Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pemkab, Kemenag, dan PCNU Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Rabu (21/10/2026) malam, diwarnai peluncuran marketplace “Kangsantri”. Disaksikan Bupati Ony Anwar Harsono, platform digital inovasi Kemenag ini hadir untuk mendorong perputaran ekonomi keumatan.
Sejalan dengan tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas”, Bupati Ngawi mengapresiasi sinergi lintas lembaga yang terjalin sebagai pemantik nasionalisme bagi santri di era digitalisasi saat ini.
“Santri harus menjadi garda terdepan menjaga kondusivitas wilayah serta membentengi generasi muda dari ancaman sosial seperti hoaks, radikalisme, hingga perpecahan bangsa,” tegasnya.
Dari sektor ekonomi, Kemenag Ngawi menjawab tantangan kemandirian umat dengan merilis aplikasi “Kangsantri” (Kemenag Ngawi untuk Pesantren Ngawi). Kepala Kemenag Ngawi, Moh. Ersat, menyebut platform digital ini merupakan wujud nyata program Asta Protas yang disiapkan khusus untuk memasarkan produk unggulan dari 82 pondok pesantren secara daring.
“Tujuannya murni agar pesantren mandiri secara ekonomi dan memunculkan entrepreneurship (kewirausahaan) di lingkungan pondok,” tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pemkab Ngawi bersama Kemenag akan merutinkan bimbingan teknis bagi pengurus pondok. Langkah kolaboratif ini menjadi kunci agar Kangsantri sukses memasarkan produk lokal karya santri secara merata dan berkelanjutan.