Hamzah Haz: Semua Calon Ketum Sudah Sowan

di %s Berita 544 views
Jakarta – Mantan Ketua Umum PPP Hamzah Haz mengaku semua calon Ketua Umum PPP sudah bersilaturahmi dengannya. Namun yang pertama kali datang adalah Suryadharma Ali. “Semua calon ketum sudah sowan, tapi dia yang pertama kali datang,” kata Hamzah sambil menepuk lengan kanan SDA.
Hal itu disampaikan usai acara peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).Ketika ditanya apakah kepemimpinan SDA selama ini bagus, Hamzah berbalik tanya apa kekurangan dari Menteri Agama itu. SDA yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum penuh angguk.”Apa kekurangan dia (SDA)? Tapi bagaimana pun kalau kompetisi jangan sampai membuat partai bertambah kecil namun harus tambah besar,” terangnya.
Hamzah berpesan siapa pun yang menjadi ketum harus berpikir semua potensi kader harus ditampung. Jangan sampai partai pecah hanya karena kompetisi. Di tempat yang sama, SDA mengungkapkan dukungan yang ia punyai belum mencukupi. Baru 60 persen yang mendukung dia menjadi ketum PPP lagi.
Kongres PPP sendiri dilaksanakan 3 Juli mendatang di kota kembang, Bandung. SDA berdalih dirinya kini lebih memilih untuk konsen pada persiapan pelaksanaan muktamar. (Detiknews, 1 Juni 2011)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Karena Cuaca Buruk, Petani Kedelai Telat Panen

di %s Berita 597 views

Nasib petani di Kabupaten Ngawi mulai resah dan khawatir dengan banyaknya beberapa hasil tanaman padinya di serang beberapa hama wereng serta kondisi cuaca yang kian hari kian tak menentu, mengakibatkan beberapa luas lahan padi mereka akan mengalami gagal panen.

Seperti yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Ngawi, diantaranya, Kedunggalar, Mantingan, Pangkur dan Padas semua tanaman mereka akan mengalami gagal panen, dan para petani hanya bias pasrah dengan tanaman mereka, karena upaya sudah dilakukannnya namun hasilnya sama saja.

Menurut Yono (40) Warga desa Pangkur Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi, saat ditemui wartawan saat melakukan panen mengatakan, Pihaknya hanya bisa pasrah, kalaupun toh padi yang di jual harganya hanya berkisar 1500 rupiah perkilogramnya, mending di buat sendiri saja,”Katanya (31/01/11).

Ironisnya, hingga saat ini dinas terkait belum bias memberikan solusi untuk bisa mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Ngawi, di pastikan stok padi di kabupaten Ngawi akan mengalami penurun yang sangat drastic.

Padahal tinggal satu bulan mereka harus melakukan panen padi,

  • namun dilihat dari kondisi
  • kwalitas padi sudah tidak memungkinkan
  • untuk di jual di pasaran,
  • karena banyak terserang hama wereng.

Sementara, dari pantauan wartawan di pasar besar Ngawi, harga beras menginjak harga 6000-6800 rupiah per kilogramnya, jelas ini akan mempengaruhi perekonomian bagi para petani di Kabupaten Ngawi, Padahal Ngawi terbilang kota yang sangat besar memberikan kontribusi pangan berupa padi di Propinsi Jawa Timur, diharapkan masalah ini segere cepat di tangani oleh dinas terkait.(Pan)

Sebar dan Bagikan :

Shares

UKM Rokok Ngawi Merosot Tajam

di %s Berita 702 views

Sejak kenaikan harga cukai dan mahalnya produktifitas bahan rokok, mengakibatkan beberapa usaha kelas menengah mengalami penurunan alias bangkrut, pasalnya para industry pabrik rokok di Kabupaten Ngawi sudah tidak banyak berproduksi kembali, serta minimnya tingkat pemasaran rokok local di Kabupaten Ngawi.

Seperti yang terjadi di beberapa daerah, khususnya di Kabupaten Ngawi, kurun waktu 2 tahun terakhir ini, usaha rokok terbilang sangat lesu dan beberapa produsen mengeluh dengan produktifitas rokoknya, tahun 2011 sebanyak 23 ukm rokok local yang masih bertahan di bandingkan pada tahun 2008 kemarin ada 45 ukm rokok yang masih berproduksi.

Jelas dengan adanya penurunan produktifitas industry rokok local, akan berdampak pada banyaknya tenaga kerja yang akan di PHK, karena beberapa produsen sudah tidak mampu lagi memperkerjakan mereka.

Menurut salah satu pengelola industry rokok suraji (50) Warga Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi,”Merasa mengeluh dengan mahalnya harga bahan-bahan yang di butuhkan untuk memproduksi rokok, pihaknya terkadang juga menyambi untuk bekerja lain untuk bias menghidupi kebutuhan rumah tangga,”Ungkapnya Kamis (27/01/11).

Ditambahkan juga,” Pihaknya hanya bias pasrah, karena selama berusaha industry rokok, ti dak mendapatkan keuntungan, karena kurangnya pemasaran dan minimnya peran serta pemerintah,”tambahnya.

Pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Ngawi melalui, Kabid Perdagangan Suluh saat ditemui wartawan di kantornya mengatakan,”Pihaknya juga merasa dilematis melihat perkembangan industry rokok di Kabupaten Ngawi, secara umum Pemerintah Indonesia menyemboyankan Indonesia sehat, namun di sisi lain industry rokok saat ini bisa meraup tenaga kerja di Kabupaten Ngawi,” Ujarnya.

Disamping itu Suluh menambahkan,” Pihaknya sudah melakukan
invetarisasi untuk mencarikan alternative kepada industry rokok, apabila industry rokok yang sudah tidak lagi berproduksi, pihaknya akan melakukan program alih profesi,”Tambahnya.(Pan).

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top