Category archive

Kabar Ngawi - page 113

Kategori untuk berita mengenai Ngawi dan segala yang meliputinya

40 Pejabat Eselon IV ikuti Diklat PIM IV Angkatan 204 Tahun 2018

di %s Berita/Kabar Ngawi/Peristiwa 597 views

Untuk membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat struktural eselon IV, Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali adakan Diklat PIM IV Angkatan 204 Tahun 2018 di Aula Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Jum’at (20/7) lalu yang diikuti 40 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal yang dijadikan pertimbangan diklat ini adalah untuk membentuk sosok-sosok pemimpin birokrasi yang memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan kegiatan instansi dan memimpin pelaksanaan kegiatan tersebut.

Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 204 Tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Bupati Ngawi, Ir, Budi Sulistyono di Aula Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Jum’at (20/7) lalu yang diikuti 40 peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain Bupati Ngawi, Diklat PIM ini dihadiri Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo, Sekretaris Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Dr. Sucipto, SH., M.Si, Perwakilan Widyaiswara Bandiklat Provinsi Jatim, Tutik Purwaningsih, Leader Officer (LO) Bandiklat Provinsi Jatim dan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Acara di awali laporan panitia penyelenggara, Kepala BKPP Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo bahwa Diklat PIM IV Angkatan 204 ini akan dilaksanakan selama 94 hari efektif mulai tanggal 20 Juli sampai dengan 9 Nopember 2018 dengan system on class (classical) dan off class (kembali ke instansi masing – masing). “Diklat ini diikuti 40 orang peserta yang berasal dari 21 OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi,” jelas Yulianto Kusprasetyo. Masih menurut Yulianto, selain pembelajaran didalam kelas, peserta juga akan mengikuti benchmarking ke best practice ke Kabupaten Magelang, “Dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus ssampai dengan 1 September 2018,” ungkapnya.

Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pejabat struktural eselon IV mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam membuat perencanaan kegiatan instansi dan memimpin bawahan serta seluruh pemangku kepentingan strategis secara efektif dan efesien. “Tugas ini menuntut pejabat eselon IV memiliki kompetensi kepemimpinan operasional, termasuk kemampuan membuat perencanaan kegiatan dan serta memobilisasi bawahan dan pemangku kepentingan strategis dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan,” terang Bupati.

Masih menurut Bupati Diklat PIM IV ini adalah suatu ruang yang bersifat inovatif, karena peserta diklat tidak hanya dibekali materi diklat kompetensi juga diberikan ruang untuk menerapkan kompetensinya. “Disamping itu, peserta diklat dituntut untuk menunjukkan kinerjanya dan memimpin perubahan tersebut sehingga mampu memberikan hasil signifikan dalam pencapaian sasaran dan peningkatan kinerja intasinya,” jelasnya.

Diakhir sambutan Bupati berikan pesan kepada peserta diklat untuk mengikutinya dengan sebaik – baiknya sehingga dapat mengambil manfaat setelah kembali baik secara pribadi maupun pejabat pemegang amanan rakyat, “Menjadi pimpinan itu nggak gampang tapi harus mampu memotivasi bawahan menjadi lebih inovatif dan kreatif,” harap Bupati.

Kemudian acara dilanjutkan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Ngawi dan pembacaan Pakta Integritas dan Penandatangan Simbolis oleh Kepala BKPP Ngawi, dan Kepala Bandiklat Prov. Jatim. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Kabupaten Ngawi, Raih Penghargaan Pencapaian Peningkatan Produksi Padi Tingkat Nasional “Bupati Ngawi, Dapatkan Anugrah Pin Emas Kementan”

di %s Kabar Ngawi 819 views

Di hari Jadinya yang  ke 660, kembali Kabupaten Ngawi raih penghargaan tingkat nasional, kali ini adalah Penghargaan Pencapaian Peningkatan Produksi Padi. Penghargaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS. DAA kepada Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono berupa pin emas pada acara Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai Provinsi Jawa Timur, dan Persiapan Penyusunan angka ramalan (Aram) I tahun 2018 di Hotel Aria Gajayana Malang, Kamis (12/07).

Penghargaan yang diberikan Kementerian Pertanian ini didasarkan pada Evaluasi Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi padi, jagung dan kedelai Tahun 2017 yang mengalami peningkatan produksi dari tahun sebelumnya di seluruh Indonesia. Menurut Bupati saat ditemui usai acara pembukaan Rapat Koordinasi Pengendalian Triwulan II di Gedung Kesenian, Rabu (1/8), mengatakan penghargaan ini didapatkan karena Kabupaten Ngawi, mampu mengkonversikan program pemerintah pusat, “Konsentrasi kita terhadap kedaulatan pangan yang digagas Pemerintah pusat cukup besar, bagaimana kita meningkatkan hasil padi dan luas wilayah tanam sekaligus mengurangi mata rantai import beras cukup besar,  ” kata Bupati.

Bupati juga sampaikan untuk bisa mencapai kedaulatan pangan seperti yang diinginkan  sebenarnya kuncinya selalu melakukan komunikasi dengan kelompok tani, disamping itu juga mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian pupuk kimia, karena selama ini cukup besar penggunaannya. “Makanya sedikit demi sedikit kita kurangi agar ketergantungan itu ada atau terlalu banyak,” ungkap Budi Sulistyono. Hingga muncul ide petani organik, dengan teori obat nyamuk. “Kalau satu ikut, sekitarnya pasti juga akan mengikutinya,” lanjutnya.

Masih menurut penuturan Bupati, pertanian organik mampu menangkal jika ada inflasi termasuk di daerah “Pertanian organik lah yang tahan inflasi termasuk di Kabupaten Ngawi. Hal inilah yang mendapat perhatian, walaupun kita hanya dapatkan nominasi, tapi cukup membanggakan,” ujarnya.

Disinggung soal lahan pertanian yang belakangan banyak gunakan untuk permukiman ataupun industri, Bupati Ngawi katakan bahwa hal itu tidak dapat dihindari karena perkembangan saat ini. “ Yang kita tekankan adalah bagaimana memperluas lahan tanamnya bukan luas lahannya,” tandasnya. Strateginya dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif secara optimal, “Meskipun banyak lahan kita ini terkurangi jalan tol, tapi dengan pemanfaatan itu kita mampu menambah 10 ribu hektar luas tanam. Disamping itu, kita juga adakan kerjasama dengan Perhutani, untuk bisa dimanfaatkan lahannya yang belum ditanami jati,” beber orang nomor satu di Ngawi ini.

Meningkatnya produksi padi tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan program peningkatan LTT Kabupaten Ngawi pada tahun 2017, bahwa Kabupaten Ngawi mampu menambah luas tanam padinya. Bupati berharap dengan penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi padi serta juga komoditi pertanian lainnya karena Kabupaten Ngawi miliki potensi di bidang pertanian. Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten/Kota se Jawa Timur. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Kirab Pusaka, Lestarikan Tradisi Ngawi

di %s Berita/Kabar Ngawi/Seni Budaya 1,525 views

Keberadaan Kabupaten Ngawi tidak bisa terlepas dari Dusun Ngawi Purba sebagai cikal bakalnya. Prosesi Kirab Pusaka Tombak Kiai Singkir beserta Songsong Agung Tunggul Warono dan Tombak Kiai  Songgolangit beserta Songsong Agung Tunggul Wulung adalah bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Ngawi.

Menurut Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, pusaka – pusaka ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Ngawi, terkait tahapan terbentuknya Pemerintahan Kabupaten Ngawi. “Mulai dari dusun, desa hingga mulai terbangun sebuah pemerintahan serta mendapatkan pengakuan dilingkup Matraman, disitulah bibit kawit  Pemerintahan kita saat ini,” jelas Bupati

Dan, kirab pusaka ini dimaknai sebagai penjemputan pusaka di leremkan semalam di pendopo Ngawi Purba, dibawa kembali ke Pendopo Wedya Graha. “Bagi leluhur kita, pusaka ini merupakan sebuah kekuatan, dan kita tidak bisa melupakan adat istiadat. Maka inti dari tradisi ini adalah uri – uri,  jangan sampai kita melupakan sejarah, sebab merupakan bagian dari perjalanan kita membangun sebuah peradaban,” ujarnya.

Kirab Pusaka ini rutin dilakukan dua tahun sekali, dalam rombongan kirab ini ada 15 kereta kencana dan 26 delman yang didatangkan langsung dari Keraton Solo. Juga, pasukan kraton dan 9 pasukan senopati berkuda, 6 tim drumband tersebar di beberapa titik rute kirab. Selain itu, ada dua buah gunungan spektakuler hasil bumi yang dikenal dengan gunungan wadon dan lanang  setinggi 3,5 meter. Disamping komunitas mobil tua, sepeda tua dan komunitas kendaraan lainnya.

Prosesi dimulai sekitar pukul 08.00, dengan penyerahan pusaka yang dilakukan Kepala Desa Ngawi Purba kepada pusaka Kabupaten Ngawi  di depan Pendopo Ngawi Purba. Perjalanan kirab ini menempuh jarak sekitar lebih dari lima kilometer. Penyerahan pusaka dilakukan di depan paseban oleh sesepuh Ngawi kepada Bupati dan Wakil Bupati, yang selanjutnya diserahkan kembali ke parogo, dikirab menuju gedung pusaka Pendopo Wedya Graha. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Peringati Hari Jadi ke 660, Petinggi Ngawi Lakukan Ziarah Makam Leluhur

di %s Berita/Hari Jadi Ngawi 659/Kabar Ngawi/Peristiwa/Seni Budaya 1,295 views

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ngawi ke 660 tahun 2018 ini, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi lakukan ziaran makam leluhur pendiri Ngawi, Senin (2/7). Diantaranya makam RM. Tumenggung Poerwodiprodjo (Bupati Ngawi 1887-1902), makam R. Adipati Kertonegoro, makam Patih Pringgo Koesoemo, serta makam R. Patih Ronggolelono dan Putri Cempo.

Menurut Bupati Ngawi, ziarah ini dilakukan sebagai penghormatan atas jasa para leluhur termasuk pendiri Kabupaten Ngawi, “Kita mengenang bagaimana mereka melakukan babat alasnya disini. Dan, kita harus kenal dan mengetahui itu semua, dan acara ini sudah menjadi agenda setiap hari jadi,” kata Bupati sesaat sebelum berangkat ziarah.  Bupati memaknai ziarah makam leluhur ini sebagai bentuk penghargaan bagi leluhur yang telah korbankan tenaga, pikiran dan nyawanya untuk kesejahteraan rakyat termasuk melawan penjajah Belanda kala itu, “Tentu saja kita yang meneruskan ini harus mengerti dan meneruskan cita – cita mereka,” lanjutnya.

Rombongan ziarah ini diawali di makam RM. Tumenggung Poerwodiprodjo, TPU Kauman belakang Masjid Agung Ngawi dengan doa bersama dan tabur bunga, kemudian dilanjutkan ke Ngawi Purba makam Patih Pringgo Koesoemo dan berlanjut ke TPU Sine, makam Raden Adipati Kertonegoro dan berakhir di TPU Jabal Kadas Hargomulyo Ngrambe makam Patih Ronggolelono dan Putri Cempo selanjutnya rombongan menuju Ngawi. kominfo

 

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top