Bupati Ngawi Resmikan 5 Palang Kereta Api
5 palang pintu perlintasan kereta api secara simbolis resmikan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono didampingi Kapolres Ngawi AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Senin (23/12/24) di JPL 16 Tambakromo, Kecamatan Geneng.
Disampaikan Bupati Ngawi bahwa diresmikannya JPL (Jalur Perlintasan Langsung) berpalang pintu ini sebagai wujud komitmen dalam rangka memastikan transportasi di wilayah Kabupaten Ngawi aman, nyaman dan dengan standard operasional prosedur,” Memastikan pengguna jalan di kab Ngawi semakin hari semakin baik”, ujarnya.
Sementara dikatakan Kepala Dinas Perhubungan, Anang Heri Prabowo di Kabupaten Ngawi sendiri terdapat 14 JPL yang 5 diantaranya sudah berpalang pintu yakni JPL16 Tambakromo, JPL 23 Desa Tempuran, JPL 32 Wonokerto Kedunggalar, JPL 40 Sidolaju Kecamatan Widodaren, JPL 55 Pakah Kecamatan Mantingan,” Dan masih ada 2 lagi JPL berpalang pintu yang akan segera diresmikan”, ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Anang JPL palang pintu ini akan dijaga 28 personil,” yang sudah melaksanakan diklat selama 5 hari di KAI Madiun”, imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Daop 7 Sunarto, perwakilan Dishub Provinsi Jatim Rendra, Kasi Perkeretaapian Balai Perkeretaapian Madiun Rizal Fatoni.
Apel Pasukan OPS Lilin Semeru 2024, Jelang Nataru
Guna mengoptimalkan keamanan lalu lintas masyarakat selama arus libur panjang perayaan Natal dan tahun baru, Polres Ngawi menggelar Apel Pasukan OPS Lilin Semeru 2024 di halaman Polres Ngawi, Jumat (20/12/24).
Kegiatan dihadiri Kapolres Ngawi, Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Dandim 0805 Ngawi Arh. Setu Wibowo, Ketua DPRD Ngawi Yuwono Kartiko, Kepala Kesbangpol Kusumahadi Widjajanto, Kepala Satpol PP Rahmad Didik Purwanto dan seluruh jajaran TNI/ Polres Ngawi.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan amanat Kapolres RI Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, perayaan Nataru menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bersuka cita, ibadah, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga.
Arus puncak diperkirakan terjadi pada 21-28 Desember 2024 dan arus balik mulai 29 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025, pemantauan akan dilaksanakan di berbagai titik rawan keramaian seperti area wisata serta pusat perbelanjaan.
“Selain itu juga dilakukan sterilisasi tempat ibadah gereja untuk memastikan keamanan jemaah dan berkoordinasi dengan organisasi keagamaan untuk meningkatkan toleransi antar agama”, katanya.
Sebagai agenda nasional, Nataru kali ini juga bertepatan usai Pilkada serentak 2024 sehingga harus dilakukan antisipasi untuk penguatan keamanan dan patroli rutin.
“Berdasarkan pantauan Kemenhub, arus mobilitas masyarakat selama Nataru berpotensi meningkat 9.83 persen, untuk itu Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder akan melakukan pengamanan selama 13 hari mulai pada 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025”, tuturnya.
Sosialisasi Pembentukan Kader Anti Narkoba Tingkat Desa
Dalam upaya menciptakan lingkungan bebas narkoba, Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar acara Sosialisasi Pembentukan Kader Anti Narkoba Tingkat Desa se-Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Wedya Graha, Kamis (19/12/24).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. “Melalui sosialisasi pembentukan kader anti narkoba di tingkat desa, diharapkan kader-kader ini dapat memberikan edukasi dan melakukan pengawasan secara aktif di lingkungan masing-masing,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Pembentukan Kader Anti Narkoba tingkat desa merupakan tindak lanjut dari program serupa yang sebelumnya telah berjalan di tingkat sekolah. Dengan menjangkau masyarakat desa, program ini diharapkan dapat memperluas cakupan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke akar rumput.
Hadir di kegiatan ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ngawi, Kusuma Hadi Widjajanto, perwakilan Polres Ngawi, serta perwakilan Pemerintah Desa dan calon kader dari seluruh desa di Kabupaten Ngawi. Dikegiatan ini peserta mendapat pemaparan mengenai bahaya narkoba, strategi pencegahan, serta peran aktif yang dapat dilakukan oleh kader di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. “Kami mengajak seluruh warga untuk menjadi bagian dari solusi dalam memberantas narkoba demi masa depan generasi yang lebih baik,” pungkas Wakil Bupati.
Program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mendukung upaya nasional memerangi penyalahgunaan narkoba, sekaligus memperkuat peran desa sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.