Category archive

Bakohumas - page 9

Badan Koordinasi Kehumasan di wilayah Kabupaten Ngawi

Bupati Cup II 2026 Jadi Panggung Talenta Muda, Pemkab Ngawi Dorong Generasi Aktif dan Berprestasi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Olahraga/Pemerintahan 536 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi mendorong generasi muda untuk tetap aktif melalui Turnamen Bola Voli Bupati Cup II 2026 yang resmi dibuka di Lapangan Bola Voli Makodim 0805 Ngawi, Sabtu (5/9/2026). Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono membuka langsung kompetisi yang diikuti 32 tim yang terdiri dari pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Ngawi tersebut.

Dalam arahannya, Ony menekankan pentingnya aktivitas olahraga bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai. Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk tetap aktif sekaligus menyalurkan energi secara positif.

“Di tengah pesatnya digitalisasi, olahraga menjadi penting agar generasi muda tetap aktif, sehat, dan memiliki ruang untuk menyalurkan energi secara positif,” ujar Ony.

Ony juga mengapresiasi jajaran Kodim 0805 Ngawi serta seluruh unsur Forkopimda yang turut mendukung pembinaan atlet muda. Ia menyebut turnamen sebelumnya telah menunjukkan potensi atlet pelajar Ngawi yang mampu berkembang dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi di tingkat daerah.

Melalui Bupati Cup II 2026, Pemkab Ngawi berharap kompetisi ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi dan sportivitas, sekaligus mempererat silaturahmi antarpelajar. Ajang tersebut diharapkan turut melahirkan talenta-talenta muda yang aktif, sehat, dan berprestasi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Jadi Tuan Rumah Kejurda Baseball-Softball Regional 3 Jatim 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Olahraga/Pemerintahan 542 views

Kabupaten Ngawi dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Baseball dan Softball Putra-Putri Jawa Timur 2026 Regional 3 yang dibuka Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Alun-alun Kabupaten Ngawi, Sabtu (5/9/2026).

Ony yang juga Ketua Umum Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Pengrov Perbasasi) Jawa Timur mengapresiasi kesiapan Perbasasi Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah. Menurutnya, pembagian regional menjadi strategi untuk memperluas pengenalan baseball-softball sekaligus membuat kompetisi lebih efisien bagi atlet daerah.

“Melalui pembagian regional, kami ingin baseball-softball semakin dikenal dan berkembang di berbagai daerah. Ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan serta kompetisi atlet di Jawa Timur,” ujar Ony.

Ia menambahkan, baseball dan softball tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga strategi. Kejuaraan ini diharapkan memperkuat kaderisasi atlet daerah untuk mencetak prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Perbasasi Kabupaten Ngawi Ana Mursyida menyambut seluruh kontingen dari Ngawi, Kota Madiun, dan Kabupaten Madiun. Ia berpesan agar atlet menjunjung sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai motivasi untuk terus berkembang.

“Yang terpenting adalah menjunjung sportivitas dan terus memperbaiki diri,” pesan Ana.

Kejurda Regional 3 diharapkan mendorong pembinaan dan kompetisi baseball-softball semakin berkembang di daerah. Pertandingan softball putra-putri digelar 5-6 September, sementara baseball putra-putri berlangsung 12-13 September 2026 di Alun-alun Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI, Pemkab Ngawi Dorong Palereman Srigati Jadi Wisata Agro

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 451 views

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, meninjau aksi penanaman bibit pohon buah dan pembagian bantuan sosial di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa Babadan, Kabupaten Ngawi, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan kolaboratif bersama Kejaksaan, Perhutani, dan Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) Jatim dalam memperingati Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI ini bertujuan melestarikan lingkungan sekaligus mendorong pengembangan kawasan menjadi wisata agro berbasis ekonomi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Antok mengapresiasi atas inisiatif penghijauan menggunakan tanaman produktif yang tidak hanya memperasri kawasan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.

“Kami menargetkan kawasan Palereman Srigati berkembang dari destinasi religi menjadi wisata agro,” katanya.

Selain penanaman pohon, acara diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa peralatan ibadah dari KOMPAK Jatim kepada warga Desa Babadan. Antok menegaskan dampak positif dari kepedulian sosial tersebut.

“Kami mengapresiasi kepedulian KOMPAK Jatim. Bantuan peralatan ibadah ini bernilai sosial tinggi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Desa Babadan,” terangnya.

Terkait keberlanjutan pemeliharaan tanaman pasca-kegiatan, Pemkab Ngawi memastikan sinergi bersama komunitas lokal. Perawatan bibit pohon buah akan dikelola oleh Paguyuban Ketonggo bekerja sama dengan Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Perawatan tanaman kami percayakan ke LMDH dan Paguyuban Ketonggo. Petani desa hutan dipastikan aktif merawat bibit produktif ini hingga berbuah dan menyejahterakan warga,” pungkasnya.

Sinergi lintas instansi pada HUT ke-81 Kejaksaan RI ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi mampu mewujudkan ekosistem wisata agro mandiri yang memperkuat ekonomi warga Desa Babadan.

wakil bupati menanam salah satu bibit pohon dalam rangka hari lahir Kejaksaan RI,

Sebar dan Bagikan :

Shares

Jadi Percontohan Nasional, Ngawi Finalisasi Redistribusi Tanah 150 KK Terdampak Waduk Pondok

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 461 views

Kabupaten Ngawi mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan redistribusi tanah skema baru berbasis Hak Pengelolaan (HPL) Kementerian. Kepastian hukum ini ditandai melalui Sidang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Ngawi yang digelar di Kantor Pertanahan setempat, Rabu (2/9/2026).

Sidang tersebut menjadi tahapan krusial untuk memfinalisasi penetapan 150 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat atas 170 bidang tanah, termasuk fasilitas umum dan fasilitas sosial. Lahan tersebut tersebar di tiga desa di Kecamatan Widodaren, yakni Desa Suruh, Dampi, dan Kauman, yang telah puluhan tahun ditempati warga terdampak pembangunan Waduk Pondok.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menekankan bahwa percepatan legalisasi tanah ini merupakan langkah mendesak demi menjamin kepastian hukum sekaligus mencegah munculnya masalah pertanahan di kemudian hari.

“Kepastian legalitas ini harus secepatnya diterima warga. Makin cepat sertifikat diserahkan, potensi sengketa di lapangan bisa segera rampung,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penantian masyarakat sejak era pembangunan waduk pada 1990-an kini menemui titik terang melalui koordinasi intensif antara Pemkab Ngawi dan Badan Pertanahan Nasional. Program ini dipastikan tepat sasaran untuk memberikan rasa keadilan bagi warga lokal yang telah lama menanti legalitas atas tempat tinggal mereka.

“Ini bentuk tanggung jawab dan keadilan bagi masyarakat kecil yang sudah mendukung pembangunan Waduk Pondok. Tanah yang mereka tempati harus sah secara hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi, Ihsan Soedardjo, menyampaikan bahwa keberhasilan ini dimulai dari pengusulan perubahan status kawasan hutan sejak 2015 hingga terbitnya SK Kementerian Kehutanan. Dalam skema baru ini, pihak pertanahan terlebih dahulu menerbitkan delapan sertifikat HPL atas nama Kementerian sebelum diserahkan sepenuhnya menjadi sertifikat Hak Milik warga.

Seluruh rangkaian proses redistribusi tanah ini ditargetkan tuntas dan sertifikat hak atas tanah dapat diserahkan langsung kepada 150 KK penerima manfaat sebelum 24 September 2026.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top