Silaturahmi dengan pedagang Pasar Besar Ngawi, Bupati Ngawi serap keluhan Pedagang
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono bersama istri Ana Mursyida didampingi kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Yusuf Rosyadi, lakukan dialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Besar Ngawi (PBN), Sabtu, (04/06/22).
Saat ini, Pasar Besar Ngawi masih dalam masa pemeliharaan oleh pelaksana pembangunan sebelum diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Ngawi, namun tidak sedikit muncul keluhan dari pedagang, yang disampaikan oleh perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Besar Ngawi seperti atap bocor dan tampias saat hujan lebat disertai angin.
Terkait hal ini, Bupati Ngawi mengatakan akan melakukan komunikasi dengan kontraktor untuk melakukan pembenahan, “Saya tidak akan menandatangani (berita acara,red), sebelum ada pembenahan dari pihak kontraktor,” ujarnya.
Dari beberapa keluhan pedagang, seperti tampias, menurut Ony Anwar tidak bisa diintervensi karena sesuai dengan konsep bangunan gedung hijau, yang cenderung terbuka untuk sirkulasi udara, tapi tetap akan dilakukan perbaikan tanpa mengurangi prinsip bangunan gedung hijau, “Kita akan benahi sendiri, tapi setelah ada serah terima, jadi mohon sabar,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Ngawi juga menerima saran dan masukan pedagang terkait fasilitas penunjang diantaranya tempat duduk, ruang tunggu dan sarana bermain anak.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro, Jumat (03/06/22) didampingi Sekda Kab. Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, serta beberapa kepala OPD terkait, dan diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro.
Menurut Bupati Ngawi, dengan adanya kolaborasi tersebut maka manfaatnya nantinya akan bisa dirasakan oleh kedua Kabupaten, “Jadi akses truk – truk dari Bojonegoro tidak perlu masuk kota tapi melalui jalan lingkar luarnya, sehingga aksesbikitas dari Ngawi Ke Bojonegoro akan lebih baik terutama kendaraan berat,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bupati Ngawi juga ingin adanya inovasi GOP TKI dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam penyampaian pembelajaran bagi anak didik, “Kita jangan sampai ketinggalan dengan digitalisasi, terlebih saat ini tersedia konten video pembelajaran yang bisa ditiru, dan anak itu akan lebih tertarik melihat visual dari layar digital,” terangnya.
Dan untuk permasalahan pupuk, Bupati mengatakan bahwa kedepan ketersedian pupuk bersubsidi akan terus dipangkas oleh pemerintah pusat. Dengan hal ini Bupati Ony Anwar Harsono melalui Dinas ketahanan pangan dan Pertanian melakukan pelatihan dan pendampingan terkait program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.