Revitalisasi Benteng Van Den Bosch Di Mulai

di %s Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 135 views
Banner

Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendhem setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya direvitalisasi ditandai dengan ceremonial rehabilitasi pembangunan kawasan pusaka ini oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi bersama Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Jawa Timur, M Reva Sastrodiningrat di Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendhem Ngawi, Senin (21/12/20).

Dalam sambutannya Bupati Ngawi menceritakan proses panjang hingga akhirnya bangunan peninggalan Belanda ini mulai di revitalisasi, “Proses kita mulai dari tahun 2014, dan di tahun 2017 Menteri PUPR, melakukan tinjauan langsung ke benteng, hingga awal tahun 2019 lalu, Presiden Joko Widodo berkunjung ke benteng. Dari situlah akhirnya proses revitalisasi benteng dimulai,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pembangunan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama sektor pariwisata di Kabupaten Ngawi.
“Ikon Kabupaten Ngawi yang tidak tertandingi adalah Benteng ini. Dan, setelah itu, rencana besar selanjutnya adalah pembangunan kawasan Planetarium Argo Park di lereng gunung Lawu sebagai pusat penelitian sekaligus wisata edukasi,” imbuhnya.

Sementara Kepala BPP Wilayah Provinsi Jatim, M Reva Sastrodiningrat mengatakan benteng ini memiliki keunikan, karena umumnya benteng terletak di pinggir pesisir pantai tapi ini terletak di tengah kota, tentunya menjadi nilai tambah tersendiri, “Benteng ditengah kota ini sangat unik, dengan upaya pemugaran atau rehabilitasi diharapkan akan memberikan kemajuan pada industri wisata, dan bagi kita akan menambah aset cagar budaya secara nasional,” terangnya.

Dalam proses rehabilitasi ini, membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga 26 bulan mulai Desember, “Hingga kita jadwalkan Januari 2023 dengan lingkup pekerjaan yaitu melakukan rehabilitasi pada kawasan inti dengan luas 7500 m persegi, 13 bangunan disekitar kawasan,” lanjutnya.

Dikatakan Reva, rehabilitasi untuk bangunan ini dilakukan secara hati – hati, “Untuk tetap mempertahankan keasliannya, kegiatan ini dilakukan juga secara 5T, tepat manfaat, tepat administrarsi, tepat mutu dan tepat biaya,” lanjutnya.

Reva berpesan Pemkab Ngawi, dalam pemanfaatan kawasan ini, dapat memilihara dan merawat secara berkelanjutan, “Menjadi bangunan yang andal dan tentunya menjadi sektor pergerakan wisata dan perekonomian di Ngawi. Sehingga mampu menjadikan Benteng Pendem menjadi salah satu piihan wisata favorit nyaman dan aman,” tutupnya. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0