Author

Dony Setyawan - page 39

Dony Setyawan has 2887 articles published.

Gelar Budaya Minggu Kliwonan Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal Ngawi

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/Seni Budaya 510 views

Seni tradisi masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menjaga kebudayaan lokal. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui Gelar Budaya Minggu Kliwonan yang dilaksanakan di Kompleks Kepatihan Ngawi, Minggu (14/12/2025), sekaligus menggerakkan roda perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Untuk kedua kalinya, agenda ini menjadi ruang temu komunitas seni dan wadah ekspresi budaya yang berkesinambungan. Kegiatan Minggu Kliwonan kali ini dimulai dengan Festival Dalang yang diikuti tujuh peserta dari jenjang SD dan SMP, dilanjutkan dengan pagelaran Wayang Thoprak, serta turut dihadiri Anggota DPR RI Budi Sulistyono, jajaran perangkat daerah, camat, dan perangkat desa.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan realisasi aspirasi komunitas seni di daerah.

“Kegiatan Minggu Kliwonan ini menjadi ruang bersama bagi komunitas seni untuk terus berkarya, sekaligus sarana menjaga keberlanjutan seni tradisi agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Minggu Kliwonan berlandaskan tiga tujuan utama, yakni penguatan komunitas seni, penyediaan wadah ekspresi seni yang berkesinambungan, serta pelestarian budaya melalui pencarian dan pembinaan bibit-bibit talenta seni, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi Kabul Tunggul Winarno menyebutkan bahwa fasilitas di Kepatihan akan terus ditingkatkan. Renovasi pendopo induk dan penambahan sarana penunjang direncanakan pada tahun anggaran mendatang agar kawasan tersebut semakin representatif sebagai pusat kegiatan budaya.

Selain aspek budaya, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami kegiatan di Kepatihan ini bisa berdampak ekonomi bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil,” kata Kabul.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Minggu Kliwonan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap pelestarian seni tradisi lokal dapat terus berlanjut, sekaligus menjadi angin segar bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hakordia 2025, Momentum Ngawi Perkuat Pengawasan dan Tanamkan Integritas pada Generasi Muda

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 492 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi sebagai momentum memperkuat pengawasan layanan publik dan menanamkan nilai integritas kepada generasi muda. Kegiatan ini menjadi ruang menegaskan arah pembenahan tata kelola daerah ditengah meningkatnya tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang bersih dan transparan, yang berlangsung pada Jumat (12/12/25) dan dihadiri Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, serta BUMD.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau Antok menegaskan bahwa tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi” harus diwujudkan melalui komitmen bersama memperkuat integritas di setiap lini pelayanan. Ia menilai pencegahan korupsi membutuhkan sinergi, inovasi, dan pembentukan karakter sejak usia sekolah.

Antok juga mengapresiasi kampanye antikorupsi dari SMPN 1 Karangjati yang dinilai efektif membangun nilai kejujuran di kalangan pelajar.

“Generasi muda adalah calon pemimpin daerah. Integritas harus dibentuk sejak dini agar pemerintahan ke depan semakin bersih,” ujarnya.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Ngawi Yulianto Kursprasetyo menjelaskan bahwa peringatan Hakordia tahun ini melibatkan sekitar 120 peserta dengan agenda pembinaan layanan dan penandatanganan Deklarasi Sinergitas Anti Korupsi.

“Hakordia bukan sekadar peringatan, tetapi pengingat bahwa pencegahan korupsi harus dilakukan setiap hari. Kami ingin memastikan sistem pengawasan berjalan lebih kuat dan lebih transparan,” tegasnya.

Ia memaparkan tiga fokus utama pencegahan korupsi di Ngawi, “Pertama, meningkatkan pemahaman antikorupsi. Kedua, memperkuat sistem pengendalian dan tata kelola pemerintahan. Ketiga, membangun sinergi antara pemerintah, lembaga pengawas, dan masyarakat,” jelasnya.

Yulianto juga menyampaikan capaian daerah, di antaranya keberadaan tiga Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) bersertifikat BNSP dan KPK. Sebanyak 10 Kader Integritas Muda (PIM) telah direkrut melalui kerja sama Inspektorat, Disparpora, dan Dimas Diajeng Ngawi 2025, di mana salah satu kader mendapat pembekalan langsung di KPK Jakarta.

Selain itu, Ngawi berpartisipasi dalam program perluasan Desa Anti Korupsi di Jawa Timur Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat edukasi dan pengawasan di tingkat desa.
Melalui peringatan Hakordia 2025, Pemkab Ngawi berharap gerakan antikorupsi semakin terarah, inklusif, dan berdampak nyata dalam mewujudkan layanan publik yang bersih, akuntabel, dan terpercaya.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perumda Tirto Kertonegoro Dorong Pelestarian Lereng Lawu, Sumber Keseimbangan Alam dan Ekosistem

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 402 views

Memperingati Hari Jadi ke-45, Perumda Air Minum Tirto Kertonegoro Ngawi menggelar aksi tanam pohon di Pendakian Wukir Bayi lereng Gunung Lawu Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, bersama jajaran perangkat daerah dan relawan, sebagai wujud kolaborasi menjaga hutan sekaligus mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Ony menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga sebagai ajang partisipatif bagi seluruh lapisan masyarakat menjaga sumber mata air di Lereng Lawu. “Kita ingin kegiatan ini menjadi rutinitas berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi warga dan lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap debit air baku dapat terus ditingkatkan seiring upaya konservasi yang berkelanjutan.

Selain menanam pohon, Ony turut meninjau jalur sekat bakar seluas lebih dari 4.000 hektare yang dibangun untuk mengurangi risiko kebakaran hutan. Jalur ini berfungsi membatasi perambatan api dan menjadi rute evakuasi bagi pendaki saat kondisi darurat.

“Sekat ini memudahkan pemetaan titik reboisasi sehingga upaya pelestarian hutan bisa terus berlanjut,” jelasnya.

Masyarakat juga diberikan kesempatan menanam tanaman bernilai ekonomi seperti kopi, cengkeh, alpukat, dan durian, selama tidak menebang pohon.

“Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar Lereng Lawu sekaligus menjaga kelestarian hutan,” kata Ony.

Kawasan Gunung Lawu akan resmi ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura) pada Desember 2025. Penanaman pohon ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga Lereng Lawu sebagai sumber kehidupan dan penyangga ekosistem, sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Intensifkan GPM Jelang Akhir Tahun untuk Stabilisasi Harga dan Perluas Akses Pangan Terjangkau

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan/TPID 436 views

Menghadapi potensi fluktuasi harga pada akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Ngawi merespons dengan mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagai bentuk layanan publik yang memastikan stabilitas pangan tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kegiatan GPM digelar di Jalan Serong Alun-alun Ngawi pada Kamis (11/12/2025).

Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan komoditas pokok sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pangan yang stabil bagi warga.

“Gerakan Pangan Murah ini kami hadirkan untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau. Pemerintah daerah ingin masyarakat mendapatkan akses pangan yang lebih mudah dan stabil, terutama menjelang akhir tahun,” kata Ony.

Pelaksanaan GPM diharapkan berkontribusi dalam menekan inflasi daerah serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya pada periode akhir tahun yang kerap diwarnai potensi kenaikan harga pangan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top