Bupati Ngawi Lepas 203 Atlet Kontingen Porprov. VII Jatim
Jumat (10/06/22) bertempat di Pendopo Wedya Graha, Bupati Ngawi Ony Anwar secara resmi melepas kontingen atlet Kabupaten Ngawi yang akan berlaga di Porprov Jatim VII 2022 di Kabupaten Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso, tanggal 25 Juni – 3 Juli 2022 mendatang.
Bupati Ngawi, optimis dari total 203 atlet yang terbagi dalam 28 cabang olahraga (Cabor) kontingen Ngawi raih 45 medali, “Kita targetkan bisa raih 45 medali dengan komposisi emas perak dan perunggu. Insyalloh kita bisa masuk lima belas besar,” katanya.
Optimisme ini, menurut Ony Anwar didukung stimulus reward dan persiapan latihan intensif pra Porprov dari setiap Cabor, “Bonus yang diberikan yakni prioritas jenjang karir, dimana atlet yang berprestasi dan sesuai jenjang pendidikan yang dimiliki akan diprioritaskan bekerja di BUMD dan instansi lain di Pemkab. Ngawi, sementara untuk persiapan, saya melihat antusias dan percaya diri para atlet,” imbuhnya.
Olahraga, disampaikan Bupati Ngawi menjadi salah satu sarana anak – anak di Kabupaten Ngawi mendapatkan pendidikan karakter, terlebih saat pandemi Covid-19, banyak waktu luang yang bisa menjadi persiapan diri meraih prestasi, “Melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarkter menjadi tantangan kami di Pemerintah Daerah, dengan olahraga ini sebagai solusi kita untuk dapat mendidik karakter menjadi semakin lebih baik,” tuturnya.
Sementara disampaikan Ketua KONI Faisol stimulus lain bagi para atlet peraih medali akan mendapatkan bonus Rp. 25 Juta bagi peraih emas, Rp. 15 Juta untuk peraih perak dan RP. 10 Juta bagi peraih perunggu serta bonus Rp. 5 Juta bagi para pelatih, “Terima kasih atas keseriusan Pemkab Ngawi dalam mensupport olahraga di Ngawi, semoga target yang di tentukan dapat terlampaui bahkan melebihi,” ujarnya.
Turut hadir istri Bupati Ana Mursyida Ony Anwar, Sekretaris Daerah Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Ketua KONI Ngawi, Faisol beserta istri, jajaran Forkopimda Ngawi, pengurus KONI Ngawi, dan Ketua dan atlit dari 28 Cabor.
Sebagai langkah strategis dalam pemasaran, menurut Ony Anwar bisa dilakukan melalui alumni pesantren atau penggiat keagamaan, “Sebab produk wirausaha pesantren memiliki marketplace sehingga dibutuhkan sistem pemasaran khusus agar dapat dikenal masyarakat luas,” terangnya.
Pemerintah menetapkan Reforma Agraria menjadi program strategis nasional (PSN) yang dilakukan oleh lembaga multisektoral. Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai salah satu institusi pemerintah yang menangani urusan agraria atau pertanahan dan tata ruang, untuk mengimplementasikan program tersebut dengan tujuan kepastian hukum dan mewujudkan kemakmuran masyarakat.
Selain itu, Ony Anwar Harsono berharap masyarakat bisa memanfaatkan sejumlah program perbankan dari BUMN maupun BUMD, “Dalam kegiatan yang lebih produktif setelah menerima sertifikat dari program PTSL ini,” katanya.
Sekarang ini, inovasi menjadi keharusan dan kebutuhan dalam Pemerintahan, baik pusat maupun daerah untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Didalam Peraturan Bupati Nomor 182 Tahun 2021 Tentang Inovasi Daerah disebutkan setiap dua tahun sekali, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus meperbarui atau membuat inovasi baru.