Bioflok dan Hortikultura Jadi Andalan Ngawi Perkuat Ketahanan Pangan Desa

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 576 views

Budidaya perikanan sistem bioflok dan pengembangan hortikultura menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk membangun ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi desa. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab persoalan keterbatasan produksi pangan, lapangan kerja, dan rendahnya nilai tambah hasil usaha masyarakat pedesaan.

Komitmen itu ditunjukkan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat meninjau rangkaian kegiatan penguatan ketahanan pangan di Desa Kauman, Kecamatan Sine, Kamis (18/12/2025). Kegiatan tersebut meliputi Ground Breaking Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), tebar benih lele sistem bioflok, serta penanaman bibit pepaya.

Agenda ini merupakan bagian dari program penguatan swasembada pangan melalui budidaya ikan tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dukungan KKP diwujudkan melalui penyediaan 24 unit kolam terpal bioflok yang diperuntukkan bagi petani dan peternak milenial Desa Kauman.

“Program ini kami dorong untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya generasi muda,” kata Ony.

Menurut Ony, penguatan sektor pangan berbasis desa juga berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat. Ia menyebut ini menjadi rantai yang sejalan dengan agenda Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Ngawi yang membutuhkan pasokan pangan lokal berkelanjutan.

“Dengan produksi yang kuat, kebutuhan gizi masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri,” ujarnya.

Selain sektor perikanan, Pemkab Ngawi turut mengintegrasikan penguatan pangan dengan sektor hortikultura melalui penanaman bibit pepaya serta dibangunnya Gerai KDKMP sebagai sarana pemasaran hasil produksi. Sehingga diharapkan membentuk ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Kegiatan dihadiri Ketua Tim Kerja Pembiayaan dan Kelembagaan Direktorat Prasarana dan Sarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP Darma Utama, Kepala Dinas Koperasi UKM, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, serta jajaran Forkopimcam Sine.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pengurus Baru PPDI Ngawi Dikukuhkan, Sinergi Desa dan Pemda Diperkuat

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 605 views

Perangkat desa memegang peran strategis dalam memastikan program pembangunan daerah berjalan hingga tingkat paling bawah. Untuk memperkuat peran tersebut, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pengukuhan pengurus masa bakti 2025–2030 di Gedung Kurnia Convention Hall, Ngawi, Kamis (18/12/2025).

Pengurus baru PPDI Kabupaten Ngawi dikukuhkan oleh Wakil Ketua I PPDI Provinsi Jawa Timur, disaksikan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok), Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko, serta perwakilan perangkat desa se-Kabupaten Ngawi.

Wakil Bupati Ngawi dalam sambutannya menegaskan bahwa perangkat desa merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus pelaksana langsung berbagai program pembangunan daerah.

Ia mendorong PPDI menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga berperan aktif dalam membantu penyelesaian persoalan pelayanan publik di tingkat desa.

“Sinergi antara PPDI dan pemerintah daerah sangat penting untuk mewujudkan tata kelola desa yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Antok.

Sementara itu, Ketua DPRD Ngawi menyatakan dukungan penuh terhadap kepengurusan PPDI periode 2025–2030. Ia berharap organisasi ini mampu menyalurkan aspirasi perangkat desa secara konstruktif serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat desa.

Melalui Musda dan pengukuhan ini, PPDI Kabupaten Ngawi diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas perangkat desa, menangani persoalan di tingkat akar rumput, serta mendorong pembangunan desa yang berorientasi pada kepentingan publik.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Santri Berdaya Perkuat UMKM Pesantren, Ngawi Raih Penghargaan OPOP Jatim

di %s Agama/Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 688 views

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur dengan meraih Penghargaan One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau Antok, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam memberdayakan santri untuk memperkuat UMKM pesantren.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam agenda Eko Tren OPOP yang digelar di Auditorium Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Lantai 11 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (17/12/2025).

Program OPOP merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren berbasis potensi lokal. Di Kabupaten Ngawi, program ini diimplementasikan melalui pemberdayaan santri dalam pengembangan produk unggulan pesantren, penguatan UMKM santri, fasilitasi perizinan usaha, serta dukungan akses pembiayaan dan pemasaran.

Antok menyampaikan bahwa santri memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi pesantren. Dengan dibekali edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas serta keterampilan kewirausahaan, santri diharapkan mampu menciptakan produk bernilai jual tinggi dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar pesantren.

“Program OPOP mendorong santri untuk lebih berdaya dan mandiri melalui pengembangan UMKM pesantren. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Pemkab Ngawi berharap implementasi program OPOP terus berkelanjutan dan berdampak nyata untuk memperkuat UMKM pesantren, meningkatkan kapasitas santri, serta menciptakan ekosistem ekonomi pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top