
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan launching Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 di Pendopo Wedya Graha, Senin (17/8/2026). Dalam acara tersebut, Kabupaten Ngawi sekaligus memperkenalkan BUBU (Sang Bulus Tawun) sebagai maskot resmi ajang olahraga pelajar Jawa Timur yang akan digelar mulai 6 November 2026.
Kabupaten Ngawi menyatakan siap menyambut kontingen dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kesiapan tersebut mencakup penyelenggaraan pertandingan, pelayanan, hingga kenyamanan seluruh peserta selama berada di Bumi Ngawi. Antusiasme terhadap ajang tersebut juga terlihat dari akomodasi hotel dan guest house di wilayah Ngawi yang telah penuh dipesan menjelang pelaksanaan.
“Menjadi tuan rumah yang baik dengan keramahan khas Ngawi adalah hal yang paling utama. Prestasi dan juara adalah bonus, namun silaturahmi, kebersamaan, serta persatuan antarwilayah adalah esensi mendasar dari ajang ini,” ujar Ony.
Launching POPDA XV dan Peparpeda III Jatim 2026 ditandai dengan pengenalan BUBU (Sang Bulus Tawun), maskot yang terinspirasi dari bulus atau kura-kura air tawar yang menjadi fauna ikonik Sendang Tawun, Kabupaten Ngawi. Maskot tersebut membawa pesan ketangguhan, kemandirian, kedisiplinan, dan sportivitas melalui karakter serta atribut obor api emas dan tempurung kokoh.
Dalam sambutannya, Ony juga menekankan pentingnya memaknai HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat kemandirian bangsa. Menurutnya, kemandirian menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing sekaligus mewujudkan kedaulatan. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembangunan, termasuk sektor pertanian yang membawa Ngawi meraih produktivitas padi tertinggi secara nasional selama tiga tahun berturut-turut, serta pemerataan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Tanpa kemandirian, kedaulatan itu hanya akan menjadi sekadar retorika. Melalui kemandirian, kita optimalkan seluruh potensi anak bangsa agar memiliki daya saing tinggi, sehingga kedaulatan dapat benar-benar kita raih,” tegasnya.
Penyelenggaraan POPDA dan Peparpeda juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama UMKM, sektor kuliner, akomodasi, transportasi, dan pariwisata. Malam resepsi turut diwarnai sajian kuliner Nusantara hasil kolaborasi bersama Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ngawi, sebelum ditutup dengan pemberian apresiasi dan doa bersama bagi Paskibraka Kabupaten Ngawi yang telah sukses menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.