INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

Dinas Kesehatan

Pameran Germas 2019, Cegah Stunting Itu Penting

di Kesehatan oleh

Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah upaya peningkatan kesehatan yang
sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama – sama oleh seluruh komponen
bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan
kualitas hidup yang dimulai dari keluarga yang merupakan bagian terkecil dari masyarakat
yang membentuk kepribadian.

Saat
ini, Stunting atau kegagalan pertumbuhan
pada anak akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi, sehingga berakibat terganggunya
perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan metabolism tubuh juga
penurunan kemampuan kognitif dan prestasi belajar. Dan,
kondisi ini akan berdampak pada menurunnya kualitas sumberdaya generasi penerus
di masa mendatang, padahal tahun 2045 di usia emas Indonesia dituntut SDM yang
bermutu.

Percepatan penurunan angka
Stunting saat ini menjadi salah satu diantara
fokus Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk membentuk generasi yang berkualitas dan sehat
di masa mendatang. Germas akan menjadi landasan utama untuk mencegah permasalahan
terjadinya gagal tumbuh ini.

Digawangi Dinas Kesehatan
dalam upaya promosi dan mengedukasi masyarakat tentang cara hidup sehat termasuk
kepada ibu hamil tentang pola hidup sehat dan bersih dengan Pameran Kesehatan Germas
dan mengangkat tema “Cegah Stunting Itu Penting”
 di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Jumat
–Minggu(6 – 8/9).

Acara ini dibuka langsung
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono yang didampingi Sekretaris Daerah kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto
bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pejabat lingkup Pemkab Ngawi,
Camat Se Kabupaten Ngawi, Direktur Rumah Sakit Se kabupaten Ngawi serta UPT Dinas
kesehatan se kabupaten Ngawi.

Kepala
Dinas Kesehatan, Yudono menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung tiga hari ini
akan memamerkan program  layanan kesehatan,
“Ada 33
stand diantaranya 24 dari UPT Puskesmas se Kebupaten Ngawi, satu dari Rumah Sakit
Daerah, 1 dari BPJS Kesehatan, 1 dari Dinas Pertanian, dan 6 dari bidang Dinkes,”
ungkapnya.

Sementara
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan pameran terpadu Germas
ini sebagai salah satu langkah yang sangat strategis untuk mensosialisasikan pelayanan
kesehatan di Puskesmas kepada masyarakat, “Kegiatan ini tentunya juga sebagai wadah
untuk mensosialisasikan program dan inovasi pelayanan kesehatan di Puskesmas,
khusunya penanganan Stunting,”katanya.

Dikesempatan
ini, Budi Sulistyono mengajak masyarkat untuk lebih perhatian terhadap Stunting. Sebab prosentase balita dengan
kondisi ini di Kabupaten Ngawi saat ini masih tinggi sebesar 25,51 persen bahkan
lebih tinggi dari prosentase di Jawa Timur sebesar 25 persen, keadaan ini menjadi
perhatian khusus Pemkab Ngawi, “Mari kita bersatu saling berkoordinasi untuk berperan
aktif sebagai orang tua asuh bagi ibu hamil resiko tinggi dan balita Stunting,” tegasnya.

Bupati
berharap dengan pameran ini semakin meningkatkan kesadaran masyarkat akan pentingnya
hidup dan berperilaku sehat, “Masyarkat
harus semakin sadar akan kesehatannya,” tuturnya.

Untuk menarik perhatian masyarakat, pameran ini dimeriahkan penampilan band lokal maupun ibu kota sehingga mampu menarik animo pengunjung untuk datang, selain itu juga diadakan kegiatan lain seperti Jambore Kader Posyandu 2019 serta Gebyar Remaja Sehat. (Team/kominfo)

Sukses Implementasikan KTR, Pemkab Ngawi, Raih Pastika Parama dari Kemenkes

di Kesehatan oleh

Dalam
puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau se Dunia (HTTS), Pemerintah Kabupaten
Ngawi mendapatkan penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan RI, atas
langkah dan upaya dalam menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sekaligus menetapkannya
dalam Peraturan Daerah (Perda).

Penghargaan  ini diberikan langsung Menteri Kesehatan RI,
Nila Djuwita F. Moeloek kepada Bupati Ngawi, Budi Sulistyono di Auditorium
Siwabessy, Kementerian Kesehatan Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (11/7).

Bupati
Ngawi mengungkapkan penghargaan ini adalah capaian yang luar biasa dan sangat
membanggakan. Sebab, Pastika Parama ini penghargaan level tertinggi nasional
yang diberikan Kemenkes bagi daerah yang dinilai berhasil dalam
mengimplementasika KTR, “Kita sudah lama terbitkan Perda tentang kawasan tanpa
rokok,”ujarnya.

Masih
menurut Budi Sulistyono kebijakan tentang kawasan tanpa rokok di Kabupaten Ngawi diatur dalam
Perda Nomor : 100/2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, “Untuk pelaksanaannya
tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor : 14/2019,” jelasnya.

Lebih
lanjut Budi Sulistyono katakan wujud nyata dari kebijakan tersebut disediakan smoking area di kantor Pemerintahan,
“Sementara disekolah – sekolah kami juga telah melakukan sosialisasi tentang
bahaya merokok bagi pelajar,” lanjutnya. Bupati menandaskan semua itu dilakukan
bukan
semata karena
ingin mendapatkan prestasi melainkan kepedulian Pemkab Ngawi terhadap kesehatan
masyarakat, “Merokok itukan dampaknya luar biasa, yang tentunya bisa sebabkan
penyakit serius, seperti paru – paru,” katanya.

Bupati
berharap dengan penghargaan ini, bisa menjadi motivasi tidak hanya bagi Pemkab
Ngawi tetapi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan
mengerti betul bahaya akibat merokok.

Hal
yang sama juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Yudono bahwa penghargaan
diraih tidak lepas dari
dukungan seluruh stakeholder dalam
mengimplementasikan kebijakan KTR ini. “Tidak hanya di kantor Pemerintahan saja
tetapi juga dilakukan diinstansi serta sosialisasi di sekolah. Dan, saat ini
menunjukkan perkembangan yang bagus dan mulai berkurang,” katanya.

Yudono
mengatakan KTR bukan berarti melarang orang untuk tidak merokok, tetapi merokok
pada tempatnya,  “Smoking area tidak boleh didalam KTR, tapi harus jauh dari pintu
keluar dan harus terbuka harus udara bebas,” jelasnya.

Kabupaten
Ngawi menjadi salah satu dari 5 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur yang mendapatkan
penghargaan bergengsi ini, diantaranya Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, dan
Kota Surabaya (dn/nf/kominfo)

Tim Verifikasi Pelayanan Ramah Anak Kunjungi Puskesmas Ngawi

di Tekno Sains oleh

Tim
Verifikasi Pelayanan
Ramah Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI untuk melakukan penilaian lapangan pelayanan Puskesmas ramah anak di Puskesmas Ngawi Kecamatan Ngawi, Rabu (15/5).Tim
verifikasi diterima langsung Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar di Ruang Data Pendopo Wedya Graha.

Dalam sambutannya, Ony Anwar
menyampaikan Kabupaten Ngawi memiliki komitmen untuk mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak, “Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun
2013 tentang Perlindungan Anak, didukung lagi dengan Keputusan Bupati Ngawi Nomor 188/77.C/404.102/2017
Tentang Pembentukan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) serta Instruksi Bupati Ngawi Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pengembangan Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas,” ungkapnya.

Wabup juga menjelaskan bahwa sistem perlindungan anak, ada di berbagai sektor pembangunan, salah satunya dalam pelayanan kesehatan. “Untuk memenuhi serta melindungi hak anak diperlukan kebijakan secara holistik, terintegrasi serta berkelanjutan. Makanya harus dikembangkan berbagai model serta strategi pendekatan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik permasalahan,” jelasnya.

Menurutnya,
hal ini diperlu mengintegrasikan komitmen serta sumberdaya untuk pengembangan perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam proses pembangunan. “Semoga dengan verifikasi Puskesmas ramah anak ini, semua yang hadir disini bisa berkomitmen dan berjejaring dalam menjawab permasalahan anak khususnya dibidang kesehatan,” katanya.

Wabub berharap melalui verfikasi puskesmas ini bisa menjawab beragam permasalahan anak khususnya di bidang kesehatan “ semoga dengan verifikasi puskesmas ramah anak ini anak kita semua yang hadir disini berkomitmen dan berjejaring dalam menjawab permasalahan permasalahan anak khususnya yang terjadi di
bidang kesehatan”
ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Ketua Tim Verifikasi dari KPPPA, Ramos Luther Siahaan menyampaikan terdapat 15 indikator yang akan diverifikasi nantinya dan sesuai dengan dokumen yang dilaporkan, “Secara dokumen memang sudah  lengkap dan kita akan melihat langsung serta meninjau ke puskesmas yang ditunjuk,” katanya. Ramos berharap Kabupaten Ngawi bisa menjadi barometer Kabupaten ramah anak, minimal di wilayah Jatim.

Dalam kegiatan ini tim verifikator berkeliling meninjau kepoli-poli dan bertanya langsung tentang program yang ada terutama yang berkaitan dengan inovasi Puskesmas, kali ini disampaikan Kepala Puskesmas Ngawi, dr.Siti Agustiningsih.

Hadir dalam acara ini Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Yudono, Kepala Bappelitbang Ngawi, Indah Kusuma Wardani beserta pejabat lingkup Dinkes Ngawi. (nf/Kominfo)

Go to Top