Kesbangpol Ngawi, Gelar Sarasehan Memahami Toleransi Dari Sudut Pandang Hukum

di %s Hukum dan Keamanan 16 views

Negara Indonesia terkenal akan keberagaman masyarakatnya, kondisi ini tentunya diperlukan sikap toleransi tinggi, saling menghargai segala perbedaan yang ada. Namun, belakangan ini banyak terjadi peristiwa yang memicu sikap intoleransi, hal ini pastinya sangat mengganggu dan mengancam perdamaian masyarakat dan menimbulkan konflik dan perpecahan.

Untuk mengantisipasi dan menciptakan situasi yang tetap guyub rukun di Kabupaten Ngawi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ngawi gelar sarasehan dengan tema “Memahami Toleransi Dari Sudut Pandang Hukum” bertempat di Gedung Kesenian, Kamis (8/8).

Hadir dalam acara ini Asisten II Hermiati Retno Sriwulan, Kepala Kantor Kesbangpol, Yoni Wasono,  6 Narasumber yang berasal dari Kejaksaan Negeri dan Kepolisian Resor Ngawi serta peserta acara ini diantaranya pelajar tingkat SLTA, pemuda lintas agama dan Organisasi Masyarakat kepemudaan serta kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Hermiati Retno Sriwulan menyampaikan amanat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto mengatakan Kabupaten Ngawi memiliki masyarakat majemuk yang memiliki berbagai macam karakteristik, maka diperlukan kesadaran dalam diri masyarakat untuk menghargai menghormati segala perbedaan yang ada. “Dengan toleransi tentunya akan menjadikan suasana semakin guyub dan rukun dalam berbagai aktifitas ataupun dilingkungan masyarakat,” kata Herminati Retno Sriwulan

Mokh. Sodiq Triwidiyanto dalam amanatnya juga mengatakan toleransi dari sudut pandang hukum sarana untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban didalam masyarakat. Pasalnya, didalamnya mengajarkan tentang menghargai antar pemeluk agama, pendapat, dan pemikiran serta menghormati kepercayaan masing – masing individu, “Jika semua tidak dipayungi dengan toleransi tentu akan mudah terjadi gesekan. Disinilah perlunya hukum sebagai acuan dalam penyelesaian masalah,” lanjutnya.

Sementara Kepala Kesbangpol,Yoni Wasono berharap dengan sarasehan ini bisa memberikan pencerahan untuk bertoleransu dengan baik, “Dan, antar umat beragama ini bisa sinergis dan harmonis, beda pendapat itu adalah hal yang wajar. Tapi, NKRI harga mati,” tandas Yoni. (nf/kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*