Peletakan Batu Pertama, Gedung PGRI Kabupaten Ngawi

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono hadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ngawi bertempat di jalan Ir. Sukarno Kelurahan Beran Kecamatan Ngawi, Selasa (8/01). Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pendidikan Abimanyu, dan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Ngawi.
Disela acara Bupati Ngawi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai pelaksanaan relokasi dari gedung dan tanah PGRI yang terdampak pembangunan jalan tol Solo – Kertosono (Soker).“Saya berharap pembangunan ini dapat segera diselesaikan, sehingga bisa segera memenuhi fasilitas yang diperlukan PGRI,” katanya.
Sementara menurut Ketua II PGRI Kabupaten Ngawi, Darto mengatakan bahwa keberadaan gedung ini rencananya akan digunakan sebagai gedung pertemuan, “Nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya, seperti rapat, acara pernikahan. Selain itu, dibelakang gedung ini nantinya juga akan dilengkapi sarana untuk olahraga,” ungkap Darto. Dan, pembangunan ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Di akhir acara secara simbolis Bupati Ngawi, Kadindik disaksikan undangan yang hadir meletakan batu pertama dan pemotongan tumpeng menandai pembangunan gedung ini dimulai. (red/kominfo)

Di akhir acara secara simbolis Wakil Bupati bersama Camat dan undangan yang hadir menanam pohon, di pohon Sengon, Durian dan Gmelina. Satu per satu batang pohon di tanam di lubang yang memiliki kedalaman 30 centimeter dengan jarak 5 meter. (red/kominfo)
Pemerintah Kabupaten Ngawi lakukan langkah awal rencana penyampaian hasil evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan melakukan konsultasi ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 69 Jakarta, Senin (7/01).
Untuk SAKIP tahun ini Bupati targetkan naik ke predikat A, “Ketika kita naik kelas A maka kedepan, kita akan menjadi panutan oleh masyarakat maupun teman – teman Kabupaten lain. Dan, Kabupaten Ngawi menjadi pusat studi banding bagaimana menjalankan SAKIP,” tuturnya.
