Pemkab Ngawi Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan: Film Jadi Media Penjaga Nilai Budaya dan Ketahanan Negara
Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Ngawi bersama Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema “Film sebagai Media Penjaga Nilai-Nilai Budaya, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Negara”, Pendopo Wedya Graha, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kepala Bakesbangpol Ngawi Wahyu Sri Kuncoro, sejumlah Kepala OPD, Ketua FPK, Cineas muda serta para anggota Duta Pancasila dan Paskibraka Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
“Momentum ini sangat luar biasa karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pemuda adalah tonggak sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Wabup yang akrab disapa Antok ini menekankan tiga pesan penting bagi generasi muda. Pertama, penguatan karakter melalui pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan jiwa bangsa. Kedua, menumbuhkan toleransi dan gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia. Dan ketiga, mendorong generasi muda agar adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kebangsaan.
“Salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan di era digital adalah melalui film. Media ini dekat dengan dunia anak muda dan dapat menjadi sarana kreatif dalam menanamkan nilai nasionalisme dan ketahanan negara,” lanjutnya.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Arief Akhmad Yani dari Community Forum JAFF dan B.W. Purbanegara, seorang sutradara film nasional. Keduanya berbagi pengalaman tentang bagaimana film dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat karakter generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap generasi muda, khususnya para anggota Duta Pancasila dan Paskibraka, dapat menjadi kreator muda yang mengkampanyekan nilai-nilai kebangsaan di berbagai platform digital, sehingga semangat persatuan dan cinta tanah air semakin mengakar kuat di masyarakat.
Perkuat Sinergi, Pemkab dan Baznas Ngawi Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Melalui Bantuan Multisektoral
Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat komitmen pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ngawi. Kolaborasi tersebut diwujudkan lewat penyaluran berbagai bantuan sosial seperti program Rumah Tak Layak Huni (RTLH), beasiswa pendidikan, dan bantuan penanggulangan stunting.
Dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok).Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Desa Babadan, Kecamatan Paron, Selasa (28/10/2025),
Dalam sambutannya, Antok menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata visi misi Pemerintah Daerah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendukung Program Ngawi Cerdas.
“Pemkab bersama Baznas secara berkelanjutan memberikan bantuan bagi masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk beasiswa bagi siswa SMA/SMK swasta hingga mereka lulus,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan RTLH secara simbolis kepada warga penerima manfaat. Ia berharap kolaborasi Pemkab dan Baznas dapat terus diperluas demi kesejahteraan masyarakat Ngawi.
Ketua Baznas Ngawi Samsul Hadi, menjelaskan total bantuan yang disalurkan meliputi 17 beasiswa untuk siswa SMA/SMK, 72 paket sembako plus daging siap saji untuk penanganan stunting, dan 1 unit bantuan RTLH.
Ia menegaskan Baznas akan terus mendukung program multisektoral Pemkab Ngawi serta mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat dan infak melalui Baznas.
“Dana yang terkumpul dari zakat dan infak akan kami salurkan tepat sasaran untuk membantu masyarakat Ngawi,” tutupnya.
Dekranasda Ngawi Kukuhkan Pengurus Baru, Dorong Kriya Kalijaga Jadi Unggulan Ekonomi Kreatif
Penguatan sektor ekonomi kreatif terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Melalui sentra kriya Kalijaga (Kayu Limbah Jadi Berharga) di Desa Wisata Industri Ngubalan, Kabupaten Ngawi menampilkan potensi ekspor produk kayu jati yang bernilai seni tinggi dan ramah lingkungan.
Ketua Dekranasda Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar resmi mengukuhkan pengurus Dekranasda periode 2025–2029 di Desa Ngubalan, Kecamatan Pitu, Selasa (28/10/2025). Acara ini juga dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, yang menjadi narasumber dalam talkshow dan business matching factory visit bersama Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam, perwakilan Disperindag Jawa Timur dan perwakilan Surabaya Creative Expo.
Ony menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat potensi ekonomi kreatif lokal melalui kriya Kalijaga dan desa wisata. “Kita ingin pengrajin Ngawi naik kelas dengan produk kriya yang punya nilai estetika dan daya saing ekspor,” ujarnya.
Menurutnya, visi pembangunan Semesta Berencana menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai bagian penting dari peradaban Ngawi. Produk-produk lokal seperti batik “Wahyu Ngawiyat” dan kriya Kalijaga menjadi wajah Ngawi yang tidak hanya agraris, tapi juga kreatif dan berbudaya.
“Ngawi sebagai City of Farming tidak melulu soal pertanian, tapi juga pemberdayaan potensi turunannya. Limbah kayu jati kita bisa disulap jadi karya seni bernilai ekspor,” tambah Ony.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi. “Pelaku kriya perlu terus dilatih agar menghasilkan produk berkualitas, bersertifikasi, dan berorientasi ekspor,” katanya.
Meski demikian, Ony mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi pengrajin, seperti penurunan permintaan ekspor global, kebutuhan bahan kayu oven berkualitas, dan ketatnya persaingan produk dari Tiongkok.
Karena itu, Dekranasda diharapkan mampu menjadi garda depan dalam pemberdayaan pengrajin lokal agar tetap bertahan dan berkembang.