Bupati Ngawi, Launching Alat Pertanian Buatan KR. Tunas Harapan – Gemarang
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono hadiri launching produk dan alat pertanian hasil karya Karang Taruna Tunas Harapan Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Selasa (23/03/21).
Bupati Ngawi, memberikan apresiasinya untuk semangat yang dimiliki Karang Taruna di desa Gemarang yang mampu menciptakan alat pertanian, “Ini merupakan peluang yang sangat besar, mengingat 75 persen masyarakat Ngawi adalah petani. Luar biasa, untuk semangat Karang Tarunanya, karena memang ruh pembangunan di Kabupaten Ngawi itu di Agropolitan,” ujarnya.
Dikatakan Ony Anwar, Pemerintah daerah akan mendukung penuh terobosan dari pemuda ini, berupa pendampingan hingga alat pertanian tersebut bisa dimanfaatkan secara efektif, murah dan mudah dibuat, “Kita support terus, bagaimana riset alat tersebut supaya nantinya bisa lebih sempurna,” lanjutnya.
Sementara disampaikan Ketua Karang Taruna Tunas Harapan, Yanto bahwa ide pembuatan alat pertanian ini karena selama ini sistem yang diterapkan di sektor pertanian masih konvensional atau mengandalkan tenaga manusia yang mengakibatkan biaya produksi semakin tinggi, “Untuk biaya tenaga sebesar Rp. 40 ribu per orang, jika dihitung satu hektar sawah bisa menghabiskan biaya Rp. 1,6 juta. Makanya, dengan alat yang dibuat ini, bisa meringankan beban petani,” ungkapnya.
Usai acara, Bupati Ngawi beserta rombongan meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Ngudi Makmur dan Sanggar Budaya yang juga inisiasi j Karang Taruna Tunas Harapan. (Kominfo)
10 ribu anak ikut meriahkan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2021 yang digelar secara daring melalui zoom meeting dan dibuka secara resmi Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono di Pendopo Wedya Graha, Selasa (23/03/21).
“Kita sangat senang, masyarakat bisa memberikan inovasi untuk mengembangkan potensi desanya, dan nantinya dapat berdampak baik dalam meningkatkan perekonomian masayarkat di masa pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.
Sebab, menurut Ony Anwar kegiatan yang dilakukan melalui partisipatoris lebih bisa menghemat anggaran. “Namun jika kegiatan itu diintervensi APBD atau penganggaran akan lebih banyak jumlahnya,” ujarnya.