” pesannya.

Antok menegaskan efisiensi bukan berarti seluruh OPD harus memangkas anggaran dengan besaran yang sama. Alokasi belanja perlu disesuaikan dengan kebutuhan program, tingkat prioritas, dan target kinerja. Program yang mendukung prioritas daerah dapat diperkuat, sedangkan kegiatan yang tidak selaras perlu dievaluasi. Ia juga mengapresiasi peran para perencana dan bendahara kas dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah. Melalui Bimtek ini, penguatan kapasitas diharapkan semakin mendorong pengelolaan anggaran yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkualitas.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Manajemen Talenta Jadi Dasar Pengisian Jabatan, Pemkab Ngawi Perkuat Meritokrasi ASN

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 463 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melantik dan mengukuhkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Rabu (19/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan Manajemen Talenta menjadi dasar pengisian jabatan sebagai bagian dari penerapan sistem merit untuk mendorong kinerja ASN dan memperkuat pelayanan publik.

Pejabat yang dilantik mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Kepala Puskesmas, dan Kepala Sekolah. Sedangkan promosi, mutasi, dan rotasi, Ony menjelaskannya sebagai bagian dari evaluasi, monitoring, serta penyegaran organisasi untuk menjaga efektivitas pelaksanaan pemerintahan.

“Manajemen Talenta menjadi upaya untuk memastikan kepastian jenjang karier ASN yang terukur, dengan penilaian yang akuntabel dan transparan,” kata Bupati Ony. Menurutnya, mekanisme tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan prestasi, etos kerja, daya juang, perilaku, dan kinerja ASN sesuai kompetensi serta kebutuhan organisasi.

Ia menekankan evaluasi perlu menjadi bagian dari pengembangan kapasitas dan perbaikan dalam pelaksanaan tugas. “Evaluasi menjadi bagian penting dalam pengembangan kinerja ASN. Karena itu, setiap hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan dan peningkatan kinerja dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Penguatan karakter dan keselamatan peserta didik turut menjadi perhatian. Ony meminta sekolah menerapkan pembinaan tanpa kekerasan, sekaligus memitigasi penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa yang belum memiliki SIM dan kebutuhan transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah. “Pembinaan peserta didik harus dilakukan dengan pendekatan yang edukatif dan tanpa kekerasan. Kepala sekolah dan guru perlu konsisten memberikan pendampingan serta menanamkan disiplin, sopan santun, dan tata krama dalam keseharian,” tegasnya.

Sektor kesehatan juga menjadi bagian dari arahan tersebut. Kepala Puskesmas yang baru dikukuhkan diminta mengoptimalkan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memetakan kecenderungan penyakit di wilayah masing-masing. “Data hasil pemeriksaan harus dimanfaatkan untuk memetakan kecenderungan penyakit di setiap wilayah. Dengan begitu, intervensi kesehatan dapat disusun lebih tepat sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Penerapan sistem merit diarahkan untuk memastikan penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan guna meningkatkan kinerja aparatur dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hilirisasi Tembakau Bangkit, Ngawi Buka Peluang Ratusan Tenaga Kerja

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 530 views

Hilirisasi tembakau di Kabupaten Ngawi kembali menggeliat. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono meresmikan operasional pabrik pengolahan hasil tembakau milik CV Megah Sejahtera di Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Selasa (18/8/2026), yang diproyeksikan membuka peluang kerja bagi sekitar 400 tenaga kerja lokal.

Dalam sambutannya, Ony mengatakan, bangkitnya kembali aktivitas hilirisasi tembakau menjadi langkah penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, Karangjati secara historis dikenal sebagai salah satu sentra produksi tembakau terbaik di Kabupaten Ngawi.

“Kami ingin hilirisasi tembakau kembali menjadi kegiatan ekonomi yang menyejahterakan, tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi pekerja dan masyarakat sekitar,” ujar Ony.

Ia mengungkapkan, pada masa kejayaannya, Karangjati pernah memiliki hingga 35 perusahaan rokok. Namun, aktivitas industri tersebut mengalami penurunan drastis setelah 2010 akibat berbagai regulasi dan masuknya produk substitusi.

Ony juga menyoroti peran strategis Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang turut mendukung pembiayaan sektor kesehatan daerah. Menurutnya, usaha yang dikelola dengan baik dan sesuai regulasi dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Semoga ini menjadi awal dari bertambahnya jumlah pabrik di Ngawi, sehingga petani tembakau memiliki posisi tawar yang lebih baik pascapanen dan harga tembakau menjadi lebih stabil,” tambahnya.

Pemkab Ngawi berharap investasi tersebut menjadi pemantik bagi masuknya lebih banyak usaha pengolahan hasil tembakau. Dengan demikian, potensi pertanian tembakau tidak berhenti pada produksi, tetapi terus berkembang menjadi sumber nilai tambah dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Siap Jadi Tuan Rumah POPDA XV dan Peparpeda III Jatim 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 455 views

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan launching Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 di Pendopo Wedya Graha, Senin (17/8/2026). Dalam acara tersebut, Kabupaten Ngawi sekaligus memperkenalkan BUBU (Sang Bulus Tawun) sebagai maskot resmi ajang olahraga pelajar Jawa Timur yang akan digelar mulai 6 November 2026.

Kabupaten Ngawi menyatakan siap menyambut kontingen dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kesiapan tersebut mencakup penyelenggaraan pertandingan, pelayanan, hingga kenyamanan seluruh peserta selama berada di Bumi Ngawi. Antusiasme terhadap ajang tersebut juga terlihat dari akomodasi hotel dan guest house di wilayah Ngawi yang telah penuh dipesan menjelang pelaksanaan.

“Menjadi tuan rumah yang baik dengan keramahan khas Ngawi adalah hal yang paling utama. Prestasi dan juara adalah bonus, namun silaturahmi, kebersamaan, serta persatuan antarwilayah adalah esensi mendasar dari ajang ini,” ujar Ony.

Launching POPDA XV dan Peparpeda III Jatim 2026 ditandai dengan pengenalan BUBU (Sang Bulus Tawun), maskot yang terinspirasi dari bulus atau kura-kura air tawar yang menjadi fauna ikonik Sendang Tawun, Kabupaten Ngawi. Maskot tersebut membawa pesan ketangguhan, kemandirian, kedisiplinan, dan sportivitas melalui karakter serta atribut obor api emas dan tempurung kokoh.

Dalam sambutannya, Ony juga menekankan pentingnya memaknai HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat kemandirian bangsa. Menurutnya, kemandirian menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing sekaligus mewujudkan kedaulatan. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembangunan, termasuk sektor pertanian yang membawa Ngawi meraih produktivitas padi tertinggi secara nasional selama tiga tahun berturut-turut, serta pemerataan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Tanpa kemandirian, kedaulatan itu hanya akan menjadi sekadar retorika. Melalui kemandirian, kita optimalkan seluruh potensi anak bangsa agar memiliki daya saing tinggi, sehingga kedaulatan dapat benar-benar kita raih,” tegasnya.

Penyelenggaraan POPDA dan Peparpeda juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama UMKM, sektor kuliner, akomodasi, transportasi, dan pariwisata. Malam resepsi turut diwarnai sajian kuliner Nusantara hasil kolaborasi bersama Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ngawi, sebelum ditutup dengan pemberian apresiasi dan doa bersama bagi Paskibraka Kabupaten Ngawi yang telah sukses menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top