
Ngawi Raih Penghargaan Investment Award Kelima Kalinya
Untuk kelima kalinya Pemerintah Kabupaten Ngawi meraih penghargaan Investment Award Tingkat Provinsi Jawa Timur. Tahun ini, Kabupaten Ngawi menerima penghargaan Investment Award bidang Investasi. Penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo tersebut, di terima Penjabat Sementara (Pj) Bupati Ngawi Drs. Sudjono, MM, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (26/10).
Menurut Pakde Karwo, pemberian penghargaan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi Pemprov. Jatim ke Kab/Kota yang telah berhasil memberikan pelayanan terbaiknya kepada para investor yang mau menanamkan modalnya di daerahnya. Sebab, dengan memberikan pelayanan yang baik dan tepat waktu otomatis Bupati atau Walikota tersebut secara tidak langsung juga mengurangi kesenjangan atau disparitas serta kemiskinan di wilayahnya karena tata kelola yang baik.
Dijelaskan, 12 Kab/Kota yang menerima penghargaan itu terbagi menjadi empat kategori yaitu untuk Bidang Kelembagaan yang keluar sebagai Peringkat I adalah Kabupaten Gresik, Peringkat II Kabupaten Pacitan dan Peringkat III adalah kabupaten Pasuruan.
Sedang untuk Bidang Promosi keluar Peringkat I Kabupaten Banyuwangi, Peringkat II Kota malang dan Peringkat III Kabupaten Pasuruan. Untuk Bidang Pelayanan Penanaman Modal sebagai Peringkat I Kabupaten Sidoarjo, Peringkat II Kabupaten Jombang dan Peringkat III Kota Kediri.
Sedangkan untuk Bidang Investasi keluar sebagai Peringkat I Kabupaten Lamongan, Peringkat II Kabupaten ngawi dan Peringkat III Kabupaten Sampang.
Sedang untuk Penanam Modal Asing (PMA) yang keluar sebagai Peringkat I adalah PT Paiton Energy Kabupaten Probolinggo dan Smelty Kabupaten Gresik Peringkat II dan PT Surabaya Corporation Kabupaten mojokerto keluar sebagai Peringkat III.
Untuk PMDNnya keluar sebagai Peringkat I PT. Sorini Asia Androit Kabupaten Pasuruan dan PT Gudang Garam Tbk Kediri Peringkat II.
Selanjutnya Pakde Karwo mengatakan, gambaran prostektus terhadap PMA terealisasi sebesar Rp20 triliun lebih dan PMDN sebesar Rp18 triliun lebih atau sebesar 15,79 % itu tidak tercatat oleh PPMDN Jakarta. Salah satunya adalah investasi yang ada di daerah ijin prinsip Rp188 triliun dan yang terealisasi sebesar Rp 20 trilyun di kab/Kota.
“PMDN lancar, tapi harus digenjot oleh Kab/Kota yaitu yang berhubungan dengan perijinan masalah tanah, listrik dan buruh yang mempunyai keahlian atau yang tidak mempunyai keahlian,” tegasnya.
Kalau untuk Amdal, lanjutnya, sepi peraturan yaitu dari 60 hari menjadi 12 hari bisa. Kalau untuk kawasan sudah dipetak, makanya kawasan itu sudah tidak memakai IMB. Tetapi tetap di cek untuk pajak bumi dan bangunannya.
“Saat ini pertumbuhan ekonomi jatim sebesar 5,3 dan sampai akhir tahun diprediksi bisa mencapai 5,9 %. Untuk tahun 2016 nanti, pertumbuhan ekonomi jatim diprediksi bisa mencapai 5,9 % sampai 6,2 % tapi memerlukan 300 triyun investasi yang harus masuk ke jatim, ” jelasnya.
Ditempat yang sama Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jatim, Ir. Lili Soleh Wartadipradja, MM mengatakan, penganugerahan penghargaan Investment Award kali ini sudah ke 5 kalinya. Tahun ini pelaksanaan ini diikuti 38 kab/Kota, 10 Perusahaan Penanaman Modal Asing dan 7 Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sementara PJ Bupati Ngawi usai penghargaan tersebut mengaku bangga dengan capaian prestasi yang diraih BP3M (Badan Pelayanan Modal Perijinan dan Permodalan) Kabupaten Ngawi, Khususnya dalam hal memberikan pelayanan ijin prinsip usaha yang masuk ke kabupaten ngawi.
“dari tahun ke tahun, nilai investasi kita selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dam saya berharap agar prestasi ini tidak berhenti sampai sekarang, melainkan terus berjalan dari waktu ke waktu,”.
Cycling Party Jamus 52 KM : Promosikan Pariwisata Ngawi
Salah satu upaya untuk mempromosikan Pariwisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Pos Radar Lawu bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi menyelenggarakan kegiatan Cycling Party Jamus 52 KM, Minggu (25/10).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta. tidak hanya berasal dari Ngawi, sejumlah cyclist luar kota juga ikut andil dalam event tersebut. Seperti Surabaya, Madura, Bojonegoro, Kediri, Malang, Semarang dan Madiun. Dari ratusan peserta yang mengikuti kegiatan kali ini, terdapat peserta tertua atas nama Parno berusia 74 tahun sedangkan termuda atas nama Gozan dan Akbar (14) tahun.
Mengambil start di depan Kantor Jawa Pos Radar Lawu, ratusan peserta akan menempuh jarak sekitar 52 KM menuju garis finish dengan medan yang cukup ektrim di etape kedua Jogorogo-Jamus. “banyak tanjakan konstan, mulai dari ngawi menuju jamus. hanya saja, tanjakan yang dilewati bervariatif, yakni berkisar antara gradien 10-17 persen”. ujar Bayu Prasetyo Laksono Putro.
lebih lanjut bayu menambahkan, event kali ini mempertandingkan empat kelas diataranya mountain bike dan road yang terbagi dalam dua usia yaitu 30 tahun ke bawah dan 35 tahun ke atas.
Sementara Direktur Jawa Pos Radar Lawu Aris Sudanang mengatakan event ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di Kabupaten Ngawi. “yang pertama diselenggarakan oleh Dinas Koperasi tahun lalu dan ini yang kedua kalinya”.
lebih lanjut Beliau menambahkan, bahwa pada penyelenggaran Cycling Party Jamus 52 KM merupakan wadah untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Ngawi sekaligus menghidupkan semangat bersepeda warga Ngawi secara umum.
Guna memeriahkan kegiatan kali ini, panitia telah menyiapkan beraneka hiburan serta ratusan door prize menarik yang siap dibagian kepada ratusan peserta.
Meriahnya Peringatan Hari Santri di Alun-alun Ngawi
Kamis, 22 Oktober 2015 di Alun-alun Ngawi diselenggarakan Peringatan Hari Santri Nasional oleh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Ngawi. Acara ini dihadiri Setda Dr.Siswanto, MM., Kepala SKPD terkait, Cabup Ir. H. Budi Sulistyono dan Onny Anwar, ST., dan diikuti 19ribu santri dari Kabupaten Ngawi
Peringatan hari santri 22 Oktober Kabupaten Ngawi dimulai dengan digelar pawai santri yang diberangkatan dari Stadion Ketonggo Ngawi oleh PJ Bupati Ngawi Drs., Sudjono, MM. tepat pukul 07.00WIB dengan finish di Alun-alun Merdeka Ngawi, yang diikuti oleh 19ribu santri se-Kabupaten Ngawi.
Ketua Rubutul Mahid Islamiah PC NU KH. Khoirul Anam Mukmin mengatakan bahwa tanggal 22 Oktober telah ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Jokowi, ditetapkannya tanggal 22 Oktober jadi Hari Santri diilhami ketika pada tanggal 22 Oktober 1945 KH. Hasyim Ashari memberikan fatwa bahwa mengangkat senjata melawan penjajah adalah Jihad Fisabililah, maka sekarang tgl 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri . Direncanakan tgl 22 Oktober 2016 akan ada pawai santri dari Tugu Pahlawan Surabaya menuju Jakarta dengan melewati Kabupaten Ngawi, dan keikut sertaan SantrI dari Ngawi adalah penerimaan kita terhadap penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, tambahnya.