Girikerto Tourism & Culture Day Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Potensi Wisata Lokal

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Kulineria/Pemerintahan/Traveling/Wisata Ngawi 892 views
Banner

Pengembangan wisata berbasis kolaborasi terus didorong sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif dan mengoptimalkan potensi wisata lokal. Hal itu tercermin dalam gelaran Girikerto Tourism & Culture Day yang berlangsung di Pasar Tradisional Jajal Wae, kawasan wisata Sumber Koso, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi Wiwien Purwaningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Ony Anwar mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan kalangan pemuda dalam mengembangkan desa wisata berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat promosi wisata sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini adalah kolaborasi yang sangat baik. Pokdarwis dan BUMDes telah merintis kegiatan ekonomi kerakyatan melalui desa wisata selama beberapa tahun terakhir. Kini semangat itu dipadukan dengan inovasi pemuda yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan wisata edukasi yang konsisten dilaksanakan mampu memperluas jangkauan promosi daerah dan menarik kunjungan wisatawan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi wisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Lawu.

Selain pengembangan wisata, Ony juga menekankan pentingnya legalitas pengelolaan destinasi yang berada di kawasan Perhutani. Pemerintah Kabupaten Ngawi, kata dia, terus mendorong BUMDes maupun Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk menjalin kerja sama resmi guna memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan wisata.

“Kami mendorong setiap kegiatan wisata di lahan Perhutani dilakukan melalui skema kemitraan yang resmi agar memiliki payung hukum yang jelas dan dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ony turut mendorong pengembangan pasar tradisional berbasis tematik sebagai upaya memperkuat identitas destinasi wisata di setiap wilayah. Menurutnya, konsep tematik dapat menciptakan daya tarik tersendiri sekaligus menghindarkan pasar tradisional dari tren sesaat.

Pasar Tradisional Jajal Wae di Girikerto, misalnya, diarahkan untuk menonjolkan komoditas buah-buahan, sayuran segar, serta jajanan khas lokal. Sementara daerah lain didorong mengembangkan tema yang berbeda sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing.

Melalui penguatan kolaborasi, legalitas pengelolaan, dan pengembangan pasar tematik, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan terus tumbuh serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebar dan Bagikan :

Shares