Monthly archive

April 2019

Ngawi Student Fair 2019, Ajang Pamerkan Potensi Sekolah

di %s Pendidikan 303 views

Sosok Ki Hajar Dewantara memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan, hanya golongan bangsawan saja yang diperbolehkan. Hal inilah yang mendorong Ki Hajar Dewantara untuk memperjuangkan hak pendidikan untuk rakyat dengan mendirikan Taman Siswa. Selain itu, juga telah meletakkan dasar pendidikan termasuk mencintai bangsa dan tanah air sekaligus berjuang untuk kemerdekaan. Untuk mengenang jasanya, setiap tanggal, 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Bupati berikan sambutan dalam pembukaan Student Fair

Dalam peringatan Hardiknas tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan menggelar Ngawi Student Fair, Minggu – Selasa (28 – 30/4) bertempat di Alun – Alun Merdeka Ngawi.

Acara yang bertema Berjaya Dalam Prestasi dan Karya diikuti 84 peserta stand dibuka langsung oleh Bupati Ngawi, Budi Sulistyono didampingi Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Djatmiko beserta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik se Kabupaten Ngawi secara simbolis dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya Budi Sulistyono memberikan apresiasinya kepada penyelenggara yang konsisten gelar pameran pendidikan.“Tahun ini saya melihat makin bagus inovasinya dan tentunya harus semakin baik tiap tahunnya,” katanya.

Dengan gelaran pameran seperti ini, Bupati menghimbau pameran ini menjadi bahan studi banding antar sekolah satu dengan lainnya, “Pameran ini jangan hanya menjadi ajang pamer inovasi saja, tapi sekolah juga harus melakukan study banding dengan sekolah lain yang mungkin lebih baik dari sekolahnya, agar sekolahnya bisa semakin maju,” katanya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Abimanyu mengungkapkan di tahun ke lima ini, Ngawi Student Fair digelar lebih special karena ada Festival Kreasi Seni Pentas Pelajar dan Pameran, Potensi Sekolah, “Ya, kali ini istimewa karena kita tidak hanya menampilkan stand pameran tetapi juga kreasi seni dan budaya. Dan, anak – anak akan tampil di panggung hiburan mulai pagi sampai malam selama tiga hari,” jelas Abimanyu.

Bupati beserta istri mengunjungi salah satu stand pameran

Abimanyu juga menyampaikan bahwa festival kreasi ini sebagai wadah menunjukkan potensi siswa dan sekolah, “Ajang ini merupakan suatu kesempatan bagi siswa dan sekolah untuk menampilkan potensinya, yang selama ini telah di bina. Selain itu, juga bisa menjadi hiburan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tahunan ini di ikuti puluhan stand dari seluruh UPT Dindik Kabupaten Ngawi, SMP/MTs, SMA/SMK, PAUD dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). (nf/kominfo)

Gubernur Jatim, Berikan Santunan Ahli Waris KPPS Meninggal

di %s Berita/Sekitar Kita 115 views

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berikan santunan bagi ahli waris Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) dan Anggota TNI/POLRI yang meninggal dunia setelah menjalankan tugas saat Pemilihan Umum 2019, yang digelar 17 April silam di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/4).

Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp. 15 juta dan juga diberikan piagam penghargaan, “Kami menyampaikan duka mendalam semoga semua tenaga pendukung Pemilu 2019 di Jatim ini, “Setiap pengorbanan pasti ada pahalanya, saya doakan semua tenaga yang gugur mendapat pahala dan kebaikan dari sisi Allah Subhanahu wata’ala,” kata Khofifah.

Disampaikan ada 53 petugas Pemilu dan dua diantaranya anggota Polri yang meninggal dunia, “Berdasarkan laporan dari Ketua KPU Jatim, ada 51 orang petugas dan dua orang anggota Polri yang meninggal saat menjalankan tugas, tapi ini saya dapat kabar sore ini, ada lima orang lagi yang meninggal,” terangnya.

Selain yang meninggal, Khofifah juga berikan perhatiannya untuk para petugas yang saat ini dalam keadaan sakit dan dirawat di sejumlah rumah sakit dan akan diberikan bantuan perawatan kesehatan. “Yang dirawat di rumah sakit juga banyak, kami sudah mengkoordinasikan rumah sakit daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik, dan dipastikan pembiayaan di cover daerah masing – masing,” tuturnya. Masih menurut Gubenur Jatim, jika pasien ini memerlukan rujukan maka pihaknya akan memberikan layanan secara gratis.

Tidak hanya santunan, Pemprov Jatim juga akan berikan beasiswa bagi anak – anak ahli waris yang masih sekolah mulai tingkat dasar hingga menengah, “Kami akan koordinasikan dengan Kabupaten atau Kota terkait, sedangkan untuk yang jenjang atas di cover oleh Pemprov,” tuturnya.

Nampak suasana haru selama acara berlangsung silaturahmi, karena tidak sedikit ahli waris yang hadir meneteskan air mata saat penyerahan piagam dan cinderamata. (nf/kominfo)

Upacara Peringatan Hari Kartini ke 140 dan Hari Otonomi Daerah ke 23, Bupati Minta Wanita Mampu Mensejahterakan diri.

di %s Berita 131 views

Peringatan Hari Kartini, menjadi momentum mengenang serta menghormati perjuangan RA. Kartini untuk kebangkitan wanita Indonesia. Selain itu, juga harus dimaknai secara mendalam mengenai emansipasi wanita.Dan,terpenting lagi, mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus konsisten dalam memperjuangkan keadilan gender.

Dalam peringatan Hari Kartini ke 140 tahun 2019 dan Hari Otonomi Daerah ke 23, Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar upacara di halaman Pendopo Wedya Graha, Senin (22/04) dengan tema Wanita Tangguh Di Era Ekonomi Digital.

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan peran Kartini terhadap wanita sangat luar biasa, terbukti dengan berbagai macam keberhasilan yang dilakukan wanita saat ini. “Seperti beberapa saat yang lalu,saya baru saja memberikan Surat Keputusan (SK) bagi CPNS di lingkup Kabupaten Ngawi, dua per tiga dari jumlah keseluruhan adalah perempuan,” kata Budi Sulistyono.

Bupati berharap peringatan kali ini mampu membawa pengaruh positif terutama untuk peningkatan kualitas hidup.“Untuk seluruh wanita Indonesia, berkarirlah sesuai dengan tatanan yang ada, dan saya yakin wanita yang ada di Kabupaten Ngawi mampu mensejahterakan hidupnya,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Antiek Budi Sulistyono menyampaikan untuk seluruh wanita Indonesia untuk semangat dalam berkarya, terlebih diera sekarang yang semua serba mudah dilakukan, “Terus semangat wanita Indonesia, berkat jasa RA. Kartini kita bisa melakukan apa saja dan mudah saat ini,” tuturnya.

Upacara ini diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pejabat lingkup Pemkab Ngawi, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan pakaian nasional. Satu hal yang menarik, semua yang bertugas dalam upacara peringatan Hari Kartini ini adalah perempuan, termasuk pemimpin upacara. (nf/kominfo)

402 CPNS Terima SK Pengangkatan

di %s Berita 92 views

Sebanyak 402 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi CPNS tahun 2018 Kabupaten Ngawi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Ngawi, Budi Sulistyono di Pendopo Wedya Graha, Senin (15/4).

Bupati Ngawi mengatakan menjadi CPNS harus memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara dan masyarakat.“Disamping itu, harus bisa memberikan yang terbaik untuk negeri ini, khususnya Kabupaten Ngawi harus bisa berkontribusi secara total dalam bekerja baik hati serta pikiran,” ujarnya.

Selain itu, tugas utama menjadi PNS adalah sebagai abdi Negara dan masyarakat yang bertugas melayani masyarakat.“Jadi goalnya nanti adalah harus mampu memberikan pelayanan terbaik dengan tenaga hati bahkan jiwa raganya mereka untuk kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Budi Sulistyono berharap PNS yang baru ini mampu memberikan energi positif bagi Kabupaten Ngawi, terutama pemikiran dan inovasinya, “Menyatunya mereka dengan kita merupakan wujud regenerasi yang kita siapkan, karena kedepan menggantikan yang pensiun,dan ini akan menjadi energi luarbiasa bagi kita,” katanya.

Sementara Kepala BKPP, Yulianto Kusprasetyo mengungkapkan dari 402 CPNS ini telah dinyatakan lulus dalam tahapan seleksi CPNS dan telah mengikuti pemberkasan beberapa waktu lalu, “CPNS ini terdiri dari tenaga guru, termasuk honorer kategori 2, tenaga kesehatan eks K 2 dan tenaga teknis,” kata Yulianto.

Yulianto mengatakan SK tersebut berlaku mulai per 1 Maret 2019, dan mereka akan mulai bekerja pada bulan Mei 2019 mendatang, “Mereka juga akan menerima gaji sebesar 80 persen mulai bulan Juni 2019,” terangnya. Lebih lanjut, Yulianto mengatakan hampir seluruh formasi yang dibutuhkan sudah terpenuhi, kecuali formasi dokter spesialis. “Memang pengalaman sebelumnya formasi dokter spesialis memang sulit terisi, solusinya adalah dokter yang ada sekarang itu disekolahkan lagi untuk pendidikan spesialis,” pungkasnya. (nf/kominfo)

 

 

 

Go to Top